Kabar Baik Vaksin Corona: Percobaan Menghasilkan Antibodi Setara Orang yang Pulih

Kompas.com - 20/05/2020, 14:14 WIB
Ilustrasi peneliti melakukan pengembangan vaksin virus corona, covid-19, di laboratorium. Ilustrasi peneliti melakukan pengembangan vaksin virus corona, covid-19, di laboratorium.

KOMPAS.com - Sejumlah negara dan perusahaan berlomba untuk segera menemukan vaksin virus corona untuk menghentikan wabah penyakit Covid-19. Salah satu yang ikut dalam perlombaan pembuatan vaksin adalah perusahaan farmasi Moderna. 

Update terakhir, data awal dari hasil pengujian vaksin milik perusahaan bioteknologi Moderna Inc disebut-sebut menunjukkan hasil yang cukup memuaskan.

Vaksin yang pertama kali diuji di Amerika Serikat ini menunjukkan bahwa ia mampu memproduksi antibodi pelindung pada kelompok kecil sukarelawan yang mengikuti pengujian.

Baca juga: Benarkah Virus Corona Rekayasa dan Pembuat Vaksin Diuntungkan?

Tes menghasilkan antibodi

Melansir Al Jazeera, data tersebut berasal dari delapan orang yang mengambil bagian dalam uji coba keamanan yang dimulai pada bulan Maret ketika pandemi global yang disebabkan oleh virus corona mulai menyebar.

Dalam uji coba terhadap 45 sukarelawan, yang dilakukan oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, delapan sukarelawan yang mendapat dua dosis vaksin menghasilkan antibodi pelindung yang kurang lebih setara dengan orang yang pulih dari infeksi alami virus tersebut

Penelitian ini memberikan secercah harapan awal bahwa vaksin yang sedang dikembangkan dapat memberikan perlindungan terhadap virus corona.

Para ilmuwan masih berusaha memahami level antibodi apa yang pada akhirnya terbukti protektif terhadap virus corona, dan berapa lama perlindungan itu akan bertahan.

Respons dosis

Vaksin tampaknya menunjukkan respons dosis, yang berarti bahwa orang yang mendapat dosis lebih tinggi memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi.

Vaksin Moderna telah mendapat lampu hijau untuk memulai tahap kedua pengujian manusia, dan minggu lalu, otoritas AS memberikan izin untuk mempercepat tinjauan peraturan.

"Kami berinvestasi untuk meningkatkan produksi sehingga kami dapat memaksimalkan jumlah dosis yang dapat kami hasilkan untuk membantu melindungi sebanyak mungkin orang dari SARS-CoV-2," kata Chief Executive Officer Moderna Stephane Bancel.

Baca juga: Tanpa Vaksin, Herd Immunity Bisa Membuat Jutaan Orang Meninggal

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Aljazeera
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X