Ilmuwan: Matahari dalam Fase "Lockdown", Waspadai Berbagai Bencana

Kompas.com - 17/05/2020, 21:19 WIB
Ilustrasi matahari NASA/SDO (AIA)Ilustrasi matahari

KOMPAS.com – Para ilmuwan mengatakan, Matahari saat ini tengah memasuki periode "lockdown" yang berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti gempa bumi, cuaca beku, dan kelaparan.

Menurut mereka, saat ini aktivitas permukaan matahari sedang turun drastis karena berada dalam periode solar minimum (minimum matahari).

Akibatnya, sinar matahari mengalami penurunan drastis yang ditandai dengan bintik matahari yang menghilang.

“Solar minimum sedang berlangsung, dan ini parah,” ujar astronom Dr Tony Phillips, dikutip dari The Sun, Minggu (17/5/2020).

Baca juga: Bagaimana Proses Matahari Bersinar di Siang Hari dan Bulan Bersinar di Malam Hari? Jawaban Belajar di Rumah TVRI

Terparah dalam satu abad terakhir

Menurut Philips, dari jumlah bintik matahari yang ada, kondisi saat ini termasuk yang terparah dalam satu abad terakhir.

Akibatnya, menurut dia, medan magnet matahari menjadi lemah, memungkinkan sinar kosmik ekstra ke tata surya.

"Kelebihan sinar kosmik menimbulkan bahaya kesehatan bagi para astronot dan perubahan udara kutub, memengaruhi elektro-kimia atmosfer Bumi, dan dapat membantu memicu petir," ujarnya.

Dalton Minimum

Para ilmuwan NASA mengkhawatirkan hal ini bisa memicu kembali terjadinya Dalton Minimum yang pernah terjadi antara tahun 1790 dan 1830.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X