Ingin Dapat Uang Rp 600.000 dari Pemerintah? Ini Skema Penyaluran, Kuota, dan Syaratnya

Kompas.com - 06/05/2020, 06:13 WIB
Ilustrasi uang pinjaman. Dok. KredivoIlustrasi uang pinjaman.

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan oleh adanya transfer dana Rp 600.000 di BRI.

Ternyata, dana tersebut merupakan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Sosial ( Kemensos), Pos Indonesia, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). 

Bantuan ini diberikan kepada masyarakat terdampak, baik yang sudah atau belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemensos.

Adapun bantuan sosial tunai yang diberikan sebesar Rp 600.000 setiap bulannya dan akan berlangsung selama tiga bulan.

Baca juga: Ditambah hingga 37.735, Kuota Penerima Bansos di Depok Kini Mencapai 48.158 KK

Juru Bicara Kemensos Adhy Karyono mengatakan, pemerintah daerah (Pemda) diberikan keleluasaan untuk mengajukan penerima bantuan ini.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan penerima bantuan sosial tunai ini sebanyak 9 juta keluarga di luar wilayah Jabodetabek.

"Kebebasannya diserahkan kepada Pemda. Jadi kita hanya memberikan ancer-ancer (perkiraan) ini data non-DTKS (di wilayah itu)," kata Adhy saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/5/2020).

Baca juga: Bawaslu: Larangan dan Sanksi Kepala Daerah Politisasi Bansos Terkendala Regulasi

Penyaluran melalui Himbara dan Pos Indonesia

Adhy mengaku bahwa pembayaran bantuan senilai Rp 600.000 telah dimulai sejak beberapa hari yang lalu.

Bantuan akan disalurkan melalui transfer ke rekening masing-masing penerima atau melalui PT Pos Indonesia.

"Kalau BST memang ada melalui rekening di BRI, BNI, Mandiri, dan BTN. Jumlahnya ternyata tidak banyak," kata Adhy.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Buat Akun dan Syarat Daftar Prakerja 2021

Cara Buat Akun dan Syarat Daftar Prakerja 2021

Tren
Profil dan Harta Kekayaan Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan yang Diduga Terlibat Kasus Suap

Profil dan Harta Kekayaan Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan yang Diduga Terlibat Kasus Suap

Tren
Yogyakarta Alami Hari Tanpa Bayangan Siang Ini, Berikut Jadwal di Daerah Lain

Yogyakarta Alami Hari Tanpa Bayangan Siang Ini, Berikut Jadwal di Daerah Lain

Tren
Nurdin Abdullah, dari Akademisi hingga Jadi Tersangka Korupsi

Nurdin Abdullah, dari Akademisi hingga Jadi Tersangka Korupsi

Tren
Mengenang 13 Tahun Kepergian Gito Rollies dan Perjalanan Hidupnya...

Mengenang 13 Tahun Kepergian Gito Rollies dan Perjalanan Hidupnya...

Tren
Negara yang Telah Menerima Skema Covax WHO, Mana Saja?

Negara yang Telah Menerima Skema Covax WHO, Mana Saja?

Tren
Vaksin Nusantara dan Gelora Semangat Kebanggaan Nasional

Vaksin Nusantara dan Gelora Semangat Kebanggaan Nasional

Tren
Profil Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan yang Ditangkap KPK

Profil Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan yang Ditangkap KPK

Tren
Update Corona Global: 5 Negara dengan Kasus Covid-19 Terbanyak | Vaksin Sputnik V Efektif Lawan Varian Virus Corona

Update Corona Global: 5 Negara dengan Kasus Covid-19 Terbanyak | Vaksin Sputnik V Efektif Lawan Varian Virus Corona

Tren
Perjalanan Nurdin Abdullah, Diciduk KPK, Jadi Tersangka, dan Langsung Ditahan

Perjalanan Nurdin Abdullah, Diciduk KPK, Jadi Tersangka, dan Langsung Ditahan

Tren
4 Faktor yang Menyebabkan Fobia, Rasa Takut yang Berlebihan

4 Faktor yang Menyebabkan Fobia, Rasa Takut yang Berlebihan

Tren
Nurdin Abdullah, OTT Pertama Kepala Daerah pada 2021

Nurdin Abdullah, OTT Pertama Kepala Daerah pada 2021

Tren
Ramai Skema Ponzi Terkait Vtube, Apa Bedanya dengan MLM? Ini Kata Ahli

Ramai Skema Ponzi Terkait Vtube, Apa Bedanya dengan MLM? Ini Kata Ahli

Tren
Siap-siap, Ini Jadwal Pembukaan Pendaftaran Prakerja Gelombang 13

Siap-siap, Ini Jadwal Pembukaan Pendaftaran Prakerja Gelombang 13

Tren
[POPULER TREN] Cara Mengecek Lolos Tidaknya Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 12 | Penyebab Microsoft Sebut Warganet Indonesia Tidak Sopan Se-Asia Tenggara

[POPULER TREN] Cara Mengecek Lolos Tidaknya Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 12 | Penyebab Microsoft Sebut Warganet Indonesia Tidak Sopan Se-Asia Tenggara

Tren
komentar
Close Ads X