Menilik Upaya Rumah Sakit di Eropa Saat Menangani Virus Corona...

Kompas.com - 01/04/2020, 10:04 WIB
Sekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. AFP/PAOLO MIRANDASekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.

KOMPAS.com - Penyebaran wabah virus corona semakin masif dan menjadi perhatian dunia.

Saat semakin banyak rumah sakit di Eropa yang tertekuk di bawah tekanan puluhan ribu pasien virus corona, krisis ini mengungkap bahwa sistem kesehatan terbaik di dunia sangat kurang diperlengkapi untuk menangani pandemi.

Dilansir dari SCMP, para ahli wabah mengatakan, sistem rumah sakit pusat Eropa tengah berada di kondisi kurangnya pengalaman mengatasi epidemi dan kepuasan awal yang sebagian disalahkan atas kesedihan pandemi di seluruh dunia.

"Jika Anda menderita kanker, Anda ingin berada di rumah sakit di Eropa," ujar Kepala Operasi Covid-19 untuk Medecins Sans Frontiers di Belgia, Brice de le Vingne.

"Tapi, Eropa belum memiliki wabah besar dalam lebih dari 100 tahun, dan sekarang mereka tidak tahu harus berbuat apa," lanjut dia.

Baca juga: Update Virus Corona di Dunia 1 April: 854.608 Kasus di 201 Negara, 176.908 Sembuh

Peringatan WHO

Petugas Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Agung Cimahi Utara, Jawa Barat, Selasa (17/3/2020). Penyemprotan disinfektan di setiap sudut masjid yang sering digunakan oleh jamaah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) yang telah ditetapkan sebagai pandemik oleh WHO.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI Petugas Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Agung Cimahi Utara, Jawa Barat, Selasa (17/3/2020). Penyemprotan disinfektan di setiap sudut masjid yang sering digunakan oleh jamaah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) yang telah ditetapkan sebagai pandemik oleh WHO.

Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat memperingatkan negara-negara karena menyia-nyiakan kesempatan mereka untuk menghentikan virus.

Kesempatan yang dimaksud yakni negara-negara seharusnya bereaksi lebih agresif sejak dua bulan lalu, termasuk menerapkan pengujian yang lebih luas dan tindakan pengawasan yang lebih kuat.

Sementara itu, Brice dan lainnya mengatakan, pendekatan Eropa untuk memberantas virus corona jenis baru ini pada awalnya terlalu lemah dan sangat kurang dalam dasar-dasar epidemiologi.

Adapun salah satu dasar epidemiologi yang dimaksud, seperti pelacakan kontak.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X