Saat AS Alami Lonjakan Kasus dan Kematian akibat Virus Corona...

Kompas.com - 03/04/2020, 17:18 WIB
Petugas medis memandu pengendara mobil di stasiun tes Covid-19 drive-thru di Arlington, Virginia, Amerika Serikat (AS), pada 19 Maret 2020. Layanan drive-thru ini dijalankan oleh Virginia Hospital Center and Arlington Country. SHAWN THEW/EPA-EFEPetugas medis memandu pengendara mobil di stasiun tes Covid-19 drive-thru di Arlington, Virginia, Amerika Serikat (AS), pada 19 Maret 2020. Layanan drive-thru ini dijalankan oleh Virginia Hospital Center and Arlington Country.

KOMPAS.com - Angka kematian akibat virus corona di Amerika Serikat cukup tinggi. Dalam sehari dilaporkan lebih dari 800 orang meninggal dunia pada Rabu (1/4/2020).

Dilansir dari CNN, berita tersebut muncul saat terjadi perdebatan mengenai apakah semua orang di AS harus memakai masker atau tidak.

Tidak hanya mengalami lonjakan kematian, jumlah kasus pasien Covid-19 di AS juga mengalami hal yang sama.

Jumlah kasus virus corona di AS melejit melewati 200.000 kasus positif Covid-19 pada Rabu (1/4/2020).

Baca juga: Menilik Bagaimana Penutup Wajah atau Masker Dapat Mengurangi Penyebaran Covid-19

Beberapa negara bagian di AS, termasuk Florida mengatakan kepada warganya untuk tetap tinggal di rumah.

Penularan tanpa gejala

Pengantar barang mengendarai sepedanya menyeberangi 7th Avenue di kawasan Times Square yang kosong akibat meluasnya penularan virus COVID-19, di wilayah Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (23/3/2020).ANTARA FOTO/REUTERS/CARLO ALLEGR Pengantar barang mengendarai sepedanya menyeberangi 7th Avenue di kawasan Times Square yang kosong akibat meluasnya penularan virus COVID-19, di wilayah Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (23/3/2020).

Sementara itu, semakin banyak data yang menunjukkan kasus positif virus corona tanpa gejala yang memicu penyebaran kasus semakin melonjak.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengungkapkan, seperempat penduduk AS yang sakit tidak menunjukkan gejala apa pun.

"Informasi yang telah kami konfirmasi sekarang adalah, sejumlah besar orang yang terinfeksi sebenarnya tidak menunjukkan gejala. Dimungkinkan sebanyak 25 persen," ujar Direktur CDC, dr. Robert Redfield.

Para perjabat tinggi AS memikirkan kembali apakah masyarakat umum harus memakai masker, namun Organisasi kesehatan Dunia (WHO) sedang meninjau saran tersebut, karena menurut mereka jika Anda sehat atau bukan pasien atau tenaga kesehatan tidak perlu menggunakan masker.

Berdasarkan data terbaru Islandia, menunjukkan 50 persen dari mereka yang dites positif mengatakan dirinya tidak memiliki gejala.

Baca juga: Pertama Kalinya Lonjakan Pasien Virus Corona Tanpa Gejala Terjadi di China

Untuk mencegah penyebaran makin meluas, pakar penyakit menular ternama di AS mengatakan, para pejabat kesehatan sedang mempertimbangkan kembali pedoman tentang masker wajah.

Dokter ahli imunologi asal AS, Anthony Fauci menyampaikan, ia akan condong ke arah merekomendasikan masyarakat umum untuk menggunakan masker wajah, selama mereka tidak mengambil jatah untuk tenaga kesehatan.

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X