Kenapa Pasien Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh Tiba-tiba Meninggal Dunia?

Kompas.com - 20/04/2020, 12:57 WIB
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.

KOMPAS.com – Dua pasien Covid-19 meninggal dunia usai dinyatakan sembuh dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit.

Satu pasien yang meninggal tersebut merupakan pasien berusia 41 tahun yang dipulangkan dari sebuah rumah sakit di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Yang bersangkutan dipulangkan dari Rumah Sakit pada Jumat (17/4/2020) pukul 11.00 WIB, tidak begitu lama, pasien tersebut meninggal pada pukul 23.00 WIB.

Dia hanya bertahan 12 jam sejak dipulangkan dari rumah sakit.

Sedangkan satu pasien lainnya adalah pasien yang dirawat di daerah Lumajang, Jawa Timur.

Baca juga: Mengapa Masyarakat Indonesia Susah untuk Diminta Tetap di Rumah Saat Pandemi Corona?

Lantas kenapa mereka yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 tiba-tiba meninggal dunia?

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof Dr David S Perdanakusuma menjelaskan bisa jadi selain persoalan corona, pasien yang bersangkutan juga mempunyai kondisi lain atau penyakit lain yang menyertai.

"Jadi ketika hasil tesnya negatif maka perlu disertai evaluasi klinis secara menyeluruh (untuk memastikan tidak ada penyakit kronis lainnya selain Covid-19)," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/4/2020).

Prof David menambahkan, virus SARS-CoV-2 yang ada di pasien yang bersangkutan mungkin sudah hilang atau tidak ada, namun bukan berarti kerusakan yang ditimbulkan juga sudah membaik. 

"Jadi sepertinya, jika dinyatakan negatif sudah menganggap sembuh dari sakitnya. Virusnya mungkin sudah hilang namun bukan berarti kerusakan yang telah ditimbulkan juga sudah membaik," katanya lagi.

Baca juga: Ramai soal Penolakan Jenazah Covid-19, Dokter: Pasien Meninggal, Virus Pun Mati

 

Riwayat penyakit lain

Staf medis mendorong pasien di brankar menuju helikopter di Rumah Sakit Emile Muller Mulhouse, timur Perancis, untuk dievakuasi ke fasilitas medis lain pada 19 Maret 2020 di tengah penyebaran virus corona.AFP/SEBASTIEN BOZON Staf medis mendorong pasien di brankar menuju helikopter di Rumah Sakit Emile Muller Mulhouse, timur Perancis, untuk dievakuasi ke fasilitas medis lain pada 19 Maret 2020 di tengah penyebaran virus corona.

Ia mengingatkan untuk tidak hanya berfokus pada persoalan virus corona saja.

“Saat ini fokus kita tersita pada virus corona, jadi sepertinya jika dinyatakan negatif sudah menganggap sembuh dari sakitnya,” kata dia.

Apa yang terjadi saat ini, imbuhnya merupakan sebuah dilema lantaran banyaknya pasien yang dirawat, sementara tempatnya juga terbatas. Sehingga kondisi yang membaik dapat diteruskan dengan perawatan di rumah.

"Yang menjadi pertanyaan, apakah dipulangkan karena sudah sembuh atau sudah dinyatakan negatif namun perlu pengawasan," terang dia.

Ia menuturkan, pasien jika diperkenankan pulang dengan hasil negatif seperti dinyatakan sembuh mungkin masih memerlukan perawatan lanjutan yang juga perlu diobservasi.

"Makanya hasil tes perlu disertai evaluasi klinis secara menyeluruh," pungkasnya.

Baca juga: Bagaimana Virus Corona Menyerang Tubuh Penderitanya?

 

Kasus Lumajang dan Madura

Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.

Melansir dari pemberitaan Kompas.com Sabtu, (18/4/2020) pasien asal Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur sempat berada di rumah selama lima jam usai diperbolehkan pulang karena dinyatakan sembuh.

Ia dipulangkan pukul 11.00 WIB dan meninggal pada pukul 23.00 WIB.

Pasien dinyatakan sembuh berdasar hasil tes Balitbangkes Jakarta.

Pasien ini memiliki gejala kesehatan lain yakni sakit jantung, kelainan darah dan asma.

Sementara itu, pasien AZ asal lumajang meninggal usai dua hari dinyatakan sembuh.

AZ sempat dirawat di rumah sakit selama 14 hari saat dirawat ia tak menunjukkan gejala apa pun.

Ia disebut dalam kondisi sehat selama menjalani perawatan di ruang isolasi.

Ia dinyatakan sembuh usai menjalani tes swab dan dinyatakan negatif Covid-19.

Selanjutnya ia dipulangkan dan menjalani karantina selama dua minggu.

Baca juga: Simak, Ini 10 Cara Pencegahan agar Terhindar dari Virus Corona

KOMPAS.com/AKbar Bhayu Tamtomo Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X