Peneliti Temukan Hubungan Kekurangan Vitamin D dengan Kasus Kematian Covid-19

Kompas.com - 10/05/2020, 20:30 WIB
Warga berjemur di pinggir jalan saat pantai ditutup untuk membatasi penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di Galveston, Texas, Amerika Serikat, Senin (20/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362. ANTARA FOTO/REUTERS/GO NAKAMURAWarga berjemur di pinggir jalan saat pantai ditutup untuk membatasi penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di Galveston, Texas, Amerika Serikat, Senin (20/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362.

KOMPAS.com - Tim peneliti di Universitas Northwestern di Illinois, AS menemukan hubungan antara kekurangan vitamin D dengan infeksi virus corona.

Peneliti menemukan bahwa pasien dari negara-negara dengan tingkat kematian Covid-19 yang tinggi, seperti Italia, Spanyol dan Inggris, memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah dibandingkan dengan pasien di negara-negara yang tidak terkena dampak buruk.

Metode penelitian dilakukan dengan melakukan analisis statistik data dari rumah sakit dan klinik di China, Prancis, Jerman, Italia, Iran, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat.

Meskipun demikian, para peneliti tetap memberikan catatan terhadap hasil riset tersebut.

"Walaupun saya pikir penting bagi orang untuk mengetahui bahwa kekurangan vitamin D berperan dalam kematian, kita tidak harus memaksakan vitamin D pada semua orang," kata Vadim Backman, salah satu ilmuwan, di situs web universitas.

Baca juga: Manfaat Ultraviolet B untuk Imunitas, Berjemur Sebaiknya Dilakukan di Jam-jam Ini...

Vitamin D bisa menjadi alasan perbedaan terkait negara dalam tingkat kematian kasus Covid-19.
?
"Ini perlu penyelidikan lebih lanjut, dan saya berharap bahwa pekerjaan kami akan memicu minat di bidang ini. Data juga dapat menjelaskan mekanisme kematian, yang, jika terbukti, dapat mengarah pada tujuan terapeutik baru," kata peneliti dikutip dari Tag24, Minggu (10/5/2020).

Tingkat kematian berbeda

Backman dan timnya datang dengan gagasan untuk meneliti hubungan antara tingkat corona dan vitamin D setelah menemukan perbedaan yang tidak dapat dijelaskan dalam tingkat kematian pasien virus corona dari satu negara ke negara lain.

Beberapa orang berhipotesis bahwa perbedaan dalam kualitas perawatan kesehatan, distribusi usia populasi, tingkat tes, atau jenis coronavirus yang berbeda mungkin juga berpengaruh.

Namun Backman juga menyebut, tidak satu pun dari faktor-faktor ini yang tampaknya memainkan peran penting.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sama-sama Badan Jaminan Sosial, Apa Beda BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

Sama-sama Badan Jaminan Sosial, Apa Beda BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

Tren
Mengenal Kamala Harris, Cawapres yang Akan Dampingi Joe Biden Lawan Donald Trump

Mengenal Kamala Harris, Cawapres yang Akan Dampingi Joe Biden Lawan Donald Trump

Tren
Fakta tentang Kasus Baru Covid-19 di Selandia Baru Setelah 102 Hari

Fakta tentang Kasus Baru Covid-19 di Selandia Baru Setelah 102 Hari

Tren
Perjalanan Kasus Jaksa Pinangki, dari Foto Bersama Djoko Tjandra hingga Menjadi Tersangka

Perjalanan Kasus Jaksa Pinangki, dari Foto Bersama Djoko Tjandra hingga Menjadi Tersangka

Tren
Patut untuk Dipahami, Berikut Beda Psikotropika dan Narkotika

Patut untuk Dipahami, Berikut Beda Psikotropika dan Narkotika

Tren
Mengenal Apa Itu Microneedling yang Tengah Viral di Media Sosial...

Mengenal Apa Itu Microneedling yang Tengah Viral di Media Sosial...

Tren
Viral, Video Pemotor Berkaus Polisi Lakukan Atraksi Lepas Setang dan Tak Gunakan Helm

Viral, Video Pemotor Berkaus Polisi Lakukan Atraksi Lepas Setang dan Tak Gunakan Helm

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Kerangka T-Rex Ditemukan di South Dakota

Hari Ini dalam Sejarah: Kerangka T-Rex Ditemukan di South Dakota

Tren
Update Virus Corona di Dunia 12 Agustus: 20,4 Juta Orang Terinfeksi | Peringatan WHO soal Perawatan Gigi

Update Virus Corona di Dunia 12 Agustus: 20,4 Juta Orang Terinfeksi | Peringatan WHO soal Perawatan Gigi

Tren
Cara Cek Saldo JHT dan Status Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan via Situs Web

Cara Cek Saldo JHT dan Status Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan via Situs Web

Tren
Cara Memastikan Dapat Bantuan Karyawan Rp 600.000 atau Tidak

Cara Memastikan Dapat Bantuan Karyawan Rp 600.000 atau Tidak

Tren
[POPULER TREN] Mengenal Apa Itu Bintang Mahaputera Nararya | Rincian Pokok Materi Tes SKB CPNS 2019

[POPULER TREN] Mengenal Apa Itu Bintang Mahaputera Nararya | Rincian Pokok Materi Tes SKB CPNS 2019

Tren
Amonium Nitrat Sebabkan Ledakan Lebanon, Negara Mana yang Masih Menyimpan?

Amonium Nitrat Sebabkan Ledakan Lebanon, Negara Mana yang Masih Menyimpan?

Tren
20 Juta Orang Terinfeksi, Ini Update 6 Kandidat Vaksin Corona di Dunia

20 Juta Orang Terinfeksi, Ini Update 6 Kandidat Vaksin Corona di Dunia

Tren
Belajar dari Kasus Nenek di Indramayu, Bagaimana Pertolongan Pertama Saat Disembur Ular?

Belajar dari Kasus Nenek di Indramayu, Bagaimana Pertolongan Pertama Saat Disembur Ular?

Tren
komentar
Close Ads X