Bekerja dari Rumah karena Virus Corona: Berikut Tips Produktif Work From Home

Kompas.com - 17/03/2020, 12:39 WIB
Ilustrasi pekerja freelance yang bekerja dari rumah. SHUTTERSTOCKIlustrasi pekerja freelance yang bekerja dari rumah.

KOMPAS.com - Perusahaan di seluruh dunia telah memberlakukan sistem pekerjaan jarak jauh.

Mulai dari Google, Microsoft, Twitter, Hitachi, Apple, Amazon, Chevron, maupun Spotify adalah perusahaan global yang, dalam beberapa waktu terakhir, meluncurkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home ( WFH) di tengah penyebaran Covid-19.

Di sisi lain, meskipun Anda seorang pekerja pemula atau veteran WFH, inilah yang perlu Anda lakukan untuk tetap produktif.

Memindahkan pekerjaan ke rumah menjadi hal yang realistis dan normal bagi sebagian besar pekerja untuk sementara waktu lantaran Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah resmi menjadikan wabah virus corona sebagai pandemik. 

Beberapa karyawan akan bekerja dari rumah untuk pertama kalinya, yang berarti mencari tahu bagaimana tetap mengerjakan tugas di lingkungan baru yang mungkin tidak cocok dengan produktivitas.

Tetapi, ada beberapa cara untuk meningkatkan produktivitas agar hasil kerja maksimal, dari menyiapkan ruang kerja yang baik hingga cara Anda berbicara dengan tim Anda.

Berikut caranya: 

Baca juga: Jokowi Instruksikan Bekerja dari Rumah, Ini Arti Work From Home

Tetap menghidupkan komunikasi tim

Virus corona atau bukan, kunci untuk bekerja dari rumah adalah komunikasi yang jelas dengan bos Anda dan tahu persis apa yang diharapkan dari Anda.

“Miliki target dan harapan yang sangat jelas untuk komunikasi sehari-hari,” kata Barbara Larson, Profesor Manajemen di Northeastern University Boston.

“Tanyakan manajer Anda apakah mereka tidak keberatan memiliki panggilan selama 10 menit pada awal hari dan akhir hari untuk berkoordinasi. Sering kali, manajer tidak memikirkannya," kata dia. 

Sebab, kebanyakan pekerja menghabiskan waktu di dekat bos mereka, artinya komunikasi itu mudah dan tanpa usaha.

 

Tetapi, hal itu berbeda dengan pekerjaan jarak jauh terkadang ada gangguan komunikasi karena belum terbiasa dengan komunikasi secara virtual. 

Misalnya, perusahaan Anda mungkin tidak memiliki seperangkat alat siap pakai untuk pekerja jarak jauh, seperti aplikasi obrolan Slack atau aplikasi konferensi video Zoom. 

Baca juga: Terapkan Work From Home, Bank Mandiri Pastikan Kantor Cabang Tetap Beroperasi

Tetapi bahkan bagi mereka yang terbiasa, bekerja dari rumah bisa terasa tidak terstruktur dan terisolasi.

Tahun lalu, sebuah studi terhadap 2.500 pekerja jarak jauh oleh agen pengembangan merek online Buffer menemukan bahwa kesepian adalah tantangan kedua yang paling banyak dilaporkan, dialami oleh 19 persen responden.

Kesendirian dapat membuat orang merasa kurang termotivasi dan kurang produktif.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X