[HOAKS] Pesan Berantai Seputar Virus Corona Mengatasnamakan UNICEF

Kompas.com - 13/03/2020, 06:03 WIB
Hoaks mengenai informasi seputar virus corona yang mengatasnamakan UNICEF WhatsAppHoaks mengenai informasi seputar virus corona yang mengatasnamakan UNICEF
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah pesan menyebar secara berantai di aplikasi percakapan Whatsapp dan media sosial Twitter.

Pesan itu berisi informasi seputar virus corona jenis baru penyebab Covid-19 dengan mengatasnamakan UNICEF. Informasi ini dipastikan hoaks. 

Narasi yang beredar

Pesan tersebut berisi tujuh poin yang memuat informasi seputar virus corona Covid-19.

Informasi secara umum mengenai virus corona, seperti cara mencuci pakaian, menghindari makanan tertentu hingga cara pencegahan dengan air hangat dan garam disebutkan dalam pesan itu.

Pesan berantai ini seolah merupakan petunjuk mencegah virus corona dari UNICEF.

Berikut bunyi pesannya:

Virus Corona (Covid 19)
oleh UNICEF

Hoaks informasi seputar virus corona yang mengatasnamakan UNICEFWhatsApp Hoaks informasi seputar virus corona yang mengatasnamakan UNICEF
1. Corona merupakan virus berukuran besar. Diameter virus ini 400-500 micro, sehingga masker jenis apa pun dapat mencegah masuknya ke tubuh kita dan tidak perlu menggunakan masker yang mahal.

2. Virus corona tidak melayang di udara, tapi menempel pada benda, sehingga penularannya tidak melalui udara.

3. Apabila menempel di permukaan logam, virus corona dapat hidup selama 12 jam. Mencuci tangan dengan sabun dan air sudah cukup.

4. Apabila menempel di kain, virus corona dapat hidup selama 9 jam, sehingga mencuci pakaian atau menjemurnya di bawah sinar matahari selama 2 jam sudah cukup untuk membunuhnya.

5. Apabila menempel di tangan, virus corona dapat hidup selama 10 menit, sehingga menyediakan sterilizer berbahan dasar alkohol cukup untuk berjaga-jaga.

6. Apabila berada di udara bersuhu 26-27 °C, virus corona akan mati sehinga tidak hidup di daerah panas. Di samping itu, minum air panas dan berjemur di bawah sinar matahari sudah cukup sebagai pencegahan.

Menghindari makanan dan minuman dingin termasuk ice cream sangat penting.

7. Berkumur sampai dalam dengan air hangat dan garam akan membunuh virus corona di sekitar anak tekak (telak - Jw.) dan mencegahnya masuk kedalam paru-paru.

Dengan mengikuti petunjuk ini cukup untuk mencegah virus corona.
UNICEF

Tolong sebarkan informasi ini untuk mencegah timbulnya ketakutan yang tidak perlu.

Selain itu, pesan berantai juga turut tersebar di media sosial Twitter. Berikut salah satunya:

Konfirmasi Kompas.com

Communication For Development Specialist UNICEF Indonesia Rizky Ika Syafitri menegaskan, informasi yang mengatasnamakan UNICEF itu tidak benar.

"Hoaks. Cek informasi di website resmi UNICEF, WHO, dan Kementerian Kesehatan," kata Rizky saat dihubungi Kompas.com, Kamis (12/3/2020) siang.

Rizky mengatakan, saat terjadi wabah, ada kecenderungan informasi tidak akurat menyebar.

Hal bisa memunculkan kepanikan, perasaan takut, stigma, dan informasi keliru tentang perlindungan diri dari penyakit seperti pesan yang beredar tersebut.

"Pesan ini membuat klaim bahwa menghindari es krim dan makanan dingin lainnya, serta serangkaian tindakan lain, dapat membantu mencegah timbulnya penyakit. Hal ini sama sekali tidak benar," ujar Rizky.

Chatbot yang disediakan untuk informasi resmi seputar virus coronaWhatsApp Chatbot yang disediakan untuk informasi resmi seputar virus corona

UNICEF Indonesia sendiri telah menyediakan Chatbot U-Report yang dapat diakses di Whatsapp.

Chatbot tersebut memberikan informasi akurat seputar corona virus secara resmi.

Masyarakat yang berminat mendapatkan perkembangan informasi mengenai virus corona dapat menyimpan nomor +62-811-9004-567.

Selanjutnya, kirimkan pesan "corona" dan isi data yang dibutuhkan.

Sejumlah menu mengenai informasi virus corona Covid-19 akan muncul setelahnya.

Baca juga: Update Info Corona Indonesia Bisa Diakses di WhatsApp, Ini Infonya!

Virus corona

Melansir dari situs resmi WHO, corona virus merupakan keluarga besar virus yang ditemukan pada hewan dan manusia.

Virus ini menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Novel coronavirus (CoV) merupakan virus corona jenis baru yang sebelumnya belum terindektifikasi pada manusia.

Virus corona baru ini disebut 2019-nCoV atau SARS-COV2 sebelumnya tidak terdeteksi sebelum wabah dilaporkan di Wuhan, China, pada Desember 2019.

Virus ini menyebabkan penyakit pernapasan yang dapat ditularkan dari orang ke orang.

Penularan ini biasanya terjadi setelah kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X