Tentang Rumah dan Jumat Terakhir Ramadhan

Kompas.com - 17/05/2020, 20:47 WIB
Staf medis Muslim dan Yahudi beribadah bersama dengan menghadap kiblat berlawanan, di tengah tugasnya menangani pasien Covid-19. Pria Yahudi berdiri menghadap Yerusalem, sedangkan pria Muslim berlutut di sajadahnya menghadap Mekkah. MOHAMD ALNBARE MDA SPOKESPERSON via REUTERSStaf medis Muslim dan Yahudi beribadah bersama dengan menghadap kiblat berlawanan, di tengah tugasnya menangani pasien Covid-19. Pria Yahudi berdiri menghadap Yerusalem, sedangkan pria Muslim berlutut di sajadahnya menghadap Mekkah.


BILA Anda bosan di rumah gara-gara wabah Corona, mungkin itu saatnya Anda bercermin pada dua perkara ini.

Pertama: bayangkan betapa bosan, sedih dan kacaunya kehidupan Anda jika harus hidup terusir di pengungsian, sedangkan kampung halaman hanya berjarak 130-an kilometer.

Tetapi Anda tidak boleh pulang untuk berladang atau kembali beternak kambing, sementara anak-anak Anda juga tak bisa pergi ke sekolah yang dulu, atau balik mengaji di surau guna melantunkan Ratib Haddad, Maulid, membaca wirid, Barzanji atau pun melantunkan Doa Kumail.

Yang di atas itu di Indonesia, yang terjadi pada ratusan pengungsi asal Sampang, Madura – yang terusir sejak belasan tahun lalu dan mulai 2011 hingga kini terpaksa tinggal di Rumah Susun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Yang kedua di Palestina: rumah Anda bukan hanya harus ditinggalkan, tetapi sudah dirangsek “tetamu” yang dulunya hanya menumpang di tetangga sebelah.

Jika masih bisa bertahan dan belum sempat terusir, Anda diperlakukan seolah penjahat, kadang bagaikan hewan yang tidak punya hak asasi manusia – tak peduli apa agama yang Anda anut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi keduanya, rumah itu kini jadi sesuatu yang mewah, sesuatu yang ideal, tempat ayah, ibu dan anak-anak berkumpul dan berbagi kehidupan; tempat mimpi terwujud dalam sebuah tetirah yang damai.

Namun, kini semua itu tak ada lagi – tergeser, di-remove, di-delete dari benak mereka.

Dari keduanya itu sebenarnya kita bisa bercermin: betapa menyenangkannya hidup di rumah sendiri, meskipun selama masih ada wabah Corona ini Anda tidak bisa bekerja di kantor atau pabrik, dan anak-anak terpaksa belajar dari rumah selama beberapa bulan.

Tetapi Anda tidak boleh punya pendapat atau pandangan yang demikian. Kalau pun boleh, Anda telah dibuat lengah, bahkan ‘tersihir’ sehingga menganggap hal itu tidak penting, tidak berpengaruh pada kehidupan kita, tidak perlu dipedulikan -- seolah itu bukan urusan kita.

Sejatinya itu bukan sikap Anda yang asli, karena sesungguhnya jiwa fitri Anda pasti menolak perlakuan demikian – Anda suka pada kedamaian, keadilan, dan peduli pada nasib sesama.

Sutradara yang mengaduk-aduk sikap

Tetapi berkat (atau lebih tepat, “akibat”) penggiringan opini oleh para ‘sutradara besar’ di luar sana (yang juga memengaruhi rekannya di berbagai negara), maka kita jadi tidak peduli, atau minimal ‘kurang’ concern.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
TIPS, TRIK, DAN TUTORIAL
5 Hal Asyik Dilakukan di Rumah untuk Memperingati Hari Anak Nasional Saat Pandemi Covid-19
5 Hal Asyik Dilakukan di Rumah...
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Catatan Hari Anak Nasional, Ada 5.463 Anak Alami Kekerasan pada 2021

Catatan Hari Anak Nasional, Ada 5.463 Anak Alami Kekerasan pada 2021

Tren
Agar Tak Gagal, Ini 8 Tips Memanggang Roti

Agar Tak Gagal, Ini 8 Tips Memanggang Roti

Tren
Ramai soal Gagal Vaksin karena Terkendala KTP Lama dan Fotokopi, Ini Kata Kemenkes

Ramai soal Gagal Vaksin karena Terkendala KTP Lama dan Fotokopi, Ini Kata Kemenkes

Tren
Benarkah Cuci Hidung dengan Larutan NaCl Bisa Membersihkan Virus dan Bakteri?

Benarkah Cuci Hidung dengan Larutan NaCl Bisa Membersihkan Virus dan Bakteri?

Tren
INFOGRAFIK: Aturan Perjalanan Darat, Laut, Udara, Saat PPKM Level 4

INFOGRAFIK: Aturan Perjalanan Darat, Laut, Udara, Saat PPKM Level 4

Tren
Viral, Twit Tak Bisa Vaksin karena Lupa Bawa Fotokopi KTP, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Viral, Twit Tak Bisa Vaksin karena Lupa Bawa Fotokopi KTP, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Tren
Sejumlah Negara yang Melarang Warganya Pergi ke Indonesia, Mana Saja?

Sejumlah Negara yang Melarang Warganya Pergi ke Indonesia, Mana Saja?

Tren
Olimpiade Tokyo 2020 dan Kreasi Seniman Jepang atas Karakter Samurai dari Beragam Bendera di Dunia

Olimpiade Tokyo 2020 dan Kreasi Seniman Jepang atas Karakter Samurai dari Beragam Bendera di Dunia

Tren
Kapan Pendaftaran CPNS 2021 Ditutup dan Perlukah Cetak Kartu Pendaftaran?

Kapan Pendaftaran CPNS 2021 Ditutup dan Perlukah Cetak Kartu Pendaftaran?

Tren
Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Bisa Merusak Tulang dan Sendi

Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Bisa Merusak Tulang dan Sendi

Tren
Haji 2021 Selesai, Tak Ada Masalah Kesehataan Serius pada Jemaah

Haji 2021 Selesai, Tak Ada Masalah Kesehataan Serius pada Jemaah

Tren
Heboh soal Indomie Goreng di Pulau Jawa dan Sumatera Beda, Ini Kata Indofood

Heboh soal Indomie Goreng di Pulau Jawa dan Sumatera Beda, Ini Kata Indofood

Tren
[HOAKS] Donasi Kaus Oblong Bekas untuk Relawan dan Tenaga Medis di Wisma Atlet

[HOAKS] Donasi Kaus Oblong Bekas untuk Relawan dan Tenaga Medis di Wisma Atlet

Tren
Jangan Berlebihan Mengonsumsi Vitamin D, Bisa Menjadi Racun

Jangan Berlebihan Mengonsumsi Vitamin D, Bisa Menjadi Racun

Tren
Daftar Daerah yang Migrasi ke TV Digital pada 17 Agustus dan Cara Dapatkan STB

Daftar Daerah yang Migrasi ke TV Digital pada 17 Agustus dan Cara Dapatkan STB

Tren
komentar
Close Ads X