Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Kapan Idealnya Penerapan PSBB Dibuka?

Kompas.com - 21/05/2020, 14:32 WIB
Petugas menyekat akses menuju kawasan pertokoan saat penerapan PSBB parsial di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat IstimewaPetugas menyekat akses menuju kawasan pertokoan saat penerapan PSBB parsial di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

PSBB hanyalah sebagai cara untuk melengkapi saja, terutama di wilayah yang terdapat masyarakat sulit untuk dikendalikan.

Baca juga: Berikut Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri dengan Lima Bahan Sederhana

Kapan idealnya PSBB dibuka?

Dicky menjelaskan, pelonggaran atau dibukanya kembali PSBB idealnya dilakukan setelah tidak ditemukannya kasus baru.

"Tidak ada kasus baru ditemukan (bukan dilaporkan) selama 2 minggu berturut-turut dan diperkuat dengan turunnya R (angka reporduksi efektif) di bawah 1," kata Dicky.

Selain itu, dalam rangka penyiapan new normal, yang perlu ditingkatkan yakni kualitas dan kuantitas testing Covid-19.

Tentu saja, juga harus tersebar di banyak lokasi agar mudah diakses oleh masyarakat sehingga hasilnya juga lebih cepat untuk di dapat.

"Target testing idelanya sekitar 2000 per 1 juta penduduk. Kemudian tracing ditingkatkan juga kualitasnya, dengan target di atas 70 persen," ungkap dia.

Baca juga: Sering Disebut-sebut, Apa Itu New Normal?

Faktor-faktor acuan dibukanya PSBB

Dicky mengatakan, ada beberapa acuan sebelum membuka kembali PSBB.

  • Tidak adanya kasus baru setidaknya 3 minggu (21 hari)
  • Tidak adanya kasus kematian terkait Covid-19 selama 2 minggu terakhir
  • Sudah siapnya perangkat aturan pola normal baru di berbagai institusi/sekolah/kantor/layanan masyarakat
  • Sudah dilakukan upaya sosialisasi dan edukasi pola hidup baru pada setidaknya 80 persen masyarakat

Baca juga: Jangan Ngeyel, Mengapa Saat Wabah Virus Corona Wajib untuk di Rumah Saja?

Kemungkinan terburuk, munculnya kluster baru

Seorang warga memngambil sampah di trotoar jalan karena tidak menggunakan masker saat patroli penegakan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jl. Matraman Raya, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2020). Dalam kegiatan patroli PSBB tersebut, target penegakan untuk masyarakat yang tidak mengunakan masker dijalanan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Seorang warga memngambil sampah di trotoar jalan karena tidak menggunakan masker saat patroli penegakan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jl. Matraman Raya, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2020). Dalam kegiatan patroli PSBB tersebut, target penegakan untuk masyarakat yang tidak mengunakan masker dijalanan.

Walaupun dinilai sudah tepat, dibukanya PSBB di 124 kabupaten dan kota tadi juga dapat memunculkan beberapa atau bahkan banyak kluster-kluster baru.

Kluster-kluster baru dapat muncul apabila masyarakat tidak menjalankan protokol kesehatan yang sebelumnya sudah diterapkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri Keuangan Inggris Minta Warganya Makan di Luar Rumah untuk Bantu Perekonomian

Menteri Keuangan Inggris Minta Warganya Makan di Luar Rumah untuk Bantu Perekonomian

Tren
Keluarkan Triliunan Rupiah, Ini 5 Film dengan Biaya Produksi Termahal Sepanjang Masa

Keluarkan Triliunan Rupiah, Ini 5 Film dengan Biaya Produksi Termahal Sepanjang Masa

Tren
WHO Akan Tinjau Hasil Uji Coba Obat Virus Corona dalam Dua Minggu

WHO Akan Tinjau Hasil Uji Coba Obat Virus Corona dalam Dua Minggu

Tren
Melihat Distribusi APD di 5 Provinsi dengan Kasus Covid-19 Terbanyak

Melihat Distribusi APD di 5 Provinsi dengan Kasus Covid-19 Terbanyak

Tren
Viral Jari Menghitam Setelah Digigit Ular, Ini Penjelasan Ahli

Viral Jari Menghitam Setelah Digigit Ular, Ini Penjelasan Ahli

Tren
Video Viral Sosok Pengisi Suara Berbagai Produk Iklan, Ini Peluang Kerja Voice Over

Video Viral Sosok Pengisi Suara Berbagai Produk Iklan, Ini Peluang Kerja Voice Over

Tren
Apa Itu TTN pada Bayi yang Dialami Anak Kelima Zaskia Adya Mecca?

Apa Itu TTN pada Bayi yang Dialami Anak Kelima Zaskia Adya Mecca?

Tren
Deretan Produk yang Diklaim Efektif untuk Covid-19, dari Obat Herbal hingga Kalung Antivirus Corona

Deretan Produk yang Diklaim Efektif untuk Covid-19, dari Obat Herbal hingga Kalung Antivirus Corona

Tren
Dinilai Sukses Gelar Konser Amal, KompasTV Raih Marketing Sustainability Brand

Dinilai Sukses Gelar Konser Amal, KompasTV Raih Marketing Sustainability Brand

Tren
Jumlah Infeksi Virus Corona Terus Meningkat, WHO Peringatkan untuk Lakukan Lockdown Lagi

Jumlah Infeksi Virus Corona Terus Meningkat, WHO Peringatkan untuk Lakukan Lockdown Lagi

Tren
Cara Daftar Ulang 10 Politeknik Terfavorit SBMPN 2020, dari Polinema, PNJ hingga PNUP

Cara Daftar Ulang 10 Politeknik Terfavorit SBMPN 2020, dari Polinema, PNJ hingga PNUP

Tren
Kalung Antivirus Corona Disoroti, Ini Kata Kementan

Kalung Antivirus Corona Disoroti, Ini Kata Kementan

Tren
Riset: Antibodi pada Kera Diteliti untuk Hadapi Gelombang Kedua Corona

Riset: Antibodi pada Kera Diteliti untuk Hadapi Gelombang Kedua Corona

Tren
Perkembangan Terkini Vaksin Virus Corona: Indonesia, China, hingga India

Perkembangan Terkini Vaksin Virus Corona: Indonesia, China, hingga India

Tren
INFOGRAFIK: Fakta Titik Aphelion

INFOGRAFIK: Fakta Titik Aphelion

Tren
komentar
Close Ads X