Hasil SKD Diumumkan 22-23 Maret, Bagaimana Cara Mengeceknya?

Kompas.com - 06/03/2020, 06:07 WIB
Suasana antrian peserta ujian SKD CPNS Kabupaten Gresik, sebelum diperbolehkan masuk ke dalam ruang ujian di gedung WEP. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHSuasana antrian peserta ujian SKD CPNS Kabupaten Gresik, sebelum diperbolehkan masuk ke dalam ruang ujian di gedung WEP.

KOMPAS.com - Hasil ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2019 akan diumumkan pada 22-23 Maret 2020.

Setelah pengumuman, tahapan rekrutmen CPNS formasi 2019 akan dilanjutkan dengan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 23 Tahun 2019 dan Permenpan Nomor 24 Tahun 2019, peserta SKB merupakan peserta yang nilainya masuk dalam daftar 3 kali formasi setelah perankingan.

Lalu, bagaimana cara mengecek hasil SKD CPNS 2019?

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, pengumuman hasil SKD tersebut akan dilaksanakan secara serentak baik instansi pusat dan daerah.

Baca juga: [POPULER TREN] Kisah Pasien Sembuh Corona | Hasil SKD CPNS Diumumkan 22-23 Maret

Hasilnya akan diumumkan melalui situs web instansi.

 "Nanti instansi masing-masing harus mengumumkan ke publik. Diumumkan melalui web instansi," kata Paryono saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/3/2020).

Sementara itu, BKN tengah melakukan rekonsiliasi dan validasi data hasil SKD di Jakarta hingga hari ini, Jumat (6/3/2020).

Hal ini merupakan bagian dari persiapan pengumuman hasil SKD oleh instansi dan dalam rangka persiapan pelaksaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Rekonsiliasi data tahap I dilaksanakan untuk 261 dari 521 instansi pusat dan daerah.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uji Coba Vaksin Virus Corona Ini Menunjukkan Perkembangan Positif

Uji Coba Vaksin Virus Corona Ini Menunjukkan Perkembangan Positif

Tren
PSBB Transisi Diperpanjang, Ini 4 Kebijakan yang Diterapkan Anies

PSBB Transisi Diperpanjang, Ini 4 Kebijakan yang Diterapkan Anies

Tren
Naik Status Jadi Negara 'Upper Middle Income', Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Naik Status Jadi Negara "Upper Middle Income", Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Tren
Mengenal UU Penanganan Covid-19 yang Digugat Amien Rais, Din Syamsudiin hingga Abdullah Hehamahua

Mengenal UU Penanganan Covid-19 yang Digugat Amien Rais, Din Syamsudiin hingga Abdullah Hehamahua

Tren
BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi 4-6 Meter, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi 4-6 Meter, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Tren
Mengenang Masmimar Mangiang, Wartawan dan Guru Jurnalistik

Mengenang Masmimar Mangiang, Wartawan dan Guru Jurnalistik

Tren
Ramai soal Unggahan Menanak Nasi Dicampur Bawang Putih Diklaim Bermanfaat untuk Kesehatan, Benarkah?

Ramai soal Unggahan Menanak Nasi Dicampur Bawang Putih Diklaim Bermanfaat untuk Kesehatan, Benarkah?

Tren
Kasus Baru Virus Corona di Beijing Kemungkinan dari Asia Tenggara dan Asia Selatan

Kasus Baru Virus Corona di Beijing Kemungkinan dari Asia Tenggara dan Asia Selatan

Tren
Viral Unggahan soal Lagu Yamko Rambe Yamko, Ini Berbagai Versi Asal Muasalnya

Viral Unggahan soal Lagu Yamko Rambe Yamko, Ini Berbagai Versi Asal Muasalnya

Tren
BMKG Ingatkan soal Radiasi Sinar UV di Jabodetabek, Apa Dampaknya bagi Kulit?

BMKG Ingatkan soal Radiasi Sinar UV di Jabodetabek, Apa Dampaknya bagi Kulit?

Tren
Fitur Baru WhatsApp: Dark Mode untuk Versi Web hingga Tambah Teman dengan Kode QR

Fitur Baru WhatsApp: Dark Mode untuk Versi Web hingga Tambah Teman dengan Kode QR

Tren
Mengapa Biaya Rapid Test Berbeda-beda?

Mengapa Biaya Rapid Test Berbeda-beda?

Tren
[KLARIFIKASI] Penerima Bansos di Pulo Gadung Dipungut Biaya

[KLARIFIKASI] Penerima Bansos di Pulo Gadung Dipungut Biaya

Tren
Pencabutan Larangan Berkumpul dan Ancaman Klaster Baru Covid-19

Pencabutan Larangan Berkumpul dan Ancaman Klaster Baru Covid-19

Tren
Update Virus Corona Dunia 2 Juli: 10,7 Juta Orang Terinfeksi | Sekolah di Korea Utara Kembali Dibuka

Update Virus Corona Dunia 2 Juli: 10,7 Juta Orang Terinfeksi | Sekolah di Korea Utara Kembali Dibuka

Tren
komentar
Close Ads X