Kasus Covid-19 Menurun, Sejumlah Negara Mulai Melonggarkan Pembatasan

Kompas.com - 28/04/2020, 07:00 WIB
Seorang wanita berjalan dengan kereta bayi di sepanjang Via dei Fori Imperiali yang kosong, saat Italia melakukan tindakan tegas untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, di Roma, Italia, Senin (23/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/REMO CASILLISeorang wanita berjalan dengan kereta bayi di sepanjang Via dei Fori Imperiali yang kosong, saat Italia melakukan tindakan tegas untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, di Roma, Italia, Senin (23/3/2020).

KOMPAS.com – Jumlah infeksi kasus virus corona sampai dengan Senin (27/4/2020) telah mencapai 3.006.232 kasus.

Adapun jumlah kematian akibat Covid-19 sebanyak 207.265 orang, dan pasien yang sembuh sebanyak 883.238.

Meskipun secara global kasus infeksi masih bertambah, akan tetapi sejumlah negara telah menunjukkan tanda-tanda bisa mengendalikan virus dan telah mulai melonggarkan penguncian.

Baca juga: UN 2020 Ditiadakan karena Corona, Berikut Sejumlah Negara yang Menerapkan Kebijakan Serupa

Berikut sejumlah negara yang mulai melonggarkan kunciannya:

1. Selandia Baru

Melansir dari SCMP, Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Senin (27/4/2020) mengklaim bahwa negaranya telah mencetak kemenangan yang signifikan terhadap penyebaran virus corona.

Selandia Baru secara bertahap juga mulai melonggarkan kuncian di negaranya.

“Tidak ada transmisi komunitas yang tersebar luas dan tidak terdeteksi di Selandia Baru. Kami telah memenangkan pertempuran itu,” ujar Ardern.

Negara ini sebelumnya, selama lima mingu melakukan pembatasan tingkat empat yang berarti maksimal, di mana hanya layanan penting yang beroperasi.

Kini mulai Senin (27/4/2020) malam, Selandia Baru akan menurunkan level ke tingkat tiga yang akan memungkinkan beberapa bisnis, gerai makanan cepat saji dan sekolah dibuka kembali.

Meski demikian dia menyampaikan belum ada kepastiaan kapan kehidupan akan benar-benar kembali normal.

“Semua orang ingin mengembalikan kontak sosial yang kita semua lewatkan. Tetapi untuk melakukannya dengan percaya diri kita perlu bergerak perlahan dan kita perlu bergerak hati-hati,” tuturnya.

Baca juga: Bagaimana Merawat Keluarga yang Jalani Isolasi Mandiri Covid-19? Berikut Tata Caranya..

2. Korea Selatan

Orang yang memakai masker untuk melindungi dari tertular penyakit coronavirus (Covid-19) berjalan di sepanjang jalan di Seoul, Korea Selatan.REUTERS/Kim Hong-ji Orang yang memakai masker untuk melindungi dari tertular penyakit coronavirus (Covid-19) berjalan di sepanjang jalan di Seoul, Korea Selatan.

Pada Senin (27/4/2020), Korea Selatan hanya melaporkan 10 kasus baru virus corona, hal itu merupakan hari ke-26 negara itu melaporkan kasus di bawah 100 secara berturut-turut.

Tren penurunan kasus di Korea Selatan mendorong para pejabat untuk mempertimbangkan membuka kembali sekolah-sekolah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan mengatakan total jumlah kasus nasional negara ini adalah 10.738 kasus dan 243 kematian.

Adapun 1.044 kasus infeksi merupakan kasus impor. Tetapi, jumlah inipun juga telah menunjukkan penurunan dalam beberapa pekan terakhir di tengah kontrol perbatasan yang diperketat.

Korea Selatan sejauh ini menerapkan program tes dan karantina yang aktif. Cara tersebut banyak dinilai sebagai langkah yang cukup berhasil untuk memperlambat penyebaran tanpa melakukan lockdown atau larangan bisnis.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X