5 Fakta yang Perlu Diketahui soal Jenazah Covid-19 Ketika Hendak Dimakamkan

Kompas.com - 02/04/2020, 20:20 WIB
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.

KOMPAS.com - Aksi penolakan pemakaman jenazah positif Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru-baru ini ramai menjadi pembahasan warganet di media sosial.

Salah satu penolakan pemakaman jenazah positif Covid-19 tersebut terjadi di Kabupaten Banyumas.

Diketahui, penolakan itu terjadi karena warga takut akan tertular virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.

Baca juga: Ramai Penolakan Warga, Berbahayakah Pemakaman Jenazah Positif Virus Corona di TPU?

Padahal petugas medis telah membungkus jenazah tersebut sesuai SOP pemakaman jenazah.

Lantas, apakah pemakaman jenazah positif Covid-19 di TPU berbahaya dan bisa menularkan virus corona?

Berikut faktanya:

1. Tidak menular

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan, jenazah pasien positif virus corona tidak berbahaya bila dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU).

Pasalnya, telah dilakukan prosedur yang sesuai sebelum dilakukan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19.

"Enggak bahaya, kan sudah dilakukan dan mengikuti prosedur yang seharusnya," katanya kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2020).

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Tim Penanggulangan Bencana RSUP Dr. Kariadi, dr RP Uva Utomo, SpKF.

Ia menjelaskan, jenazah dari pasien yang mengidap penyakit menular jika telah terbungkus plastik secara rapat dan dimasukkan peti, tidak akan menular ke orang lain.

"Jadi, mayat itu dibungkusnya dengan plastik, kalau dengan kain masih ada pori-pori kecil, karena ukuran virus itu sangat kecil, kan kalau dengan plastik jadi tidak menyebar di udara," ujar Uva kepada Kompas.com, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Skenario Penggunaan Listrik Gratis untuk Pengguna Token dan Reguler

Sementara itu, petugas yang memakamkan jenazah wajib memakai kelengkapan alat pelindung diri (APD), seperti pakaian khusus dan masker N95.

2. Harus segera dimakamkan

Selain tidak menulari, Yuri juga menegaskan jenazah positif Covid-19 yang telah dilakukan prosedur harus segera dimakamkan sebelum 24 jam.

Uva menambahkan, jenazah pasien Covid-19 harus dimakamkan dalam waktu maksimal 4 jam bila jasadnya telah keluar dari rumah sakit.

Hal ini guna meminimalisir penyebaran virus corona yang dapat menular melalui udara.

Baca juga: Gejala Corona Terbaru dan Berbagai Upaya Penyembuhan Covid-19

3. Pengantar jenazah dibatasi

Lebih lanjut, Yuri menjelaskan, keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia sebaiknya tidak turut serta dalam pemakaman.

Menurutnya, apabila anggota keluaga datang ke lokasi pemakaman, akan menimbulkan kerumuman di mana dapat berpotensi menularkan virus.

Berdasarkan Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (Covid-19) dari Direktorat Jenderal Pecegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jika keluarga pasien ingin melihat jenazah, diizinkan untuk melakukannya sebelum jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dengan menggunakan APD.

Kemudian, petugas harus memberi penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular.

Sensitivitas agama, adat istiadat, dan budaya harus diperhatikan ketika seorang pasien dengan penyakit menular meninggal dunia.

Baca juga: Mengapa Pasien Suspect Corona yang Meninggal di RSUP Kariadi Harus Dibungkus Plastik?

4. Tidak boleh disuntik pengawet

Hal lain yang perlu diketahui soal penanganan jenazah pasien Covid-19 yakni jenazah tidak boleh dibalsem atau disuntik pengawet.

Kemudian, semisal dilakukan otopsi, selain haru melalui izin keluarga dan Dierktur Ruah Sakit, juga harus dilakukan oleh petugas khusus.

5. Tidak boleh dibuka

Saat jenazah telah selesai dibungkus dengan plastik dan dimasukkan dalam peti, petugas maupun pihak keluarga tidak diperbolehkan membuka lagi.

"Ketika jenazah sudah masuk dalam peti, sudah itu tidak boleh dibuka-buka lagi," ujar Uva.

Sebagai informasi tambahan, pasien yang meninggal karena mengidap penyakit menular (airbrone) hendaknya diantar oleh mobil jenazah khusus dengan petugas yang selalu menggunakan APD lengkap.

Baca juga: Potret Penanganan Virus Corona di Indonesia...

(Sumber: Kompas.com/Retia Kartika Dewi, Dandy Bayu Bramasta | Editor: Virdita Rizki Ratriani, Sari Hardiyanto)

KOMPAS.com/AKbar Bhayu Tamtomo Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X