Guardian memberitakan, Pemerintah Korea Selatan menolak untuk melakukan lockdown atau penguncian yang terlokalisir.
Mereka justru berkonsentrasi pada pengujian dalam skala besar untuk mengidentifikasi titik infeksi, selain mendorong warganya agar menerapkan social distancing.
Baca juga: Penjelasan Dinkes DIY soal Guru Besar UGM Positif Virus Corona
Pasokan medis, staf, dan pasukan tambahan dikirim ke sumber infeksi, seperti Kota Daegu, untuk mendisinfeksi jalanan.
Negara itu melakukan sekitar 15.000 tes sehari secara gratis bagi warganya. Hampir 300.000 tes telah dilakukan sejauh ini.
Bahkan, Pemerintah Korsel juga telah menyiapkan sekitar 50 pusat pengujian drive-thru untuk meminimalisir kontak antara pasien potensial dan staf medis.
Selain mempersingkat waktu, pengemudi tidak harus keluar dari mobil dan hanya perlu membuka jendela untuk menjalani pemeriksaan.
Pemeriksaan meliputi ada tidaknya demam dan pengambilan sampel darah oleh staf medis dengan pakaian pelindung.
Baca juga: Cerita Layanan Drive-Thru Pemeriksaan Virus Corona di Korea Selatan...
Tren infeksi di China terus mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir.
Kesigapan pemerintah dan tes massal yang dilakukan menjadi salah satu kunci penurunan tren di China.
Pada masa puncak, banyak orang yang mendatangi klinik dengan gejala demam dan flu, setelah pemerintah memperluas kategori pengujian.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.