Update Virus Corona Dunia 15 Mei: 4,5 Juta Orang Terinfeksi, 1,6 Juta Orang Sembuh

Kompas.com - 15/05/2020, 08:48 WIB
Sejumlah pemuda bermain kriket di atap, saat diberlakukan lockdown nasional oleh pemerintah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, di New Delhi, India, Jumat (1/5/2020). Rasa jenuh selama masa karantina pencegahan virus corona, menjadikan area atap rumah atau apartemen banyak difungsikan warga sebagai alternatif lokasi berkegiatan. AFP/PRAKASH SINGHSejumlah pemuda bermain kriket di atap, saat diberlakukan lockdown nasional oleh pemerintah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, di New Delhi, India, Jumat (1/5/2020). Rasa jenuh selama masa karantina pencegahan virus corona, menjadikan area atap rumah atau apartemen banyak difungsikan warga sebagai alternatif lokasi berkegiatan.

KOMPAS.com – Angka kasus infeksi virus corona di dunia masih terus bertambah. Seluruh negara diingatkan untuk lengah, meski ada penurunan kasus di sejumlah negara.

WHO bahkan mengingatkan, virus corona tak akan pernah benar-benar hilang meski suatu saat ada vaksin untuk menanganinya.

Bagaimana data perkembangan kasus Covid-19 di dunia?

Hingga Jumat (15/5/2020) pagi, menurut data dari Worldometers, ada 4.519.939 kasus Covid-19, 303.024 orang meninggal dunia, dan 1.699.882 orang sembuh.

Berikut data 10 negara dengan kasus terbanyak:

  1. Amerika Serikat: 1.455.597 kasus, 86.873 orang meninggal dunia, dan 316.720 orang sembuh.
  2. Spanyol: 272.650 kasus, 27.321 orang meninggal dunia, dan 186.480 orang sembuh.
  3. Rusia: 252.250 kasus, 2.305 orang meninggal dunia, dan 53.530 orang sembuh.
  4. Inggris: 233.150 kasus, 33.614 orang meninggal dunia
  5. Italia: 223.100 kasus, 31.368 orang meninggal dunia, dan 115.290 orang sembuh.
  6. Brazil: 202.920 kasus, 13.993 orang meninggal dunia, dan 79.479 orang sembuh.
  7. Perancis: 178.870 kasus, 27.425 orang meninggal dunia, dan 59.605 orang sembuh.
  8. Jerman: 174.980 kasus, 7.928 orang meninggal dunia, dan 150.300 orang sembuh.
  9. Turki: 144.750 kasus, 4.007 orang meninggal dunia, dan 104.030 orang sembuh.
  10. Iran: 114.530 kasus, 6.854 orang meninggal dunia, dan 90.539 orang sembuh.

Baca juga: Virus Corona, Haruskah Kita Hidup Berdamai dengannya?

Bagaimana perkembangan virus corona di sejumlah negara? 

Amerika Serikat

Pengunjuk rasa memprotes perintah tinggal di rumah untuk menekan penyebaran penularan virus corona (Covid-19) di depan gedung pengadilan provinsi di Spokane, Washington, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2020). Wabah Covid-19 yang masih menghantui dunia dan berimbas pada banyak sektor kehidupan, memunculkan aksi unjuk rasa di sejumlah negara.ANTARA FOTO/REUTERS/YOUNG KWAK Pengunjuk rasa memprotes perintah tinggal di rumah untuk menekan penyebaran penularan virus corona (Covid-19) di depan gedung pengadilan provinsi di Spokane, Washington, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2020). Wabah Covid-19 yang masih menghantui dunia dan berimbas pada banyak sektor kehidupan, memunculkan aksi unjuk rasa di sejumlah negara.
Melansir Al Jazeera, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengeluarkan pedoman untuk membantu sekolah dan tempat kerja menentukan apakah tempat publik siap dibuka kembali.

Enam pedoman yang disebut "pohon keputusan" itu mencakup skenario ya atau tidak yang membantu menilai kesiapan pembukaan tempat kerja, restoran dan bar, angkutan massal, pengasuhan anak, dan sekolah.

