10 Panduan untuk Orangtua Cegah Anak dari Virus Corona

Kompas.com - 28/03/2020, 13:57 WIB
Ilustrasi anak dan orangtua ShutterstockIlustrasi anak dan orangtua

KOMPAS.com - Virus corona jenis baru yang tengah mewabah saat ini menyasar siapa saja. Salah satu kelompok rentan terinfeksi virus corona adalah kelompok lanjut usia atau lansia.

Selain itu, anak-anak, meski jumlah anak-anak yang menjadi korban jauh lebih sedikit.

Melansir CNN, berikut 10 panduan dari para ahli bagi para orangtua untuk mencegah anak dari infeksi virus corona: 

1. Menjelaskan soal virus corona

Seringkali pembicaraan mengenai virus corona tak pernah melibatkan anak-anak, meski mereka sebenarnya juga telah mendengarkan hal itu.

Seorang dokter anak dan anggota American Academy of Pediatrics Council tentang Dosaster Preparadness David Schonfeld menyarankan agar orangtua mulai mengajak berbicara anak soal hal virus corona ini.

" Anak-anak dapat salah dalam mengartikan sesuatu, mereka dapat membuat generalisasi berlebihan dan percaya informasi yang salah," kata David.

Menurut dia, orangtua tidak dapat mengandalkan anak-anak untuk mengemukakan topik-topik yang sulit, seperti virus corona ini.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk menjadi sumber informasi dan memberitahu mereka bahwa virus corona bisa menginfeksi anak-anak.

Baca juga: Rasakan Gejala Terinfeksi Virus Corona, Psikosomatik atau Bukan? Ini Cara Membedakannya

2. Ajukan pertanyaan

David mengatakan, setiap orangtua pasti ingin meyakinkan anak-anak mereka.

Namun, hal itu tak bisa didapatkan jika orangtua tidak tahu apa yang dikhawatirkan anak-anak.

Untuk itu, beberapa pertanyaan berikut bisa diajukan untuk mengetahui kekhawatiran mereka sekaligus membuka percakapan:

  • Ada banyak pembicaraan tentang virus corona, katakan apa yang sudah kamu dengar tentang itu
  • Apa pendapatmu tentang virus corona?
  • Bagaimana perasaanmu?
  • Pertanyaan apa yang kamu punya?

Psikolog dan profesor di Duke University Robin Gurwitch mengatakan, mengajukan pertanyaan bisa memberitahu orangtua dari mana informasi yang didapatkan anak-anak itu berasal.

"Ini memungkinkan kita untuk memperbaiki informasi yang salah, mengklarifikasi dan tahu di mana kita akan masuk ke percakapan," kata dia.

Baca juga: Kunci Mengapa Angka Kematian akibat Virus Corona di Jerman Rendah

3. Jaga agar informasi tetap sederhana

Menurut David, hal yang perlu dilakukan orangtua di tengah banyaknya informasi adalah menyaring informasi yang relevan dan memberitahu anak mana informasi yang bisa diserap.

Dengan kata lain, saat sedang berbicara dengan anak, tahan keinginan untuk memborbardir mereka dengan setiap informasi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X