Melihat Pentingnya Pelacakan Kontak untuk Menekan Penyebaran Virus Corona

Kompas.com - 16/05/2020, 15:30 WIB
Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin melakukan Rapid Test terhadap salah satu pedagang di Pasar Sentra Antasari, Kamis (14/5/2020). Hasilnya ditemukan 46 pedagang yang dinyatakan reaktif terhadap Covid 19. KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARPetugas medis dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin melakukan Rapid Test terhadap salah satu pedagang di Pasar Sentra Antasari, Kamis (14/5/2020). Hasilnya ditemukan 46 pedagang yang dinyatakan reaktif terhadap Covid 19.

KOMPAS.com - Sejumlah ahli epidemiologi menekankan pentingnya memperbanyak testing, pelacakan kontak, treatment atau pengobatan dan isolasi sebagai strategi menghadapi pandemi.

Sementara testing digunakan untuk mengetahui siapa saja yang terinfeksi, sedangkan pelacakan kontak bisa dilakukan untuk menekan laju penyebaran virus.

"Pelacakan kontak akan sangat penting untuk menurunkan laju infeksi, atau R, dan meminimalkan kasus lebih luas," ujar Keith Neal profesor emeritus epidemiologi penyakit menular di Universitas Nottingham dikutip dari Guardian (15/5/2020).

Baca juga: 1.300 Warga NTB Jadi Peserta Ijtima Ulama Gowa, Pemda Lakukan Tracing

Dilakukan sejak lama

Menurut Neal, ahli epidemiologi telah menggunakan penelusuran kontak tradisional selama bertahun-tahun untuk mengendalikan infeksi menular seksual, penyakit menular seperti TBC dan meningitis.

Bhakan dikutip dari Historyhit, saat pandemi Black Death, dewan sanitasi Marseille di Perancis pada abad ke-16 untuk mencegah penularan virus juga telah melakukan prosedur tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain melakukan karantina kapal-kapal dagang yang datang juga mencatat nama-nama kapten kapal dan catatan rinci perjalanan dari semua pelabuhan di seluruh dunia di mana aktivitas wabah telah dilaporkan.

Neal menjelaskan, prinsip dasar tentang bagaimana penyakit menular menyebar adalah bahwa satu individu, orang A, akan menularkan penyakit ke orang B, yang kemudian meneruskannya ke C, melanjutkan dalam rantai ke D, E, F dan seterusnya.

"Ahli epidemiologi menghentikan rantai penularan ini dengan mengidentifikasi orang melalui pelacakan kontak sebelum pasien A menyebarkan infeksi kepada orang lain. Jika pelacakan kontak berhasil dan rantai transmisi putus, tidak akan ada B, C atau D dan seterusnya," jelas dia.

Baca juga: Tanpa Vaksin, Herd Immunity Bisa Membuat Jutaan Orang Meninggal

Pelacakan kontak Covid-19

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X