Social Media Distancing, Jaga Jarak dengan Hoaks

Kompas.com - 29/03/2020, 10:37 WIB
Halaman Hoaks Buster dalam laman web Covid19.go.id Covid19.go.idHalaman Hoaks Buster dalam laman web Covid19.go.id

Social media distancing adalah self control atau kontrol pribadi pengguna media sosial untuk berjarak dan mengurangi interaksi dengan hoaks Covid-19.

Adapun social media distancing dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini.

  1. Mengecoh pencarian dengan mencari hal-hal baru yang bersifat positif pada seluruh halaman media sosial atau search engine yang Anda gunakan. Lakukan pencarian kata kunci yang berbeda-beda secara terus-menerus;
  2. Tidak melakukan klik, like, comment, dan share jika informasi serupa muncul tiba-tiba pada halaman media sosial Anda. Sistem hanya memastikan apakah Anda masih tertarik atau tidak dengan info tersebut;
  3. Jika sistem masih memberikan hoaks, berilah tanggapan cepat untuk berpaling dari informasi tersebut;
  4. Jika ingin mencari informasi terkait Covid-19, bukalah media online tepercaya yang menyajikan informasi dengan akurat dan bijak;
  5. Melakukan cek fakta melalui website yang disediakan pemerintah Indonesia.

Pemerintah juga sudah mengeluarkan informasi satu pintu tentang Covid-19 melalui halaman Covid19.go.id yang berguna untuk mereduksi hoaks tentang Covid-19.

Sampai tulisan ini dibuat, ada 160 hoaks telah diklarifikasi dalam Covid-19 dan menjadi perhatian serius pemerintah.

Website ini diharapkan dapat membantu mengurangi penyebaran hoaks dan kebingungan masyarakat dalam ruang digital.

Konsep social media distancing dalam komunikasi digital merupakan hal baru, seiring dengan gejolak permasalahan yang terjadi pada masyarakat dan meningkatnya mengakses internet saat ini yang berujung pada ragam permasalahan yang harus dicari solusi untuk meredamnya.

Solusi yang diciptakan dari riset-riset komunikasi memberikan sumbangsih tersendiri dalam perkembangan komunikasi digital dan manfaat bagi masyarakat khususnya diera distruptif saat ini.

Haryatmoko sebagai penulis buku etika komunikasi berpandangan, era distruptif saat ini merupakan era rekayasa fakta agar publik bingung dan salah menafsir informasi.

Informasi dirancang sedemikian rupa untuk membangkitkan kecurigaan dan permusuhan antara kelompok, serta mencari kambing hitam atas masalah yang terjadi.

Tentu saja kita tidak ingin masuk dan menjadi bagian di dalamnya. Social media distancing memberikan keleluasaan jarak untuk mencerna informasi terlebih dahulu, agar tidak terkecoh.

Dengan begitu, informasi yang kita dapatkan dapat bermanfaat untuk diri kita sendiri.

Sinta Paramita, SIP, MA
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X