Ramadhan di Tengah Pandemi Corona, Persiapan Muslim di Inggris Beribadah Saat Lockdown

Kompas.com - 19/04/2020, 19:03 WIB
Sebuah poster yang ditempelkan di sebuah bus tingkat di kota London, Inggris mempromosikan Islam yang cinta damai. Realstreet.co.uk/Al ArabiyaSebuah poster yang ditempelkan di sebuah bus tingkat di kota London, Inggris mempromosikan Islam yang cinta damai.

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan sebentar lagi hadir. Miliaran umat muslim di seluruh dunia kini bersiap untuk memasuki bulan suci di tengah situasi pandemi Covid-19.

Begitu pula dengan umat muslim di Inggris yang bersiap untuk menyambut kehadiran bulan Ramadan di saat masa lockdown yang masih diberlakukan sejak 23 Maret lalu.

Melansir The Guardian (18/4/2020) di masjid Finsbury Park, London utara biasanya sekitar 2.000 orang setiap hari menghadiri ibadah berjemaah. Relawan juga berdesakan di dapur masjid untuk menyiapkan buka puasa bagi 300 orang setiap malam.

Namun hal tersebut tidak akan dijumpai pada tahun ini.

Baca juga: Simak, Ini Daftar Barang Impor yang Bebas Pajak karena Wabah Corona

"Kami akan melewatkan semua itu. Saya mengunjungi masjid minggu lalu,sangat memilukan melihatnya kosong dan sunyi," kata Mohammed Kozbar, sekretaris umum masjid.

Gerbang masjid terkunci dengan hanya penjaga keamanan yang berpatroli di ruang ibadah dan ruang komunitas.

Masjid-masjid di sebagian besar negara juga mengalami hal yang sama. Situs suci Mekah dan Madinah di Arab Saudi berada di bawah jam malam. Masjid al-Aqsa dan Dome of the Rock di Kota Tua Yerusalem ditutup selama masa pandemi.

Baca juga: Ini Alasan Guru SD Avan Datangi Satu Per Satu Muridnya di Tengah Wabah Corona

Ramadhan akan terasa berbeda

Di Inggris, Dewan Muslim Inggris (MCB) menyerukan penangguhan semua kegiatan di masjid dan pusat kegiatan Islam pada 16 Maret, seminggu sebelum pemerintah mengumumkan semua tempat ibadah harus ditutup di bawah perintah lockdown.

Pada hari Jumat, Dewan Penasihat Nasional Masjid dan Imam mengatakan tempat ibadah umat Islam akan tetap ditutup selama bulan Ramadhan hingga lockdown berakhir.

"Sangat tidak tepat untuk berjemaah shalat Tarawih atau mengadakan pertemuan keagamaan selama bulan Ramadhan ini di setiap masjid atau rumah dengan orang-orang yang bukan anggota keluarga," kata Qari Asim, seorang imam Leeds dan Ketua Dewan Penasihat Nasional Masjid. 

Baca juga: Kematian Pria Akibat Virus Corona Lebih Tinggi, Ini Penyebabnya

Dia menambahkan, selama epidemi keinginan untuk menyelamatkan nyawa harus didahulukan dibanding keinginan untuk melakukan shalat berjemaah. 

Bagi umat Islam, tidak dapat ikut shalat berjemaah dan berbuka puasa bersama keluarga dan kerabat selama Ramadhan adalah “tantangan emosional, frustrasi, dan terasa asing”, tambah dia.

Shelina Janmohamed, penulis Generasi M: Muslim Muda Mengubah Dunia dan Wakil Presiden Pemasaran Islam di Ogilvy Consulting, mengatakan, Ramadhan tahun ini akan menjadi yang paling tidak biasa dalam hidupnya.

Baca juga: 2 Dokter di Yogyakarta Positif Terjangkit Virus Corona

 

"Dan saya pikir dalam memori hidup umat Islam di seluruh Inggris," kata dia. 

Bulan suci Ramadhan adalah masa kebersamaan secara fisik dan spiritual. Keduanya adalah akar dari bulan suci dan terbentuk menjadi nostalgia karena tradisi dan ritual.

"Bahkan mereka yang biasanya tidak mengklasifikasikan diri mereka sebagai Muslim yang taat merasa tertarik pada Ramadhan karena perasaan kebersamaan dan komunitas itu tertanam dalam diri kita sejak kecil,” kata Shelina.

Baca juga: Nekat Menikah Saat Pandemi Corona, Vebby Palwinta Ungkap Alasannya

Manfaatkan teknologi

Seperti umat agama lain, umat Islam juga menggunakan teknologi untuk menghadapi tantangan beribadah di saat lockdown. Ibadah selama Ramadan dan pembacaan Al-Qur'an malam hari akan diadakan secara online.

Sementara, penggalangan dana untuk zakat juga akan dilakukan lewat platform digital. Platform seperti Zoom diharapkan bisa menjadi sarana untuk mengadakan buka puasa bersama.

Kajian sedang disusun oleh para pakar Islam tentang pembebasan kewajiban puasa bagi orang-orang yang rentan terhadap virus corona.

“Ramadhan ini akan berjalan lebih lambat. Itu akan memberi kita lebih banyak waktu untuk refleksi dan kesempatan untuk lebih dekat dengan Allah," kata Harun Khan, Sekretaris Jenderal MCB.

