UN 2020 Ditiadakan karena Corona, Berikut Sejumlah Negara yang Menerapkan Kebijakan Serupa

Kompas.com - 24/03/2020, 17:10 WIB
Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 1, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (16/3/2020). Pelaksanaan UNBK di Palangkaraya tetap diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19 dengan protokol pencegahan sebagai antisipasi penularan COVID-19. ANTARA FOTO/MAKNA ZAEZARSiswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 1, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (16/3/2020). Pelaksanaan UNBK di Palangkaraya tetap diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19 dengan protokol pencegahan sebagai antisipasi penularan COVID-19.

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia secara resmi telah membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dari tingkat SD, SMP, hingga SMA pada Selasa (24/3/2020).

Kebijakan tersebut diambil sebagai penerapan social distancing (pembatasan jarak sosial) untuk menghentikan laju penyebaran virus corona.

"Keputusan ini sebagai bagian dari sistem respons wabah Covid-19 yang salah satunya adalah pengutamaan keselamatan kesehatan rakyat," kata Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rachman dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com,

Per Selasa (24/3/2020), Indonesia telah melaporkan 686 kasus virus corona dengan 55 kematian dan 30 pasien sembuh.

Baca juga: Beberapa Tips agar Tidak Stres Saat Pandemi Virus Corona

Kebijakan pembatalan ujian untuk para pelajar juga telah dikeluarkan oleh sejumlah negara di dunia. Berikut informasinya:

Inggris

Pemerintah Inggris telah menutup sekolah tanpa batas waktu yang ditentukan serta membatalkan ujian A-level dan GCSE atau ujian internasional untuk siswa sekolah menengah.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, dia terpaksa menutup sekolah untuk 8 juta murid di Inggris setelah penyebaran virus corona lebih cepat dari yang diperkirakan.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Inggris Gavin Williamson berjanji akan memastikan bahwa semua siswa mendapatkan nilai yang pantas dan adil.

Pemerintah saat ini sedang mempertimbangan sejumlah model yang memungkinkan, termasuk penilaian untuk menggantikan ujian formal yang dijadwalkan pada Mei dan Juni mendatang.

"Kami akan memastikan bahwa setiap anak mendapatkan pengakuan yang layak bahwa mereka layak," kata Williamson, dilansir dari Telegraph.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X