Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

17 Provinsi di Indonesia Konfirmasi Covid-19, Ini Rincian Kasusnya

Kompas.com - 22/03/2020, 11:05 WIB
Dandy Bayu Bramasta,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebanyak 50 persen provinsi di Indonesia atau 17 provinsi telah mengonfirmasi kasus positif Covid-19 yang disebabkan infeksi virus corona jenis baru.  

Hal itu diketahui dari laman resmi update virus corona di Indonesia, https://www.covid19.go.id/situasi-virus-corona/.

Berdasarkan data dari laman tersebut per Minggu (22/3/2020) pukul 09.30 WIB, sebanyak 17 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia mencatatkan kasus Covid-19. 

Adapun jumlah kasus di 17 provinsi tersebut telah mencapai angka 450, dengan rincian sebagai berikut:

Baca juga: Virus Corona, Jumlah Kematian Tertinggi di Italia, dan Lonjakan Kasus Baru di Thailand

1. DKI Jakarta

  • Terkonfirmasi: 267
  • Sembuh: 17
  • Meninggal: 23

2. Jawa Barat

  • Terkonfirmasi: 55
  • Sembuh: 1
  • Meninggal: 7

3. Banten

  • Terkonfirmasi: 43
  • Sembuh: 1
  • Meninggal: 2

4. Jawa Timur

  • Terkonfirmasi: 26
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 1

5. Jawa Tengah

  • Terkonfirmasi: 14
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 3

6. Kalimantan Timur

  • Terkonfirmasi: 9
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 0

7. Daerah Istimewa Yogyakarta

  • Terkonfirmasi: 5
  • Sembuh: 1
  • Meninggal: 0

8. Kepulauan Riau

  • Terkonfirmasi: 4
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 0

9. Bali

  • Terkonfirmasi: 3
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 1

10. Sulawesi Tenggara

  • Terkonfirmasi: 3
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 0

11. Kalimantan Barat

  • Terkonfirmasi: 2
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 0

12. Sumatera Utara

  • Terkonfirmasi: 2
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 1

Baca juga: Update Virus Corona di Dunia: 304.528 Orang Terinfeksi, 91.676 Sembuh, dan 12.973 Meninggal Dunia

13. Sulawesi Selatan

  • Terkonfirmasi: 2
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 0

14. Kalimantan Tengah

  • Terkonfirmasi: 2
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 0

15. Sulawesi Utara

  • Terkonfirmasi: 1
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 0

16. Lampung

  • Terkonfirmasi: 1
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 0

17. Riau

  • Terkonfirmasi: 1
  • Sembuh: 0
  • Meninggal: 0

Dari total 450 pasien positif tersebut, 392 orang masih dalam perawatan, 20 orang sembuh, sedangkan 38 lainnya meninggal dunia.

Sementara itu, provinsi yang belum dilaporkan ada kasus positif corona di antaranya yakni, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung.

Kemudian, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Sebelumnya, sebanyak 59,3 persen kasus positif virus corona terdapat di DKI Jakarta.

Selain itu, Provinsi DKI Jakarta tercatat memiliki pasien Covid-19 yang meninggal dunia dengan jumlah terbanyak di Indonesia.

"Hingga saat ini kami mencatat ada penambahan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia, yakni sebanyak 6 orang. Sehingga jumlah total pasien meninggal dunia hingga saat ini sebanyak 38 orang," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto seperti diberitakan Kompas.com, Sabtu (21/3/2020).

Baca juga: Singapura Gunakan Aplikasi Trace Together untuk Lacak Sebaran Covid-19

Dalam 24 jam terakhir, DKI Jakarta juga mencatatkan penambahan terbanyak pasien yang meninggal akibat virus corona.

Ada 5 kasus baru pasien Covid-19 yang meninggal, berdasarkan pembaruan sejak data kemarin.

Dari penambahan 6 kasus pasien meninggal dunia, 1 pasien lain berasal dari Banten.

Selain itu, Jawa Barat (7 orang meninggal dunia), dan Jawa Tengah (3 pasien meninggal dunia). 

Kemenkes RI Protokol kesehatan penanganan infeksi virus corona

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Gaji Karyawan Dipotong 3 Persen Dana Tapera, Berlaku Mulai Kapan?

Gaji Karyawan Dipotong 3 Persen Dana Tapera, Berlaku Mulai Kapan?

Tren
Nomophobia dan Urgensi Detoks Dunia Digital

Nomophobia dan Urgensi Detoks Dunia Digital

Tren
Rincian Biaya Kuliah Universitas Mercu Buana 2024/2025

Rincian Biaya Kuliah Universitas Mercu Buana 2024/2025

Tren
Kisruh Penangkapan Pegi dan Penghapusan DPO Pembunuhan Vina, Kompolnas Akan Minta Klarifikasi Polda Jabar

Kisruh Penangkapan Pegi dan Penghapusan DPO Pembunuhan Vina, Kompolnas Akan Minta Klarifikasi Polda Jabar

Tren
Idul Adha 2024 Tanggal Berapa? Ini Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah

Idul Adha 2024 Tanggal Berapa? Ini Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah

Tren
Berapa Lama Durasi Jalan Kaki untuk Mengecilkan Perut Buncit?

Berapa Lama Durasi Jalan Kaki untuk Mengecilkan Perut Buncit?

Tren
Prakiraan BMKG: Wilayah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 28-29 Mei 2024

Prakiraan BMKG: Wilayah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 28-29 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Tanda Kolesterol Tinggi yang Kerap Diabaikan | Bantah Bunuh Vina, Pegi Tetap Diancam Hukuman Mati

[POPULER TREN] Tanda Kolesterol Tinggi yang Kerap Diabaikan | Bantah Bunuh Vina, Pegi Tetap Diancam Hukuman Mati

Tren
Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Tren
Kekuasaan Sejarah

Kekuasaan Sejarah

Tren
Kisah Alfiana, Penari Belia yang Rela Sisihkan Honor Demi Berhaji, Jadi Salah Satu Jemaah Termuda

Kisah Alfiana, Penari Belia yang Rela Sisihkan Honor Demi Berhaji, Jadi Salah Satu Jemaah Termuda

Tren
Jokowi Luncurkan Aplikasi Terpadu INA Digital, Bisa Urus SIM, IKD, dan Bansos

Jokowi Luncurkan Aplikasi Terpadu INA Digital, Bisa Urus SIM, IKD, dan Bansos

Tren
Biaya UKT Universitas Muhammadiyah Maumere, Bisa Dibayar Pakai Hasil Bumi atau Dicicil

Biaya UKT Universitas Muhammadiyah Maumere, Bisa Dibayar Pakai Hasil Bumi atau Dicicil

Tren
Pegi Bantah Telah Membunuh Vina, Apakah Berpengaruh pada Proses Hukum?

Pegi Bantah Telah Membunuh Vina, Apakah Berpengaruh pada Proses Hukum?

Tren
Singapura Tarik Produk Kacang Impor Ini karena Risiko Kesehatan, Apakah Beredar di Indonesia?

Singapura Tarik Produk Kacang Impor Ini karena Risiko Kesehatan, Apakah Beredar di Indonesia?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com