Kompas.com - 05/05/2020, 06:42 WIB
Seekor harimau sumatera berendam di kolam di kandangnya di Kebun Binatang Medan (Medan Zoo), Sabtu, 27 Februari 2016. Sejak penutupan, Medan Zoo kini menggalang koin donasi untuk kebutuhan makanan satwa. KOMPAS.COM/DEWANTOROSeekor harimau sumatera berendam di kolam di kandangnya di Kebun Binatang Medan (Medan Zoo), Sabtu, 27 Februari 2016. Sejak penutupan, Medan Zoo kini menggalang koin donasi untuk kebutuhan makanan satwa.

KOMPAS.com - Penutupan kebun binatang di seluruh Indonesia pada masa pandemi virus corona menimbulkan masalah baru bagi perawatan satwa-satwa yang menghuni tempat tersebut.

Hilangnya pemasukan utama kebun binatang dari tarif tiket masuk yang dikenakan kepada pengunjung yang datang merupakan penyebabnya.

Mengikuti instruksi dari pemerintah pusat dan daerah untuk menekan laju penyebaran Covid-19, seluruh kebun binatang di Indonesia sudah berhenti beroperasi sejak pertengahan Maret 2020.

Meski ada kebun binatang milik pemerintah daerah yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sebagian besar masih mengandalkan pemasukan dari tiket pengunjung sehingga penutupan operasi sangat berpengaruh terhadap keuangan mereka.

Berdasarkan data dari Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) , anggota-anggota PKBSI mengelola satwa sebanyak 4.912 jenis dengan total 70.000 individu satwa yang terdiri dari mammalia, unggas, reptil dan ikan.

PKBSI menaungi 57 kebun binatang dan lembaga konservasi.

Baca juga: Kebun Binatang Bandung Terancam Potong Rusa untuk Pakan Satwa

PKBSI juga menyerap sedikitnya 22 ribu orang pekerja yang bekerja di berbagai sektor, seperti staff keeper dan dokter hewan.

Biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap bulannya mencapai Rp 60 miliar yang mencakup antara lain biaya pakan satwa dan gaji pegawai.

"Ini yang perlu diketahui, bahwa pengelolaan kebun binatang itu berbeda dengan bisnis/perusahaan. Ketika bisnis/perusahaan diminta tutup, maka mereka bisa tutup total, libur. Tetapi kebun binatang harus tetap beroperasi meskipun tidak ada pengunjung yang datang. Karena ada satwa yang harus diberi makan, harus dirawat, tidak bisa di-stop. Ini menyangkut nyawa makhluk hidup," kata Ketua Umum PKBSI Rahmat Shah saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/5/2020).

Rahmat menyebutkan, dalam kondisi normal, angka kunjungan ke kebun binatang setiap tahunnya bisa mencapai 50 juta kunjungan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.