Kompas.com - 20/03/2020, 17:20 WIB
Ilustrasi virus corona Korea Selatan ShutterstockIlustrasi virus corona Korea Selatan

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengeluarkan kebijakan tambahan terkait perlintasan orang dari/menuju Indonesia pada Kamis (19/3/2020).

Adapun informasi tersebut diunggah oleh akun Instagram Kedutaan Besar RI untuk Seoul, @kbri_seoul.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

KEBIJAKAN TAMBAHAN PEMERINTAH INDONESIA TERKAIT PERLINTASAN ORANG DARI DAN KE INDONESIA 1. Dengan semakin banyaknya negara yang sudah terjangkit COVID-19, Pemerintah Indonesia mengimbau agar Warga Negara Indonesia (WNI) membatasi bepergian ke luar negeri kecuali untuk kepentingan yang sangat mendesak dan tidak dapat ditunda. 2. Kepada WNI yang saat ini sedang melakukan perjalanan wisata atau kunjungan singkat di Korsel, disarankan untuk segera kembali ke Indonesia sebelum mengalami kesulitan penerbangan lebih jauh lagi. 3. Sejumlah negara saat ini telah menerapkan kebijakan pembatasan lalu lintas orang. Oleh karena itu, semua Warga Negara Indonesia di Korea Selatan diminta untuk terus mengecek informasi di aplikasi safe-travel Kemlu (https://safetravel.id/), menghubungi hotline KBRI Seoul di nomor +8210 - 5394 - 2546 atau mengecek media sosial KBRI Seoul. 4. Semua pendatang/travelers (WNI maupun WNA) wajib mengisi dan menyerahkan kartu Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan) kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan sebelum ketibaan di pintu masuk Bandara Internasional Indonesia. 5. Bagi WNI yang berkunjung ke negara-negara di bawah ini, akan dilakukan pemeriksaan tambahan oleh Kantor Kesehatan Bandara atau Pelabuhan setiba di Indonesia. Adapun daftar negara-negaranya adalah: Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss dan Inggris. 6. Apabila hasil pemeriksaan tambahan menunjukkan gejala awal Covid-19 maka akan dilakukan observasi pada fasilitas pemerintah selama 14 hari. 7. Apabila tidak ditemukan gejala awal maka sangat dianjurkan agar yang bersangkutan dapat melakukan karantina mandiri selama 14 hari. #NegaraMelindungi @kemlu_ri @den_uh @sudarmasofia

A post shared by Indonesian Embassy in Seoul (@kbri_seoul) on Mar 18, 2020 at 7:20am PDT

Diketahui sejumlah negara saat ini telah menerapkan kebijakan pembatasan lalu lintas pengunjung.

Selain itu, kebijakan tambahan lainnya yakni WNI yang berkunjung ke Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss, dan Inggris akan dilakukan pemeriksaan tambahan oleh Kantor Kesehatan Bandara atau Pelabuhan setiba di Indonesia.

Jika hasil pemeriksaan tambahan menunjukkan gejala awal Covid-19, maka akan dilakukan observasi pada fasilitas selama 14 hari.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, jika tidak ditemukan gejala awal, maka sangat dianjutkan agar yang bersangkutan dapat melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Baca juga: Mengapa Pasien Suspect Corona yang Meninggal di RSUP Kariadi Harus Dibungkus Plastik?

Kasus di Daegu menurun

Pejalan kaki yang mengenakan masker di distrik perbelanjaan Dongseongro di kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020Jung Yeon-je / AFP Pejalan kaki yang mengenakan masker di distrik perbelanjaan Dongseongro di kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020

Terkait peyebaran virus corona di Korea Selatan, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi mengungkapkan, kondisi Kota Daegu (lokasi di mana kasus pertama virus corona merebak di Korea Selatan) saat ini mulai membaik.

"Sekitar 3-4 hari lalu, kasus di Daegu semakin menurun jumlah kasusnya, sudah kelihatan upaya-upaya pemerintah Korsel yang berhasil untuk menangani ledakan kasus di Daegu," ujar Umar saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/3/2020).

Menurut Umar, Daegu merupakan wilayah yang terinfeksi wabah virus corona terparah di Korea Selatan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X