Baca juga: Studi Antibodi Tunjukkan Tingkat Infeksi Corona Bisa Lebih Tinggi

Alih-alih mengunjungi masjid yang berbeda setiap hari, Khan akan menghabiskan Ramadhan di rumah bersama keluarga dekatnya.

Sementara menurut Asim, kemungkinan akan ada sekelompok kecil orang yang mencoba untuk mengadakan buka puasa atau shalat Tarawih berjemaah di rumah mereka. "Pesan saya kepada mereka adalah keegoisan tidak memiliki tempat di hadapan Allah," kata dia. 

Dia juga memperingatkan bahwa kelompok sayap kanan ekstrem  akan berusaha menggunakan pandemi untuk menciptakan perpecahan dan mengkambinghitamkan umat Muslim untuk penyebaran virus.

Baca juga: Pembangunan Pabrik Hyundai Jalan Terus di Tengah Pandemi Corona

Berbagi buka puasa

Di Masjid Finsbury Park, ada rencana untuk mendistribusikan makanan berbuka puasa kepada orang-orang yang membutuhkan. 

Menurut Kozbar, beberapa orang telah menghubungi pihak masjid untuk turut membantu membagikan makanan buka puasa. 

Selama Ramadhan, masjid ini akan menyiarkan ceramah dan doa, menawarkan konseling online dan mengorganisir anggotanya untuk membagikan makanan kepada staf-staf di rumah sakit terdekat.

“Lockdown ini adalah sesuatu yang baru bagi kami. Seperti halnya bagi orang lain. Ini adalah waktu yang sangat sulit, tetapi kami ingin melakukan apa yang kami bisa," kata Kozbar.

Baca juga: 20 Staf di Istana Presiden Afghanistan Tertular Virus Corona


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pecah Rekor 8.369 Kasus dalam Sehari, Berikut 3 Provinsi yang Catatkan Kasus Covid-19 Lebih dari 1.000

Pecah Rekor 8.369 Kasus dalam Sehari, Berikut 3 Provinsi yang Catatkan Kasus Covid-19 Lebih dari 1.000

Tren
Ramai soal Insentif Prakerja Disebut Akan Ditunda Mulai 15 Desember-5 Januari 2021, Ini Penjelasannya...

Ramai soal Insentif Prakerja Disebut Akan Ditunda Mulai 15 Desember-5 Januari 2021, Ini Penjelasannya...

Tren
Penjelasan BRI soal Adanya Notif SMS Dana BLT UMKM tetapi Belum Terdaftar di eform.bri.co.id

Penjelasan BRI soal Adanya Notif SMS Dana BLT UMKM tetapi Belum Terdaftar di eform.bri.co.id

Tren
Menantikan Kemeriahan Djakarta Warehouse Project Virtual dan Cara Daftar V-Pass DWP 2020...

Menantikan Kemeriahan Djakarta Warehouse Project Virtual dan Cara Daftar V-Pass DWP 2020...

Tren
Pilkada 2020, Menyoal Petugas KPPS yang Akan Datangi Pasien Covid-19 Saat Pencoblosan

Pilkada 2020, Menyoal Petugas KPPS yang Akan Datangi Pasien Covid-19 Saat Pencoblosan

Tren
[HOAKS] Vaksin Covid-19 Disimpan pada Suhu Dingin Bisa Sebabkan Manipulasi Genetik

[HOAKS] Vaksin Covid-19 Disimpan pada Suhu Dingin Bisa Sebabkan Manipulasi Genetik

Tren
INFOGRAFIK: Daftar 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

INFOGRAFIK: Daftar 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

Tren
Hindari Bencana Kekeringan dengan Teknik Meredupkan Matahari? Ini Tanggapan BMKG...

Hindari Bencana Kekeringan dengan Teknik Meredupkan Matahari? Ini Tanggapan BMKG...

Tren
Foto Viral Menu Indomie Goreng Topping Emas 24 Karat di Dubai, Ini Penjelasan Indofood

Foto Viral Menu Indomie Goreng Topping Emas 24 Karat di Dubai, Ini Penjelasan Indofood

Tren
BSU Belum Juga Cair? Ini Penjelasan Kemenaker...

BSU Belum Juga Cair? Ini Penjelasan Kemenaker...

Tren
Sejarah Hari Disabilitas Internasional dan Upaya Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas...

Sejarah Hari Disabilitas Internasional dan Upaya Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas...

Tren
[KLARIFIKASI] Informasi Penerimaan Pegawai di Biro Umum & PBJ Setjen Kemendikbud

[KLARIFIKASI] Informasi Penerimaan Pegawai di Biro Umum & PBJ Setjen Kemendikbud

Tren
Kemenag Salurkan BSU Rp 1,8 Juta untuk Guru Non-PNS, Ini Rinciannya...

Kemenag Salurkan BSU Rp 1,8 Juta untuk Guru Non-PNS, Ini Rinciannya...

Tren
Sejumlah Petugas Medis di AS Enggan Jadi Pihak Pertama yang Terima Vaksin Covid-19

Sejumlah Petugas Medis di AS Enggan Jadi Pihak Pertama yang Terima Vaksin Covid-19

Tren
Indofood Group Buka Lowongan Pekerjaan di Banyak Posisi, Ini Perincian dan Syaratnya...

Indofood Group Buka Lowongan Pekerjaan di Banyak Posisi, Ini Perincian dan Syaratnya...

Tren
komentar
Close Ads X