Kompas.com - 27/03/2020, 20:45 WIB
Crunchaus sendiri merupakan usaha yang didirikan Budi sejak 2017 lalu. Idenya bermula dari kesukaannya terhadap makanan sehat, terutama yang dimasak tanpa minyak. DOK. GRAB INDONESIACrunchaus sendiri merupakan usaha yang didirikan Budi sejak 2017 lalu. Idenya bermula dari kesukaannya terhadap makanan sehat, terutama yang dimasak tanpa minyak.

“Cara utama penularan virus dari orang ke orang adalah melalui tetesan langsung (seperti pada saat berada dalam jarak 6 kaki atau 1,8 m dari seseorang ketika mereka batuk atau bersin dan menghirupnya),” kata Meyer.

Dokter emergency dan Direktur Global Health for Northwell Health Dr. Eric Cioe-Pena juga mengatakan hal serupa.

"Penularannya melalui epitel pernapasan di hidung, mulut, dan mata Anda. Ini tidak mungkin ditularkan lewat makanan. Lebih mungkin pada tangan sambil memegang kemasan makanan,” kata dia.

Baca juga: Tak Perlu Panik Beli Vitamin, Buah dan Sayur Lebih Efektif Cegah Penularan Covid-19

Mengapa makanan berisiko rendah?

Dilansir Live Science (24/3/2020), Profesor dan spesialis keamanan makanan di North Carolina State University Benjamin Chapman menjelaskan kenapa penularan lewat makanan kemungkinannya kecil.

Pertama, langkah-langkah keamanan pangan sudah ada untuk mencegah penyakit yang menempel pada makanan.

Hal itu seperti sering mencuci tangan, membersihkan peralatan masak, dan memasak pada suhu yang tepat.

Kedua, faktor biologi virus. Virus corona tidak dapat bertahan selama berminggu-minggu pada permukaan sesuatu benda. 

Tidak seperti bakteri, virus tidak dapat tumbuh di dalam makanan. Sehingga, jumlah virus dalam makanan diperkirakan akan berkurang seiring waktu.

Juga secara teori, jenis virus ini seharusnya tidak dapat bertahan di perut karena sangat asam.

Mengenai adanya orang terinfeksi dengan menyentuh mulut, Chapman mengatakan kemungkinan itu tetap ada.

Tapi sejauh ini dirinya belum memiliki bukti terkait itu.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Depok: 2 Pasien dan 10 Suspect Wafat, Pasien Positif Jadi 21 Orang

Tips belanja makanan

Meskipun risiko terkena Covid-19 dari makanan cenderung rendah, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko lebih lanjut. Berikut ini beberapa tips dari Chapman.

Membeli makanan dari toko:

  • Bilas buah dan sayuran segar dengan air untuk menghilangkan kotoran, menghilangkan pestisida, dan mengurangi kuman yang menempel di makanan.
  • Tidak perlu mencuci makanan dengan sabun. Sabun digunakan untuk mencuci tangan, bukan untuk makanan.
  • Jika Anda khawatir tentang kemasan makanan, Anda dapat mencuci tangan setelah memegangnya.
  • Jika Anda khawatir tentang makanan Anda dan ingin memasaknya, gunakan suhu 65 derajat Celcius selama 3 menit. Hal itu secara signifikan akan mengurangi kadar partikel virus.

Baca juga: Dua Pasien RSPI Sulianti Saroso Meninggal Dunia, Tiga PDP Negatif Covid-19

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X