Cerita Para Pelajar di China Persiapkan Diri Hadapi Gaokao Setelah Pandemi Virus Corona Reda...

Kompas.com - 11/04/2020, 10:39 WIB
Orang-orang mengenakan masker sampai di Stasiun Kereta Hankou, Wuhan, untuk menumpang kereta pertama setelah pemerintah mencabut lockdown guna menangkal virus corona pada 8 April 2020. Sudah 76 hari warga ibu kota Hubei tersebut dikarantina demi mencegah penyebaran wabah. AFP/NOEL CELISOrang-orang mengenakan masker sampai di Stasiun Kereta Hankou, Wuhan, untuk menumpang kereta pertama setelah pemerintah mencabut lockdown guna menangkal virus corona pada 8 April 2020. Sudah 76 hari warga ibu kota Hubei tersebut dikarantina demi mencegah penyebaran wabah.

KOMPAS.com - Seorang pelajar dari salah satu sekolah di Wuhan, China, Xiong Yanfei, setiap hari belajar di rumah agar dapat mengerjakan ujian sekolah.

Dilansir dari CNN, Xiong mulai belajar pukul 08.00 pada pagi hari, dan selesai pada pukul 11.00 pada malam hari.

Aktivitas ini dijalaninya kala lockdown karena wabah virus corona selama lebih dari tiga bulan terakhir.

Biasanya, saat di sekolah, ia memiliki sedikit waktu untuk istirahat siang.

Namun, saat pandemi virus corona, ia harus belajar seharian di depan laptop karena adanya penguncian di Kota Wuhan.

"Saya sangat cemas. Ujian masuk perguruan tinggi merupakan titik balik yang penting. Latar belakang pendidikan seseorang sangat penting. Hanya ada sedikit sekali orang sukses yang tidak berpendidikan tinggi," ujar Xiong, seperti diberitakan CNN.

Baca juga: Lockdown Berakhir di Wuhan, Aplikasi Permohonan Menikah Error karena Pendaftar Membludak

Setiap tahun, jutaan siswa SMA dan SMK di seluruh China mengikuti ujian masuk perguruan tinggi yang dikenal dengan Gaokao.

Prosesi Gaokao akan berlangsung 9 jam selama 2 hari dan mencakup empat mata pelajaran yaitu:

  • Matematika
  • Bahasa Inggris
  • Sains (Fisika, Kimia, dan Biologi), dan
  • Ilmu Sosial (Politik, Sejarah, dan Geografi).

Nilai tinggi dalam ujian merupakan satu-satunya cara untuk masuk ke universitas-universitas top di China.

Jika memiliki nilai Gaokao yang tinggi, menurut Xiong, akan membantu mengamankan masa depannya. 

Tekanan besar harus ditanggung siswa agar sukses dalam ujian. Pada 2019, Pemerintah China meminta orangtua dan guru untuk tidak membebani mereka dengan tugas lainnya.

Awalnya, Gaokao akan dilaksanakan pada Juni 2020. Akan tetapi, karena situasi wabah virus corona, Pemerintah China telah menunda pelaksanaan hingga satu bulan.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X