Per April 2020 Tarif BPJS Kesehatan Batal Naik, Berikut Rincian Iurannya

Kompas.com - 22/04/2020, 14:34 WIB
Logo BPJS Kesehatan Dok. BPJS KesehatanLogo BPJS Kesehatan

KOMPAS.com - Pemerintah memutuskan untuk membatalkan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta Bukan Pekerja (BP).

Keputusan pemabatalan kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut mulai berlaku mulai 1 April 2020. 

 

Keputusan tersebut diambil berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7/P/HUM/2020 yang membatalkan kenaikan iuran jaminan kesehatan bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta Bukan Pekerja (BP) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan Batal Naik, Bagaimana yang Sudah Telanjur Bayar?

 

Artinya, besaran iuran yang dibayarkan oleh peserta kembali disesuaikan dengan Peraturan Presiden Nomor 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah menghormati keputusan MA.

"Prinsipnya, Pemerintah ingin agar keberlangsungan JKN terjamin dan layanan kesehatan pada masyarakat dapat diberikan sebagai bentuk negara hadir," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Mulai Berlaku per April 2020

Tarif iuran BPJS Kesehatan 

Iuran BPJS Kesehatan yang sejak Januari naik pun kembali ke tarif sebelum ada kenaikan iuran. Berikut rincian tarif iuran BPJS Kesehatan bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta Bukan Pekerja (BP). 

1. Kelas III dari Rp 42.000 kembali menjadi Rp 25.500,

2. Kelas II dari Rp 110.000 menjadi Rp 51.000,

3. Kelas I dari Rp 160.000 menjadi Rp 80.000.

Putusan MA Nomor 7P/HUM/2020 diterima Pemerintah secara resmi pada tanggal 31 Maret 2020 berdasarkan surat dari Panitera Muda Tata Usaha Negara Mahkamah Agung Nomor 24/P.PTS/III/2020/7P/HUM/2020 tanggal 31 Maret 2020 perihal Pengiriman Putusan Perkara Hak Uji Materiil Reg. No. 7P/HUM/2020.

Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan Batal Naik

Butuh waktu 90 hari pelaksanaan putusan MA 

Sesuai ketentuan Pasal 8 ayat (2) Peraturan Mahkamah Agung No. 01/2011 tentang Hak Uji Materiil, Pemerintah mempunyai waktu paling lambat 90 hari untuk melaksanakan Putusan MA tersebut (sampai dengan 29 Juni 2020).

Pemerintah saat ini sedang membahas langkah-langkah strategis yang akan dilakukan untuk menyikapi putusan tersebut.

Namun, pemerintah terus berupaya agar pelayanan terhadap peserta BPJS berjalan baik, serta tetap menjaga demi mempertahankan kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Baca juga: Resmi Batalkan Iuran BPJS Kesehatan, Pemerintah Akan Terbitkan Perpres Baru

 

Langkah strategis itu akan tertuang dalam rencana penerbitan Peraturan Presiden yang substansinya antara lain mengatur keseimbangan dan keadilan besaran iuran antar-segmen peserta.

Lalu, dampak terhadap kesinambungan program dan pola pendanaan JKN, konstruksi ekosistem jaminan kesehatan yang sehat, termasuk peran Pemerintah (pusat dan daerah).

Rancangan Peraturan Presiden tersebut telah melalui proses harmonisasi dan selanjutnya akan berproses paraf para menteri dan diajukan penandatanganan kepada Presiden.

Baca juga: Gebah Corona, Upaya BPJS Kesehatan, IDI, dan Republika Lawan Covid-19


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenang 'Si Anak Pantai' Imanez dan Perjalanan Hidupnya...

Mengenang "Si Anak Pantai" Imanez dan Perjalanan Hidupnya...

Tren
Mengenang Jasa Slamet Mulyono Bapak Jamu Gendong

Mengenang Jasa Slamet Mulyono Bapak Jamu Gendong

Tren
Video Viral Mobil Keluarkan Asap Putih Pekat Disebut sebagai Diesel Runaway, Apa Itu?

Video Viral Mobil Keluarkan Asap Putih Pekat Disebut sebagai Diesel Runaway, Apa Itu?

Tren
Benarkah Baja Ringan Bisa Hantarkan Arus Listrik?

Benarkah Baja Ringan Bisa Hantarkan Arus Listrik?

Tren
Jelang Pendaftaran CPNS 2021, Formasi Nakes Ini Wajib Punya STR Aktif, Apa Saja?

Jelang Pendaftaran CPNS 2021, Formasi Nakes Ini Wajib Punya STR Aktif, Apa Saja?

Tren
Dua Juta Kasus Covid-19 dan Kontribusi Minimal yang Bisa Kita Lakukan

Dua Juta Kasus Covid-19 dan Kontribusi Minimal yang Bisa Kita Lakukan

Tren
Covid-19 Tembus 2 Juta, Ini Langkah Pemerintah dan Pentingnya Peran Masyarakat

Covid-19 Tembus 2 Juta, Ini Langkah Pemerintah dan Pentingnya Peran Masyarakat

Tren
Update Corona Global 22 Juni 2021: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 2 Juta | Ancaman Duterte Penjarakan Warga Filipina yang Menolak Vaksinasi

Update Corona Global 22 Juni 2021: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 2 Juta | Ancaman Duterte Penjarakan Warga Filipina yang Menolak Vaksinasi

Tren
Persiapan Seleksi CPNS 2021, Pelajari Materi SKD dan SKB Ini

Persiapan Seleksi CPNS 2021, Pelajari Materi SKD dan SKB Ini

Tren
Tembus 2 Juta Kasus, Berikut Provinsi dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Tembus 2 Juta Kasus, Berikut Provinsi dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Tren
Penebalan PPKM Mikro: Gelar Hajatan Tidak Ada Hidangan Makan di Tempat

Penebalan PPKM Mikro: Gelar Hajatan Tidak Ada Hidangan Makan di Tempat

Tren
Kenapa Jakarta dan Depok Terasa Dingin? Ini Penjelasan BMKG

Kenapa Jakarta dan Depok Terasa Dingin? Ini Penjelasan BMKG

Tren
Ramai Ibu Hamil Perlu Tes Covid-19 Rutin, Ini Kata Dokter

Ramai Ibu Hamil Perlu Tes Covid-19 Rutin, Ini Kata Dokter

Tren
[POPULER TREN] Alasan Permintaan Penghentian Penggunaan Tes GeNose | Alarm Tubuh yang Menandakan Anda Kebanyakan Zat Gula

[POPULER TREN] Alasan Permintaan Penghentian Penggunaan Tes GeNose | Alarm Tubuh yang Menandakan Anda Kebanyakan Zat Gula

Tren
Ramai soal Uang Rp 1,5 Juta Tiba-tiba Masuk Rekening dari Pinjol, Ini Kata OJK

Ramai soal Uang Rp 1,5 Juta Tiba-tiba Masuk Rekening dari Pinjol, Ini Kata OJK

Tren
komentar
Close Ads X