Digalang, Petisi Pendirian Patung Didi Kempot di Stasiun Balapan Solo

Kompas.com - 10/05/2020, 21:23 WIB
Tangkapan layar Petisi Didi Kempot di change.org NindhaTangkapan layar Petisi Didi Kempot di change.org

KOMPAS.com - Sebuah petisi digalang melalui change.org mengenai dukungan untuk membangun patung seniman campursari Didi Kempot.

Petisi itu "Dukung Pendirian Patung/Memoribilia Didi Kempot di Stasiun Balapan Solo!".

Didi Kempot meninggal dunia pada usia 53 tahun, Selasa (5/5/2020).

Petisi itu digagas oleh Hanindha Cholandha (26), salah satu Sobat Ambyar, penggemar Didi Kempot.

Dalam petisinya, ia mengajak orang-orang mendukung usulan pembuatan patung/memorabilia Didi Kempot di Stasiun Balapan, Solo, Jawa Tengah.

Dalam petisinya, Nindha meminta PT KAI, Pemprov Jawa Tengah, Pemkot Surakarta, dan siapa pun yang berwenang untuk mewujudkannya.

Hingga Minggu (10/5/2020) sore, petisi itu sudah ditandatangani lebih dari 26.000 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Perjalanan Didi Kempot, dari 10 Tahun Ngamen hingga Menyandang The Godfather of Broken Heart

Cerita di balik petisi

Penggagas petisi itu, yang juga seorang penjual gudeg, Nindha menceritakan, ide awal petisi itu datang ketika status Facebook-nya disambut teman-teman dekatnya.

Dari obrolan di media sosial itulah akhirnya dicetuskan ide petisi.

"Kebetulan itu di hari yang sama dengan hari meninggalnya Didi Kempot. Jadi pagi saya buat status FB, sore sudah saya buat petisinya," kata Nindha saat dihubungi Kompas.com, Minggu (10/5/2020).

Ia mencetuskan ide itu tanpa ekspektasi tinggi. Tetapi, ketika petisinya sudah ditandatangani lebih dari 25.000 kali dan didukung Fanbase Official Didi Kempot, ia tak menyangka.

Nindha mengatakan, ia mengikuti perkembangan karir Didi Kempot sejak 1998. Beberapa kali juga sempat menonton konsernya.

"Karena lagu Beliau ini njawani tapi tetap nge-pop. Tidak dengan cengkok langgam yang rumit seperti almarhum Manthous atau Andjar Any," kata dia.

Melalui petisi ini, Nindha ingin mengumpulkan orang-orang yang memiliki pemikiran sama untuk memberikan apresiasi bagi Didi Kempot.

"Agar didengar oleh para stakeholder terkait, agar nantinya bisa diwujudkan setelah pandemi ini berakhir. Sekedar ingin tahu saja, berapa banyak yang peduli dengan isu seni budaya. Mengingat masyarakat rata-rata hanya ingin mendengar dan menikmati show secara gratis," kata Nindha.

"Ketika isu seni budaya ini dilempar, apakah ada perhatian dari masyarakat? Itu aja sih sebenarnya," lanjut dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Humas PT KAI Joni Martinus mengatakan, pihaknya belum bisa merespons apakah usulan pendirian patung Didi Kempot ini bisa diwujudkan atau tidak.  

"Itu merupakan masukan dari masyarakat, tentunya hal tersebut perlu ada kajian dan pertimbangan lebih lanjut," ujar Joni, kepada Kompas.com, Minggu (10/5/2020).

PT KAI akan membicarakannya bersama pihak-pihak terkait.

Baca juga: Didi Kempot dan Kedekatannya dengan Negara Suriname

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: DIDI KEMPOT Godfather of Broken Heart (1966-2020)


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.