Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bagaimana Pantauan Terakhir Gunung Merapi?

Kompas.com - 11/04/2020, 13:31 WIB
Penampakan Gunung Merapi dari Pos Selo, Boyolali, Senin (18/11/2019) pukul 06.02 WIB. Dok. PVMBGPenampakan Gunung Merapi dari Pos Selo, Boyolali, Senin (18/11/2019) pukul 06.02 WIB.

KOMPAS.com - Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi pada Jumat (10/4/2020) malam masih ramai diperbincangkan publik.

Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi sebanyak dua kali pada pukul 21.58 WIB dan 22.35 WIB, dengan kolom erupsi setinggi 200-500 meter dari puncak.

Selain gunung dengan tinggi 157 meter dari permukaan laut ini, banyak juga yang bertanya dan membicarakan kondisi Gunung Merapi saat ini.

Beberapa waktu lalu, Gunung Merapi, yang masuk dalam dua wilayah, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, juga mengalami erupsi.

Gunung berketinggian 2.968 meter dari permukaan laut ini, berada pada tingkat aktivitas level II atau waspada.

Melansir informasi resmi, Gunung Merapi mengalami erupsi pada 10 April 2020 pukul 09.10 WIB.

Data seismogram menunjukkan, erupsi Merapi kemarin berdurasi 103 detik, dengan amplitudo 75 mm.

Tinggi kolom 3.000 meter dari puncak dan tiupan angin menuju ke arah barat laut.

Baca juga: Gunung Merapi Kembali Meletus, Tinggi Kolom Capai 3.000 Meter

Pantauan pengamatan

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi pada 3-9 April 2020, terlihat kubah lava dalam kondisi stabil, di mana potensi bahaya berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.

Sementara itu, pantauan pengamatan pada 10 April 2020 pukul 18.00-24.00 WIB menunjukkan bahwa Gunung Merapi terlihat jelas hingga tertutup kabut.

Rekaman seismograf mencatat adanya 1 kali gempa letusan, 18 kali gempa ditunda, 15 kali gempa frekuensi rendah, 6 kali gempa hybrid, 1 kali gempa vulkanik dangkal, dan 7 kali gempa tektonik lokal.

Tidak diperbolehkan ada aktivitas masyarakat di area dalam radius 3 kilometer dari puncak.

Sementara, di luar radius tersebut, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

Masyarakat diminta untuk mewaspadai bahaya lahar saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi.

Terkait dengan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation), pada 2 April 2020 pukul 15.10 WIB, mengirimkan kode warna orange, dengan abu vulkanik teramati dengan ketinggian 5.968 meter di atas permukaan laut atau sekitar 3.000 meter di atas puncak.

Baca juga: Gunung Merapi Meletus, Hujan Abu Tipis Terjadi di Sleman 

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X