Baca juga: Dihantam Covid-19, Salah Satu Maskapai Terbesar di Amerika Latin Ajukan Pailit

India

Dua kelompok advokasi kesehatan meminta Pemerintah India membatalkan paten yang diberikan kepada Gilead Science untuk obat Remdesivir agar obat dapat didistribusikan secara adil kepada pasien virus corona di seluruh dunia terutama negara-negara miskin.

Remdesivir adalah satu-satunya obat yang disetujui untuk mengobati Covid-19 setelah uji coba yang menjanjikan membuat regulator Amerika Serikat memberikan otorisasi penggunaan darurat pada 2 Mei 2020.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Google Meet dan Google Classroom, Ini Cara Penggunaannya

Google Meet dan Google Classroom, Ini Cara Penggunaannya

Tren
Saat Museum-museum di AS Mulai Mengumpulkan Jejak Pandemi Covid-19

Saat Museum-museum di AS Mulai Mengumpulkan Jejak Pandemi Covid-19

Tren
Melihat Kematian akibat Covid-19 di Indonesia, Kelompok Usia Berapa yang Paling Banyak?

Melihat Kematian akibat Covid-19 di Indonesia, Kelompok Usia Berapa yang Paling Banyak?

Tren
Indonesia Masuk 10 Besar Negara Kasus Tertinggi Virus Corona di Asia, Ini Daftarnya

Indonesia Masuk 10 Besar Negara Kasus Tertinggi Virus Corona di Asia, Ini Daftarnya

Tren
Cek, Hari Ini Pengumuman Penerima Token Subsidi Listrik Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Cek, Hari Ini Pengumuman Penerima Token Subsidi Listrik Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Tren
[POPULER TREN] Tip Rp 14 Juta untuk Pegawai Restoran | Djoko Tjandra Masuk-Keluar Indonesia

[POPULER TREN] Tip Rp 14 Juta untuk Pegawai Restoran | Djoko Tjandra Masuk-Keluar Indonesia

Tren
Tren Kematian karena Covid-19 di Rumah Sakit Inggris Turun, Ini Penyebabnya Menurut Peneliti

Tren Kematian karena Covid-19 di Rumah Sakit Inggris Turun, Ini Penyebabnya Menurut Peneliti

Tren
Gelombang IV Kartu Prakerja Dibuka Akhir Juli, Ini Jumlah Kuota Pesertanya

Gelombang IV Kartu Prakerja Dibuka Akhir Juli, Ini Jumlah Kuota Pesertanya

Tren
Mengenal 4 Metode Pooling Test Covid-19, Disebut Bisa Hemat Waktu dan Uang

Mengenal 4 Metode Pooling Test Covid-19, Disebut Bisa Hemat Waktu dan Uang

Tren
Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Sembelih Hewan Kurban Ketika Pandemi Corona

Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Sembelih Hewan Kurban Ketika Pandemi Corona

Tren
14 Dokter Meninggal dalam Sepekan, Kenapa Banyak Nakes Terinfeksi Covid-19?

14 Dokter Meninggal dalam Sepekan, Kenapa Banyak Nakes Terinfeksi Covid-19?

Tren
Catatan WHO Soal Covid-19 di Indonesia: Kapasitas Tes Masih Rendah

Catatan WHO Soal Covid-19 di Indonesia: Kapasitas Tes Masih Rendah

Tren
Solo Disebut Zona Hitam, Ini Catatan Penanganan Virus Corona di Surakarta

Solo Disebut Zona Hitam, Ini Catatan Penanganan Virus Corona di Surakarta

Tren
Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, Masyarakat Turki Sambut Azan Pertama

Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, Masyarakat Turki Sambut Azan Pertama

Tren
Mengenal Secapa, Klaster 1.280 Orang Terinfeksi Virus Corona

Mengenal Secapa, Klaster 1.280 Orang Terinfeksi Virus Corona

Tren
komentar
Close Ads X