Beda Pengertian tentang Mudik dari Menhub Budi Karya dan Presiden Jokowi

Kompas.com - 09/05/2020, 07:32 WIB
Ilustrasi Mudik KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi Mudik

KOMPAS.com - Kebingungan masyarakat Indonesia perihal istilah dan aturan mudik maupun pulang kampung semakin bertambah.

Hal itu terjadi setelah Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi mengeluarkan pernyataan bahwa mudik dan pulang kampung adalah hal yang sama.

Budi Karya, yang berhasil sembuh setelah menderita Covid-19, mengeluarkan pernyataan tersebut saat menjawab kritik dari anggota Komisi V Fraksi Partai Kesatuan Bangsa (PKB), Neng Eeem Marhamah Zulfa Hiz.

Baca juga: Pemerintah Ingatkan Mudik Tetap Dilarang Meski Transportasi Beroperasi

" Mudik dan pulang kampung itu sama dan sebangun. Jangan membuat itu dikotomi. Jadi enggak ada perbedaan, berulang-ulang di sidang kabinet jangan pulang kampung, jangan mudik. Jadi please, jangan menginterpretasikan satu bahasa dengan bahasa lain sehingga mendasarkan orang bisa pulang," kata Budi dalam rapat kerja virtual bersama Komisi V DPR, Rabu (6/5/2020).

Seperti diberitakan Kompas.com (6/5/2020) Budi menjelaskan, ada beberapa kategori yang dikecualikan untuk bisa melakukan perjalanan ke luar daerah yaitu pejabat negara, TNI dan Kepolisian, Kedutaan hingga penegak hukum.

Baca juga: Denda Rp 100 Juta Hanya Diberikan buat Pengendara yang Ngotot Mudik

Namun, harus disertai dengan surat rekomendasi dari instansi masing-masing. "Bapak ibu (anggota DPR) adalah termasuk yang pertama pimpinan lembaga tinggi yang dimungkinkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, adapun pengecualian untuk mereka yang boleh bepergian adalah masyarakat yang bekerja pada sektor tertentu dan memiliki keperluan khusus. 

"Dimungkinkan kepada orang-orang berkebutuhan khusus sebagai contoh ada orang tua yang sakit, anak akan nikah, atau di Jakarta saat ini ada kurang lebih 10.000 pegawai musiman enggak bisa bekerja di Jakarta, bisa diberikan rekomendasi, jadi kami siapkan untuk pulang," kata dia. 

Baca juga: Nekat Mudik, Desa di Boyolali Siapkan Rumah Karantina di Depan Makam

Jokowi sebut mudik beda dengan pulang kampung

Mengutip Kompas.com (23/4/2020) Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa mudik berbeda dari pulang kampung.

Hal itu disampaikan Jokowi menjawab pertanyaan mengapa pemerintah tak melarang masyarakat mudik sejak penetapan tanggap darurat Covid-19 sehingga mata rantai penularan ke daerah bisa terputus sejak awal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber kompas.com
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

INFOGRAFIK: 10 Provinsi di Indonesia dengan Kasus Covid-19 Aktif Terbanyak

INFOGRAFIK: 10 Provinsi di Indonesia dengan Kasus Covid-19 Aktif Terbanyak

Tren
Ditangkap KPK Terkait Ekspor Benur, Berapa Gaji dan Tunjangan Menteri KKP Edhy Prabowo?

Ditangkap KPK Terkait Ekspor Benur, Berapa Gaji dan Tunjangan Menteri KKP Edhy Prabowo?

Tren
Menteri KP Edhy Prabowo Ditangkap KPK, 'Bu Susi' Trending di Twitter

Menteri KP Edhy Prabowo Ditangkap KPK, "Bu Susi" Trending di Twitter

Tren
Keadilan Vaksin Corona untuk Seluruh Manusia

Keadilan Vaksin Corona untuk Seluruh Manusia

Tren
Presiden Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog: Jangan Didukung Diskon Tiket!

Presiden Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog: Jangan Didukung Diskon Tiket!

Tren
Sosok Tino Sidin, Seniman Indonesia yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Sosok Tino Sidin, Seniman Indonesia yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Tren
Update Corona Dunia 25 November: 60 Juta Infeksi | Lonjakan Kasus Covid-19 di AS karena OTG

Update Corona Dunia 25 November: 60 Juta Infeksi | Lonjakan Kasus Covid-19 di AS karena OTG

Tren
5 Hal soal Vaksin AstraZeneca dan Oxford, dari Efektivitas hingga Harga

5 Hal soal Vaksin AstraZeneca dan Oxford, dari Efektivitas hingga Harga

Tren
Banyak Pekerja Belum Dapat BLT Subsidi Gaji Termin II, Ini Penjelasan Kemenaker

Banyak Pekerja Belum Dapat BLT Subsidi Gaji Termin II, Ini Penjelasan Kemenaker

Tren
5 Sayuran Ini Cocok Dikonsumsi untuk Diet dan Menurunkan Berat Badan

5 Sayuran Ini Cocok Dikonsumsi untuk Diet dan Menurunkan Berat Badan

Tren
Hari Guru Nasional, Ini Bantuan Pemerintah untuk Pendidik di Tengah Pandemi Covid-19

Hari Guru Nasional, Ini Bantuan Pemerintah untuk Pendidik di Tengah Pandemi Covid-19

Tren
Hari Guru Nasional: Mengenang Sosok Sartono, Pencipta Lagu Hymne Guru

Hari Guru Nasional: Mengenang Sosok Sartono, Pencipta Lagu Hymne Guru

Tren
[POPULER TREN] Hari Guru Nasional 2020 | 10 Provinsi dengan Kasus Covid-19 Aktif Terbanyak

[POPULER TREN] Hari Guru Nasional 2020 | 10 Provinsi dengan Kasus Covid-19 Aktif Terbanyak

Tren
10 Provinsi dengan Kasus Covid-19 Aktif Terbanyak di Indonesia

10 Provinsi dengan Kasus Covid-19 Aktif Terbanyak di Indonesia

Tren
Asteroid Berdiameter 500 Meter Dekati Bumi, Apakah Berbahaya?

Asteroid Berdiameter 500 Meter Dekati Bumi, Apakah Berbahaya?

Tren
komentar
Close Ads X