Peringatkan Negara yang Dinilai Tak Serius Tangani Virus Corona, WHO: Ini Bukan Latihan

Kompas.com - 06/03/2020, 16:35 WIB
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus Pada rapat tahunan Munich Security Conference di Jerman 15 Februari 2020. REUTERS/Andreas Gebert ANDREAS GEBERTDirektur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus Pada rapat tahunan Munich Security Conference di Jerman 15 Februari 2020. REUTERS/Andreas Gebert

KOMPAS.com - Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa banyak negara dinilai tidak cukup serius dalam menangani krisis virus corona.

Mereka menilai kesiapan rumah sakit dalam menghadapi lonjakan pasien di seluruh Eropa dan Amerika Serikat terbilang minim.

Italia, Perancis, Yunani, dan Iran mengalami lonjakan kasus infeksi. Sementara sebuah kapal pesiar di lepas pantai California berpotensi menciptakan episode baru virus corona setelah Diamond Princess.

WHO pada Kamis (5/3/2020) telah memperingatkan bahwa banyak negara dinilai tidak menunjukkan tingkat komitmen yang sesuai dengan ancaman wabah itu.

"Ini bukan latihan. Epidemi ini adalah ancaman bagi setiap negara, baik kaya maupun miskin," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari AFP  (6/3/2020).

Tedros meminta para kepala pemerintahan di setiap negara untuk bertanggung jawab atas respon dan mengkoordinasikan semua sektor, bukan hanya menyerahkan kepada kementerian kesehatan.

Apa yang dibutuhkan dunia saat ini menurut Tedros adalah "kesiapan agresif".

Baca juga: Saat Virus Corona Mengubah Beberapa Tradisi: Dari Jabat Tangan hingga Cipika Cipiki

Sebuah survei terhadap ribuan perawat mengenai kesiapan rumah sakit di Amerika Serikat, hasilnya cukup menyedihkan.

"Mereka menunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit negara kita tidak siap untuk menangani Covid-19 dengan aman," kata Jane Thomason, ahli kesehatan industri untuk National Nurses United. 

Sementara Direktur National Nurses United Bonnie Castillo mengatakan, perawat bekerja tanpa peralatan pelindung pribadi yang diperlukan dan kurangnya pelatihan dalam penanganan wabah virus corona.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X