Hari Kebangkitan Nasional, Siapa Saja Tokoh-tokoh Pelopornya?

Kompas.com - 20/05/2020, 15:37 WIB
Pendiri Organisasi Budi Utomo kemdikbud.go.idPendiri Organisasi Budi Utomo

KOMPAS.com - Tanggal 20 Mei, masyarakat Indonesia selalu memperingatinya sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Melihat sejarahnya, tanggal tersebut diambil dari pendirian organisasi pemuda modern yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia.

Organisasi itu adalah Budi Utomo yang didirikan pada 20 Mei 1908 oleh sejumlah tokoh saat itu.

Di dalam tubuh organisasi Budi Utomo, terdapat banyak pemuda Indonesia yang menempa kemampuan dirinya dan kemudian menjadi pemimpin beragam organisasi pergerakan kemerdekaan yang lahir setelahnya.

Berangkat dari latar belakang itulah, kebangkitan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda mulai terlihat, sehingga 20 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Baca juga: Di Balik Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei...

Lalu siapa saja tokoh-tokoh yang mempelopori Kebangkitan Nasional? Berikut ini adalah profil singkat ke lima tokoh Kebangkitan Nasional.

1. Dr. Douwes Dekker

Douwes Dekker (DD) adalah seorang pejuang kemerdekaan yang meski lahir dan wafat di Indonesia, namun ia merupakan seorang berdarah asing.

Ia pernah belajar di Eropa tentang politik modern dan ketika kembali ke Indonesia, ia mengajarkan apa yang diketahuinya kepada semua orang, entah itu golongan pribumi, china, ataupun indo.

DD adalah pendiri partai Indische Partij (IP), ia mengajarkan apa itu partai politik, jurnalistik anti pemerintah, rapat akbar, dan sebagainya.

Douwes Dekker juga merupakan pemimpin dari surat kabar berbahasa Belanda De Express yang memperlihatkan kepada masyarakat perlawanan terhadap pemerintahan kolonial.

Di dalam IP dan De Express, ada sebuah slogan yang diperkenalkan yaitu " Hindia Belanda untuk warga Hindia Belanda".

Ini adalah upaya yang digiatkan untuk menentang pemerintahan penjajahan Belanda.

Baca juga: Dasar Penetapan Hari Kebangkitan Nasional

3. RM. Soewardi Soerjoningrat

Dari kiri: Soewardi Soerjaningrat, Douwes Dekker, dan dr Tjipto Mangoenkoesoemo. (Harry A Poeze, et al., In Heat Land van de Overheerser: Indonesiers in Nederland, 1600-1950, Dordrecht Foris Publications, 1986).Harry A Poeze, et al., In Heat Land van de Overheerser: Indonesiers in Nederland, 1600-1950, Dordrecht Foris Publications, 1986 Dari kiri: Soewardi Soerjaningrat, Douwes Dekker, dan dr Tjipto Mangoenkoesoemo. (Harry A Poeze, et al., In Heat Land van de Overheerser: Indonesiers in Nederland, 1600-1950, Dordrecht Foris Publications, 1986).

Soewardi adalah pemuda radikal asal Istana Pakualaman yang menjadi politisi kebudayaan nasionalis konservatif.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X