Bos-bos Mafia Italia Bisa Bebas dari Penjara dengan Alasan Bahaya Corona

Kompas.com - 24/04/2020, 16:15 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

Alasannya karena mereka berisiko mengalami komplikasi dalam kasus infeksi Covid-19.

Saat ini ada 74 bos mafia dengan kondisi kesehatan yang serius ditahan berdasarkan pasal 41-bis dari hukum pidana Italia.

Aturan itu memungkinkan pihak berwenang untuk menangguhkan hak penjara biasa dengan tujuan memutuskan hubungan dengan rekan kriminal di luar.

Baca juga: Covid-19: Di Balik Wabah, Mafia Italia Mengintip Celah

Usia lanjut

Para tahanan termasuk Leoluca Bagarella (78), seorang bos Sisilia yang bertanggung jawab atas puluhan pembunuhan, Raffaele Cutolo (78), pemimpin Nuova Camorra Organizzata, saat ini menjalani beberapa hukuman seumur hidup juga karena kasus pembunuhan.

Juga bos dari klan Bellocco dari 'Ndrangheta dan Sisilia "bos bos" Nitto Santapaola (81).

Presiden komisi antimafia Sisilia, Claudio Fava, mengatakan pihaknya khawatir bos mafia dapat memanfaatkan krisis virus corona untuk mengamankan pembebasan mereka.

"Ketika infeksi mulai berkurang, [berpotensi] melepaskan bos dalam isolasi di bawah 41-bis, seperti Santapaola dan Bagarella, adalah pelanggaran terhadap ribuan korban usia lanjut dari virus corona ini," kata Fava.

Sebelumnya ayah Fava, Giuseppe, dibunuh oleh mafia atas perintah Santapaola.

Baca juga: 14 Tahun Hilang, Dua Masterpiece Van Gogh Ditemukan di Rumah Mafia Italia

Pemerintah membantah

Menteri Kehakiman Italia Alfonso Bonafede membantah dan mengklarifikasi pada hari Rabu bahwa pihaknya mengetahui keputusan untuk membebaskan pada mafioso ini.

Menurut Bonafede keputusan pembebasan beberapa bos mafia tidak diambil oleh pemerintah dan dia mengaku akan memeriksa laporannya.

"Risikonya adalah kita akan menemukan virus mafia di jalan-jalan bersama virus corona," kata Lirio Abbate, jurnalis dan editor nasional L'Espresso, yang saat ini hidup di bawah perlindungan polisi setelah menerima berbagai ancaman pembunuhan dari mafia.

"Ini akan menjadi pandemi ganda yang tidak boleh kita biarkan terjadi," kata Abbate lagi.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X