Social Distancing dan Hambatannya dalam Sosio-kultural Indonesia

Kompas.com - 30/03/2020, 14:23 WIB
Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.

Oleh: Rezi Erdiansyah

SEORANG ahli kesehatan dari Kanada, Jeff Kwong, mengatakan bahwa dalam menghindari perkembangan Covid-19, sesungguhnya yang diperlukan adalah physical distancing atau menjaga jarak aman antarindividu dalam interaksi sosial.

Sementara itu, di Indonesia menggunakan istilah social distancing.

Dalam kenyataan memang physical distancing tidak sepenuhnya dapat dipisahkan dengan social distancing.

Akan tetapi, social distancing di dalamnya memiliki dimensi relasi sosial dan emosional.

Oleh sebab itu, kebijakan social distancing kelihatannya belum sepenuhnya dipahami secara baik oleh masyarakat sebagai strategi pencegahan penyebaran Covid-19.

Karena, sekalipun Covid-19 sangat meresahkan masyarakat terkait dengan kesehatan dan keselamatan diri, namun ikatan relasi sosial masih lebih kuat dalam perspektif masyarakat.

Peran dari perspektif interaksionis simbolik dalam social distancing dapat dilihat pada perilaku masyarakat, di mana penggunaan istilah social distancing menjadi dilema dalam penerapannya.

Pertama, masyarakat kesulitan menjalankan social distancing karena kebiasaan dalam kebersamaan, kerja sama, solidaritas, dan sejenisnya sebagai bentuk dari interaksi sosial.

Kedua, bagi masyarakat awam beranggapan social distancing hanya sebatas menjaga jarak, terlihat pada saat ketika berada di area publik seperti ketika melakukan antrian di anjungan tunai mandiri (ATM).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X