Berdamai dengan Covid-19

Kompas.com - 13/05/2020, 10:06 WIB
Sejumlah penumpang bersiap menaiki KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/5/2020). Lima kepala daerah di Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) akan memperketat aturan pergerakan masyarakat pada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mewajibkan penumpang KRL menunjukkan surat tugas. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc. ANTARA FOTO/Fakhri HermansyahSejumlah penumpang bersiap menaiki KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/5/2020). Lima kepala daerah di Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) akan memperketat aturan pergerakan masyarakat pada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mewajibkan penumpang KRL menunjukkan surat tugas. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.


PELONGGARAN pembatasan sosial atau lockdown dalam memerangi pandemi Korona mulai dilakukan sejumlah negara. Hal ini seiring dengan tren penurunan jumlah kasus baru.

Spanyol, negara dengan lebih dari 217 ribu kasus atau terbanyak kedua setelah Amerika Serikat, mulai mengizinkan operasional sektor konstruksi, manufaktur, dan sejumlah jasa.

Penambahan kasus baru di Spanyol saat ini menyusut di bawah seribu kasus per hari. Penambahan tertinggi kasus baru di negara ini tercatat sebanyak 9.600 kasus per hari pada 25 Maret lalu.

Prancis yang mencatatkan lebih dari 100 ribu kasus juga telah mengumumkan rencana pelonggaran menyusul penurunan jumlah kasus baru di bawah seribu kasus per hari. Sekolah dan pertokoan di Prancis kembali dibuka secara bertahap mulai 11 Mei.

Kebijakan serupa juga mulai dilakukan oleh Amerika Serikat, Jerman, Italia, Denmark, Iran, Arab Saudi, India, Korea Selatan, Singapura, hingga Selandia Baru.

Cina, sebagai negara asal muasal virus Korona, bahkan telah mencabut lockdown di Wuhan sejak awal April. Berbagai objek wisata di kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai telah dibuka dan kembal ramai oleh pengunjung.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang pembeli yang memakai masker meninggalkan gerai fast food Jollibee di Lucky Plaza, Orchard, Singapura setelah membeli makanannya, Sabtu siang (11/04/2020). Makanan yang dibeli harus disantap di kediaman masing-masing sejak kebijakan Circuit Breaker atau setengah lockdown diberlakukan di Singapura mulai Selasa (07/04/2020)KOMPAS.com/ERICSSEN Seorang pembeli yang memakai masker meninggalkan gerai fast food Jollibee di Lucky Plaza, Orchard, Singapura setelah membeli makanannya, Sabtu siang (11/04/2020). Makanan yang dibeli harus disantap di kediaman masing-masing sejak kebijakan Circuit Breaker atau setengah lockdown diberlakukan di Singapura mulai Selasa (07/04/2020)

Namun, tak seluruhnya melakukan pelonggaran karena penurunan kasus baru. Di sejumlah negara, kebijakan pelonggaran diambil karena pertimbangan ekonomi meski tren kenaikan jumlah kasus baru masih berlangsung.

Ini dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia. Negara-negara tersebut dilaporkan tengah mempersiapkan pelonggaran kebijakan meski penambahan kasus baru belum mereda.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, dalam konferensi pers awal Mei lalu, memahami kesulitan negara-negara dalam mempertahankan pembatasan sosial atau lockdown.

Namun, negara-negara ini harus siap untuk kembali melakukan pengetatan jika kasus Korona kembali melonjak.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X