Ada Apa di Balik Kartu Prakerja?

Kompas.com - 06/05/2020, 09:15 WIB
Banyak pekerja yang di-PHK berusaha mendaftarkan diri untuk mendapat bantuan lewat skema Kartu Prakerja ADITYA PRADANA PUTRA/AntaraBanyak pekerja yang di-PHK berusaha mendaftarkan diri untuk mendapat bantuan lewat skema Kartu Prakerja


HUJAN kritik menerpa program Kartu Prakerja sejak diluncurkan 11 April 2020. Salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo saat pilpres lalu ini dinilai terlalu dipaksakan untuk bisa terlaksana saat bangsa ini berjibaku menghadapi pandemi Corona.

Kritik bahkan datang dari partai-partai koalisi pemeritah yang dulu mendukung program ini sebagai salah satu janji kampanye Presiden Jokowi.

Semula, atau saat dijanjikan pada masa kampanye pilpres lalu, Kartu Prakerja didesain sebagai program yang dijalankan saat situasi normal.

Melalui program ini, pemerintah memberikan pelatihan kepada angkatan kerja untuk meningkatkan kompetensi, sekaligus memberikan insentif bagi mereka untuk memulai ikhtiarnya. Pelatihan pun akan diberikan secara langsung, bukan daring.

Belum sempat program ini berjalan, Virus Corona datang menghantam yang membuat dunia usaha babak belur. Jutaan pekerja di-PHK dan dirumahkan. Jutaan pelaku usaha kecil kehilangan pencaharian. Jaring pengaman sosial (JPS) mesti disiapkan untuk membantu mereka.

Pemerintah lantas banting stir. Program Kartu Prakerja dijadikan salah satu bagian dari JPS, bersama dengan PKH (Program Keluarga Harapan), BLT (Bantuan Langsung Tunai), bantuan sembako, dan berbagai insentif lainnya.

Anggaran Kartu Prakerja dinaikkan dua kali lipat menjadi Rp 20 triliun untuk 5,6 juta peserta. Setiap peserta menerima Rp 3.550.000 dalam bentuk bantuan dana pelatihan sebesar Rp 1 juta dan sisanya insentif tunai yang diberikan bersyarat dan bertahap.

Peserta wajib mengikuti pelatihan secara daring yang disediakan oleh mitra Kartu Prakerja. Tentu saja dengan membayar dari dana pelatihan yang diberikan oleh pemerintah. Pemerintah menyebutnya sebagai semi-BLT.

Kebijakan ini lah yang memicu kritik. Tak hanya itu, implementasinya pun tak luput dari sasaran kritik. Para ekonom, aktivis, anggota DPR, hingga pengamat dan akademisi ramai-ramai bersuara.

Dinilai sia-sia

Memberikan pelatihan kepada para pekerja dan warga yang terdampak karena pandemi Corona dinilai tak membantu. Mereka lebih membutuhkan bantuan tunai untuk menyambung hidup ketimbang peningkatan kompetensi.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Ini Nekat Gowes 3.500 km Selama 48 Hari untuk Pulang Kampung

Mahasiswa Ini Nekat Gowes 3.500 km Selama 48 Hari untuk Pulang Kampung

Tren
Saat Pesta Pernikahan dan Wisuda Berujung Infeksi Virus Corona...

Saat Pesta Pernikahan dan Wisuda Berujung Infeksi Virus Corona...

Tren
Lonjakan Kasus Virus Corona di Sejumlah Daerah, Perlukah PSBB Kembali Diterapkan?

Lonjakan Kasus Virus Corona di Sejumlah Daerah, Perlukah PSBB Kembali Diterapkan?

Tren
Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara, Ini Imbauan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara, Ini Imbauan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

Tren
Ini Kriteria Sembuh Pasien Covid-19 Menurut Aturan Baru Menkes

Ini Kriteria Sembuh Pasien Covid-19 Menurut Aturan Baru Menkes

Tren
Besok Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Kembali Arah Kiblat!

Besok Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Kembali Arah Kiblat!

Tren
Pemilik Pub Ini Pasang Pagar Listrik agar Pengunjung Patuhi Jarak Aman

Pemilik Pub Ini Pasang Pagar Listrik agar Pengunjung Patuhi Jarak Aman

Tren
Selain Gugatan Hak Waris Anak Pendiri Sinar Mas, Ini Kasus Sengketa Harta Konglomerat Indonesia

Selain Gugatan Hak Waris Anak Pendiri Sinar Mas, Ini Kasus Sengketa Harta Konglomerat Indonesia

Tren
Pemerintah Ganti Istilah ODP, PDP, dan OTG Covid-19, Apakah Perlu?

Pemerintah Ganti Istilah ODP, PDP, dan OTG Covid-19, Apakah Perlu?

Tren
60 Detik di Lift, Seorang Perempuan Tanpa Gejala Tularkan Virus Corona kepada Puluhan Orang

60 Detik di Lift, Seorang Perempuan Tanpa Gejala Tularkan Virus Corona kepada Puluhan Orang

Tren
Freddy Widjaja Gugat Hak Waris, Ini Gurita Bisnis Sinar Mas yang Didirikan Eka Tjipta

Freddy Widjaja Gugat Hak Waris, Ini Gurita Bisnis Sinar Mas yang Didirikan Eka Tjipta

Tren
Banjir Bandang Terjang Masamba Luwu Utara, Berikut Analisis BMKG

Banjir Bandang Terjang Masamba Luwu Utara, Berikut Analisis BMKG

Tren
INFOGRAFIK: Jangan Turunkan Masker ke Dagu!

INFOGRAFIK: Jangan Turunkan Masker ke Dagu!

Tren
Simak Jadwal Terbaru Keberangkatan Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Berlaku 20 Juli

Simak Jadwal Terbaru Keberangkatan Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Berlaku 20 Juli

Tren
Kasus Covid-19 Melonjak, Kota-kota Ini Kembali Berlakukan Lockdown

Kasus Covid-19 Melonjak, Kota-kota Ini Kembali Berlakukan Lockdown

Tren
komentar
Close Ads X