Kompas.com - 16/04/2020, 08:02 WIB
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj. ANTARA FOTO/Moch AsimPetugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.

KOMPAS.com - Banyak keluhan mengenai website milik pemerintah karena sulit diakses dan sering error.

Salah satunya terjadi pada pendaftaran program Kartu Prakerja yang dikeluhkan netizen lantaran sulitnya mengakses program yang ditujukan khususnya untuk karyawan yang terdampak akibat penyakit Covid-19 tersebut.

Pemilik akun Twitter @kejO_Online mencuitkan bahwa dirinya kesulitan saat ingin mengunggah dokumen di laman pendaftaran kartu prakerja.

Baca juga: Banyak Dikeluhkan, Mengapa Website Milik Pemerintah Kerap Error dan Susah Diakses?

"Daftar kartu prakerja susah bener yak, gagal di bagian sehabis posting foto KTP sama foto selfie, ga bisa pas klik lanjut," kata dia.

Dosen Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Nurcahya Pradana Taufik Prakisya menjelaskan, ada beberapa cara agar sukses mengakses website milik pemerintah yang kadang error dan lemot.

Hal itu disampaikan Nurcahya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/4/2020).

Baca juga: Baru Dibuka, Netizen Keluhkan Pendaftaran Kartu Prakerja Eror

Berikut 5 cara yang dapat dilakukan:

1. Akses saat jam malam atau dini hari

Nurcahya menjelaskan, buka atau akses website tersebut pada jam-jam sepi pengunjung atau jarang ada yang mengakses, misalnya waktu jam malam.

"Contoh kasus kalau pengumuman CPNS, pasti rame banget yang akses kan. Di jam-jam sibuk pasti susah banget diakses. Tapi kalau malam atau dini hari bisa lancar," kata Nurcahya.

Namun, apabila tidak dibarengi dengan kualitas server yang handal, menurutnya akan sulit kiranya bisa melayani semua request akses.

2. Koneksi harus stabil

Selain itu, menurut Nurcahya, koneksi yang digunakan untuk mengakses website juga harus stabil.

Apabila koneksi tidak lancar atau lemot, hal itu juga akan sama saja.

"Tapi cek koneksi masing-masing juga. Kalau lemot ya sama aja bohong, pasti jauh lebih susah akses webnya," jelas Nurcahya.

Ia mengatakan, lokasi seseorang saat mengakses website juga turut berpengaruh.

"Lokasi kaitannya dengan koneksi tadi. Kalau lokasinya jauh dari peradaban ya susah juga," kata Nurcahya.

Baca juga: Mengenal Investasi Bodong MeMiles Beromzet Rp 750 Miliar dan Cara Kerjanya

3. Gunakan web browser reliable

Maksudnya adalah gunakan web browser yang sudah teruji dan dipercaya kualitasnya.

Nurcahya mencontohkan, web browser tersebut seperti Mozilla Firefox atau Google Chrome.

"Pastikan di dalamnya juga tidak terdapat add on yang aneh-aneh," kata dia lagi.

Berdasarkan pengalamannya, kedua browser tersebut handal dan dapat menjalankan script-script khusus seperti javascript dengan baik.

Selain itu, support center-nya juga berjalan dengan baik.

"Load time-nya juga relatif lebih cepat dibanding yang lain," terang dia.

Baca juga: Bukan untuk Menggaji Pengangguran, Pemilik Kartu Prakerja Tetap Dapat Insentif?

4. Pertimbangkan gunakan PC atau laptop

Nurcahya menyarankan agar pengguna website yang dirasa akan sulit diakses, untuk menggunakan personal computer (PC) atau laptop.

"Coba juga aksesnya dengan perangkat laptop atau desktop PC," kata Nurcahya.

Ia tidak menyarankan untuk membuka website tersebut menggunakan gadget atau telepon genggam.

Hal itu lantaran adanya perbedaan kecepatan yang lumayan signifikan.

"Lumayan signifikan, apalagi kalau buka yang ada konten berat seperti flash atau video," jelas Nurcahya.

Nurcahya menjelaskan, dikarenakan ada komponen GPU yang ikut berperan dalam menjalankan konten tersebut dan sudah bisa dipastikan GPU pada komputer lebih handal ketimbang handphone.

Graphics Processing Unit (GPU) merupakan sebuah prosesor khusus untuk bagian grafis 3D dari microprocessor.

Baca juga: Informasi Lengkap Kartu Prakerja: Manfaat, Sasaran hingga Cara Mendaftar

5. Nyalakan cached pada browser

Terakhir, Nurcahya menyarankan agar menyalakan cached pada web browser dan cara ini berlaku bagi yang browser-nya perlu dinyalakan secara manual.

Cached dapat diartikan sebagai tempat penyimpanan sementara perangkat, yang menyimpan tipe data tertentu.

"Ini salah satu metode penyimpanan resource data yang sering diakses supaya tidak perlu load ulang resource terlalu banyak," kata Nurcahya.

Adapun cached ini terdapat di menu setting atau configurasi yang ada di dalam web browser.

Baca juga: Menilik Jaringan 5G di Tahun 2020...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.