Kompas.com - 01/05/2020, 19:06 WIB

KOMPAS.com - Kasus virus corona Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan angka peningkatan. Sampai bulan April 2020 berakhir, Indonesia mencatatkan total kasus positif Covid-19 sebanyak 10.118 kasus dan telah melakukan tes sebanyak 72.351 kali.

Pasien yang masih berada dalam perawatan sebanyak 7.804 orang, sementara yang sudah dinyatakan sembuh berjumlah 1.522 orang. Sementara korban meninggal dunia mencapai 792 orang dengan rasio kematian berada di angka 7,8 persen.

Data tersebut diperoleh dari laman kawalcovid19.id (1/5/2020). 

Baca juga: Pemerintah Prediksi Kepulangan WNI Jelang Lebaran Masih Banyak

5 Provinsi dengan kasus terbanyak

DKI Jakarta berada di urutan pertama provinsi dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia. Ibukota mencatat adanya 4.175 kasus positif, 486 pasien yang dinyatakan sembuh dan 371 orang korban meninggal.

Jawa Barat berada di posisi kedua dengan total kasus sebanyak 1.012 kasus, 143 pasien dinyatan sembuh dan 83 orang korban meninggal.

Jawa Timur menempati urutan ketiga dengan jumlah kasus positif sebanyak 958 kasus, 157 pasien berhasil sembuh dan 96 pasien meninggal.

Jawa Tengah yang berada di urutan keempat, mencatat total kasus positif Covid-19 sebanyak 724 kasus, dengan 102 orang pasien dinyatakan sembuh dan 59 orang meninggal dunia.

Sulawesi Selatan menempati urutan kelima dengan total kasus positif Covid-19 sebanyak 491 kasus, 122 pasien berhasil sembuh sementara 37 orang dinyatakan meninggal dunia.

5 Provinsi dengan rasio kematian tertinggi

Sumatera Utara menjadi provinsi dengan rasio kematian akibat Covid-19 tertinggi di Indonesia, yakni sebesar 11,1 persen. Terdapat 117 kasus positif, 41 pasien berhasil sembuh dan 13 orang meninggal dunia.

Lampung menempati urutan kedua dengan rasio kematian akibat Covid-19 sebesar 10,9 persen. Terdapat 46 kasus positif, 13 pasien berhasil sembuh dan 5 orang meninggal dunia. 

Baca juga: Soal Prediksi Akhir Pandemi Corona, Modelling Kebijakan dan Tes Covid-19...

Banten menempati urutan ketiga dengan rasio kematian akibat Covid-19 sebesar 10,1 persen. Terdapat 404 kasus positif, 34 pasien berhasil sembuh dan 41 orang meninggal dunia. 

Sumatera Barat berada di posisi keempat dengan rasio kematian akibat Covid-19 sebesar 10,1 persen. Terdapat 148 kasus positif, 25 pasien berhasil sembuh dan 15 orang meninggal dunia.

Kepulauan Riau berada di posisi kelima dengan rasio kematian akibat Covid-19 sebesar 10,1 persen. Terdapat 89 kasus positif, 11 pasien berhasil sembuh dan 9 orang meninggal dunia. 

5 Hari penambahan kasus baru terbanyak

Selama bulan April, tercatat ada lima hari yang mengalami lonjakan kasus positif yang cukup banyak. Pertama terjadi pada Minggu, 12 April 2020 dengan adanya penambahan 399 kasus baru.

Kemudian, pada Jumat, 17 April 2020 dengan adanya penambahan 407 kasus baru. Lalu pada Jumat, 24 April 2020 terjadi penambahan 436 kasus baru.

Pada Sabtu, 25 April 2020 penambahan kasus sedikit berkurang bila dibandingkan dengan hari sebelumnya. Terdapat 396 kasus baru pada 25 April 2020.

Pada Selasa, 28 April 2020 terdapat penambahan 415 kasus baru.

Baca juga: Tanggapan Ahli UI Soal Prediksi Corona di Indonesia Berakhir Juni

Prediksi tren kasus di bulan Mei

Pada bulan Mei, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia secara nasional diprediksi masih akan meningkat.

Peningkatan, terutama akan terjadi di daerah-daerah karena adanya perpindahan penduduk, khususnya dari DKI Jakarta yang merupakan pusat penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Hal ini karena adanya arus pendatang ke daerah asal ditambah dengan makin bertambahnya kasus-kasus akibat adanya penyebaran lokal dari beberapa kluster yang sudah menyebar sebelumnya. Seperti yang terjadi di Gowa," kata Dicky Budiman, epidemiolog dari Griffith University Australia

Sehingga Dicky menyebut perlu adanya penguatan sektor medis di daerah-daerah, tidak hanya dari segi fasilitas kesehatan tetapi juga peningkatan tes dan pelacakan kontak.

"Selain itu saya sarankan isolasinya terpusat saja. Disediakan oleh pemda. Jangan di rumah," kata Dicky.

Untuk menekan kemungkinan agar Orang Dalam Pantauan (ODP) yang diisolasi kabur dari pusat isolasi, Dicky menekankan pentingnya pendampingan secara psikologis terhadap mereka yang diisolasi.

"Isolasi terpusat harus dilengkapi dukungan lainnya seperti psikis dan edukasi, agar mereka (ODP) paham dan tenang. Ketidaktahuan menyebabkan masyarakat panik, dan tidak taat," kata Dicky.

Baca juga: Epidemiolog: Cuaca dan Geografis Indonesia Tak Signifikan Hambat Penyebaran Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.