6 Hal tentang "Habis Gelap Terbitlah Terang", Kumpulan Surat Kartini yang Dijadikan Buku

Kompas.com - 21/04/2020, 15:31 WIB
Raden Ajeng Kartini. Hari kelahirannya, 21 April diperingati sebagai Hari Kartini setiap tahun. Dok. KOMPASRaden Ajeng Kartini. Hari kelahirannya, 21 April diperingati sebagai Hari Kartini setiap tahun.

5. Sulastin Sutrisno

Selain diterjemahkan Armijn Pane, buku kumpulan surat R.A. Kartini juga diterjemahkan oleh Sulastin Sutrisno.

Pada mulanya Sulastin menerjemahkan "Door Duisternis Tot Licht" di Universitas Leiden, Belanda saat dia melanjutkan studi di bidang sastra tahun 1972.

Pada 1979, sebuah buku berisi terjemahan Sulastin Sutrisno versi lengkap "Door Duisternis Tot Licht" pun terbit dengan judul "Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya".

Sulastin mengungkapkan, judul terjemahan seharusnya menurut bahasa Belanda adalah: "Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsa Jawa". Menurutnya, meskipun tertulis Jawa, yang didamba Kartini sesungguhnya adalah kemajuan seluruh bangsa Indonesia.

Baca juga: Hari Kartini di Tengah Pandemi Corona, Ahok Ingat Kutipan Kartini Ini

Salah satu alasan mengapa Sulastin berkeinginan menerjemahkan secara lengkap "Door Duisternis Tot Licht" karena dipandang semakin lama semakin sedikit orang di negeri ini yang menguasai bahasa Belanda.

Berbeda dengan " Habis Gelap Terbitlah Terang" yang oleh Armijn Pane sengaja dibuat lebih ringkas, buku terjemahan Sulastin ingin menyajikan lengkap surat-surat Kartini yang ada pada "Door Duisternis Tot Licht".

Selain diterbitkan dalam "Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya", terjemahan Sulastin Sutrisno juga dipakai dalam buku "Kartini, Surat-surat kepada Ny RM Abendanon- Mandri dan Suaminya".

Baca juga: Kisah Kartini dan Kardinah, Ramalan dan Firasat yang Jadi Kenyataan...

6. Terjemahan versi Joost CotÚ

Buku lain yang berisi terjemahan surat-surat Kartini adalah "Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900- 1904", diterjemahkan oleh Joost CotÚ.

Joost tak hanya menerjemahkan surat- surat yang ada dalam "Door Duisternis Tot Licht" versi Abendanon, namun juga menerjemahkan seluruh surat asli Kartini pada Nyonya Abendanon-Mandri hasil temuan terakhir.

Pada buku terjemahan Joost CotÚ, dapat ditemukan surat-surat yang tidak ada dalam "Door Duisternis Tot Licht" versi Abendanon. Menurutnya, seluruh pergulatan Kartinisudah saatnya untuk diungkap.

Buku "Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900- 1904" memuat 108 surat-surat Kartini kepada Nyonya Rosa Manuela Abendanon- Mandri dan suaminya JH Abendanon, termasuk di dalamnya 46 surat yang dibuat Rukmini, Kardinah, Kartinah, dan Soematrie.

Baca juga: Pesan Sri Mulyani di Hari Kartini: Sudahkah Berbuat Baik ke Sesama?

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X