Apa yang Terjadi pada Paru-paru Manusia Saat Terkena Virus Corona?

Kompas.com - 27/03/2020, 17:29 WIB
Seorang dokter memeriksa resusitasi pasien dengan CT paru di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. AFP/PAOLO MIRANDASeorang dokter memeriksa resusitasi pasien dengan CT paru di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.

KOMPAS.com – Virus corona sampai dengan hari ini telah menginfeksi lebih dari setengah juta populasi manusia dunia.

Melansir dari Worldometers ada 532.237 kasus terkonfirmasi dengan jumlah kematian sebanyak 24.089 dan sembuh 124.326.

Virus yang dikenal dengan nama Sars-CoV-2 ini diketahui dapat menyerang paru-paru para penderitanya.

Baca juga: Tanya Jawab Seputar Covid-19 pada Kehamilan, Melahirkan, dan Menyusui

Lantas bagaimana virus tersebut bisa memengaruhi seseorang?

Prof John Wilson, Presiden terpilih dari Royal Australasian College of Physicians yang juga merupakan seorang dokter mengatakan, hampir semua konsekuensi serius dari Covid-19 adalah fitur pneumonia.

Melansir dari The Guardian, Wilson mengatakan orang yang mengalami Covid-19 dikategorikan dalam empat kategori.

Kategori yang paling tidak serius, yakni orang-orang yang memiliki virus tetapi tak bergejala.

Kategori berikutnya adalah mereka yang terinfeksi pada saluran pernafasan bagian atas.

Baca juga: Berikut 5 Gejala Virus Corona Ringan yang Tak Boleh Diabaikan

Gejala ringan

Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.AFP/STR/CHINA OUT Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.

Umumnya mereka akan mengalami demam dan batuk serta gejala ringan seperti sakit kepala dan konjungtivitis (peradangan pada selaput mata).

Pada kategori ini mereka tergolong sebagai orang-orang dengan gejala ringan yang dapat menularkan virus meskipun tidak menyadarinya.

Sedangkan kategori dengan jumlah banyak dan paling mungkin datang ke rumah sakit adalah mereka yang memiliki gejala serupa flu, yang membuat mereka sampai tidak bisa bekerja.

Sedangkan kelompok terakhir adalah mereka yang mengembangkan penyakit parahnya disertai pneumonia.

"Di Wuhan, ternyata dari mereka yang dites positif dan mencari bantuan medis, sekitar 6% menderita penyakit parah," kata Wilson.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X