Kisah Sopir Bus Meninggal karena Corona, Sempat Ingatkan Penumpang yang Batuk

Kompas.com - 07/04/2020, 19:49 WIB
Ilustrasi Bus Malam. SHUTTERSTOCK/LASSEDESIGNENIlustrasi Bus Malam.

KOMPAS.com – Seorang sopir bus di Detroit, Michigan, Amerika Serikat meninggal akibat virus corona.

Ironisnya sopir tersebut meninggal beberapa hari usai membuat video untuk mengingatkan semua orang yang naik bus agar lebih peduli kepada para penumpang lain dengan mempedulikan etika batuk di tempat umum.

Sopir bus bernama Jason Hargrove itu berusaha mengingatkan agar orang-orang menanggapi pandemi virus corona dengan serius.

Ingatkan bahaya virus corona

Dalam video yang beredar, terlihat Jason bercerita bahwa dia kesal karena ada seorang wanita yang batuk berulang kali dan tidak mengambil upaya menutupi batuknya ketika dia di bus.

“Pengemudi adalah pekerja publik yang melakukan pekerjaan dengan berusaha mencari nafkah yang jujur, untuk melindungi keluarganya. Anda yang naik bus dan batuk beberapa kali tanpa menutup mulut dan Anda tahu bahwa kita di tengah pandemi. Itu membuat saya paham, beberapa orang memang tak peduli,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Berapa Lama Waktu Seseorang yang Terinfeksi Virus Corona hingga Dinyatakan Sembuh?

Empat hari kemudian usai mengunggah video itu pada Sabtu 21 Maret 2020, Hargove (50) jatuh sakit dan meninggal pada Rabu malam.

Meski demikian tidak diketahui dengan pasti bagaimana sopir malang itu terpapar virus corona. 

Glen Tolbert, anggota serikat pengemudi mengatakan, pada 17 Maret, sopir bus Detroit sempat melakukan pemogokan lantaran kesal dengan para penumpang yang batuk dan bersin namun tidak berusaha menutupinya. 

Setelah aksi itu mereka mendapatkan pasokan sarung tangan dan masker dari pemerintah.

Armada bus kemudian juga dibersihkan dan disemprot cairan disinfektan. 

"Kami melihat lebih banyak orang sakit daripada dokter mana pun. Kami adalah responden pertama karena kami menjemput orang sakit membawa mereka ke rumah sakit," ujar Tolbert kepada CNN (03/04/2020).

Respon wali kota

Wali Kota Detroit Mike Duggan sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa para pengemudi menceritakan tentang perilaku penumpang yang batuk dan bersin saat mereka menaruh uang di kotak ongkos.

Duggan juga mengaku telah menonton video yang dibuat Hargrove.

"Aku tidak tahu apakah kamu bisa menontonnya tanpa menangis. Dia tahu hidupnya dalam bahaya. Meski demikian dia akan bekerja untuk warga Detroit setiap hari, untuk seseorang yang mungkin tidak peduli, seseorang yang tidak menganggap ini serius. Dan sekarang dia pergi," ujar wali kota.

Baca juga: Bikin Masker Sendiri di Rumah, Ini Bahan yang Paling Baik Menurut Penelitian

Pengemudi bus di Detroit kini tak lagi membuka pintu depan maupun mengumpulkan ongkos para penumpang.

Sebagai gantinya, kini para penumpang diminta masuk melalui pintu belakang bus.

Hargrove memposting videonya sebelum wali kota memerintahkan adanya perubahan.

Pengemudi bus kini bahkan mendapatkan kamar hotel jika mereka khawatir pulang karena dapat membawa pulang virus ke rumah.

Di Detroit sendiri saat ini dilaporkan telah ada 2.860 orang yang terinfeksi virus corona dan 97 orang meninggal.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X