Di Balik Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei...

Kompas.com - 20/05/2020, 09:52 WIB
Mahasiswa STOVIA Pendiri dan anggota Budi Utomo kemdikbud.go.idMahasiswa STOVIA Pendiri dan anggota Budi Utomo

KOMPAS.com - Hari ini 112 tahun yang lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, organisasi Boedi Oetomo ( Budi Utomo) lahir.

Budi Utomo disebut-sebut sebagai organisasi modern pertama di Indonesia.

Kelahirannya kemudian dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang setiap tahunnya diperingati Bangsa Indonesia.

Lantas, bagaimana lahirnya Budi Utomo?

Harian Kompas, Sabtu (19/5/1973) menuliskan sejarah salah satu organisasi pergerakan nasional itu.

Organisasi ini didirikan oleh dr. Wahidin Soedirohoesodo.

Pada 1908 dia berkeliling Jawa mencari dana untuk membiayai pelajar-pelajar yang pandai tapi miskin.

Dia sebenarnya adalah seorang dokter. Tapi sangat giat dalam usaha memajukan pendidikan.

Baca juga: Menilik Sejarah BPJS Kesehatan, Kapan Dilahirkan hingga Besaran Iurannya Dulu...

Perluasan organisasi


Pengunjung Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, memerhatikan patung-patung pendiri Organisasi Budi Utomo, Sabtu (19/5/2018). Tanggal pendirian organisasi tersebut, 20 Mei 1908, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Pendirian Boedi Oetomo dipandang sebagai titik awal tumbuhnya kesadaran nasional rakyat Indonesia.KOMPAS/Wisnu Widiantoro Pengunjung Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, memerhatikan patung-patung pendiri Organisasi Budi Utomo, Sabtu (19/5/2018). Tanggal pendirian organisasi tersebut, 20 Mei 1908, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Pendirian Boedi Oetomo dipandang sebagai titik awal tumbuhnya kesadaran nasional rakyat Indonesia.

Dokter yang akrab disapa dengan Mas Wahidin itu, saat ke Jakarta bertemu dengan 3 orang mahasiswa sekolah kedokteran Stovia. Mereka adalah Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, dan Suraji.

Ketiga mahasiswa itu sudah lama mengagumi Mas Wahidin lewat majalah Retno Dumilak.

Dalam pertemuan itu, Sutomo mengusulkan kepada Mas Wahidin agar usaha-usahanya diperluas.

Tak hanya bidang pendidikan, tapi juga pertanian, peternakan, perniagaan, industri, dan kesenian.

Nah, untuk mewujudkannya perlu didirikan organisasi atau perkumpulan.

Usul itu kemudian diterima dr Wahidin.

Sutomo dan teman-temannya lalu menyiapkan sebuah pertemuan besar.

Mereka mendanai sendiri pertemuan itu. Bahkan ada yang menjual sarung plekat yang kala itu sangat laris. Ada juga yang menjual sorban, menyumbang uang jajan, juga uang sakunya.

Pertemuan tersebut terlaksana pada 20 Mei 1908. Di sana lahirlah organisasi yang lengkap dengan peraturan-peraturan dasarnya seperti tujuan, rancangan kegiatan, anggota, serta pengurus organisasi.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Taj Mahal Selesai Dibangun, Bagaimana Prosesnya?

Arti Budi Utomo

Gedung Kimia Farma di Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016). Gedung Kimia Farma dulunya adalah rumah pemujaan yang dipakai Loji La Vertueuse. Gedung seluas 20x27 meter dirancang oleh insinyur belanda J Tromp yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Gedung-gedung Negeri.KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Gedung Kimia Farma di Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016). Gedung Kimia Farma dulunya adalah rumah pemujaan yang dipakai Loji La Vertueuse. Gedung seluas 20x27 meter dirancang oleh insinyur belanda J Tromp yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Gedung-gedung Negeri.

Organisasi itu diberi nama Budi Utomo. Budi artinya kepribadian. Sedangkan Utomo artinya luhur.

Bahasa yang dipakai adalah bahasa Melayu, bukan bahasa Jawa. Hal itu menunjukkan sifat nasionalisme dari perkumpulan tersebut.

Lahirnya perkumpulan Budi Utomo langsung disambut para pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam setahun saja anggotanya mencapai 10.000 orang.

Pada masa itu, perkumpulan semacam ini baru pertama kalinya di Indonesia.

Di organisasi itu banyak pemuda Indonesia melatih dirinya dan menjadi pemimpin dari berbagai organisasi pergerakan kemerdekaan yang lahir kemudian.

Karenanya, 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Bangsa Belanda waktu itu melihat lahirnya Budi Utomo sebagai bangkitnya Indonesia.

Baca juga: Sejarah Hari Buruh di Indonesia, Dulunya Dilarang Kini Jadi Hari Libur Nasional


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X