Meski Berstatus Waspada, Jumlah Kasus Infeksi Virus Corona di China Dilaporkan Terus Menurun

Kompas.com - 04/03/2020, 11:02 WIB
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melihat buku saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. AFP/STR/CHINA OUTPasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melihat buku saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.

KOMPAS.com - Meski tetap berstatus waspada, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengatakan terjadi penurunan tajam kasus infeksi corona di China.

Pemerintah setempat bahkan menyatakan ratusan orang yang mulanya dirawat intensif akibat terjangkit virus tersebut, saat ini dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang.

Melansir dari Channel News Asia, pada Senin (2/3/2020) kemarin, kasus corona turun tajam dari 580 kasus sehari sebelumnya dan terendah sejak 24 Januari 2020.

Baca juga: 6 Hal yang Perlu Diketahui soal Virus Corona, Apa Saja?

Otoritas Provinsi Hubei, pusat wabah virus corona di negara itu, untuk pertama kalinya melaporkan kurang dari 200 kasus infeksi baru sejak Januari.

Pada Minggu (1/3/2020), Hubei memiliki 196 kasus baru yang dikonfirmasi.

Penurunan itu didorong oleh penurunan kasus baru di Wuhan, tempat virus itu pertama kali muncul Desember lalu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah kasus di Wuhan dilaporkan sebanyak 193 infeksi baru, terendah sejak 26 Januari.

Sementara, terdapat 202 kasus baru yang dikonfirmasi di China daratan, terendah sejak 22 Januari. Tetapi, jika tidak termasuk infeksi baru di Hubei, hanya ada enam kasus baru di China daratan, terendah sejak bulan lalu.

Otoritas Kota Wuhan di China, bahkan melaporkan telah menutup salah satu dari 16 rumah sakit (RS) darurat yang dibangun khusus untuk menangani pasien virus tersebut.

Penutupan dilakukan seiring dengan penurunan drastis jumlah kasus baru di wilayah yang menjadi pusat wabah tersebut.

Baca juga: Update Terbaru Virus Corona Seluruh Dunia: Tembus 76 Negara, 48.252 Sembuh, 3.162 Meninggal

Pasien sembuh

Melansir data persebaran COVID-19, Coronavirus COVID-19 Global Cases by John Hopkins CSSE, hingga Rabu (4/3/2020) pagi, sebanyak 67.332 orang terkonfirmasi terkena virus corona di Wuhan, 38.556 di antaranya sudah sembuh.

Kendati demikian, 2.871 orang di provinsi tersebut dilaporkan telah meninggal dunia.

Wuhan yang merupakan ibu kota di Provinsi Hubei ini merupakan pusat penyebaran virus corona pertama kali pada akhir Desember 2019 silam.

Melansir pemberitaan Kompas.com (4/3/2020) menunjukkan, tingkat kesembuhan 100 persen terjadi di beberapa negara, yaitu Vietnam, Kamboja, Oman, dan Sri Lanka.

Di Vietnam, sebelumnya ada 16 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kemudian, di Kamboja, Oman, dan Sri Lanka, masing-masing jumlah kasus yang dilaporkan adalah sebanyak satu kasus.

Seluruh pasien pada kasus-kasus tersebut dinyatakan sembuh dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit.

Sebelumnya, terdapat 76 negara mengonfirmasi terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Dari 76 negara tersebut, ada 93.123 orang positif virus corona, namun 50.675 di antaranya sudah sembuh.

Sedangkan 3.198 orang di suluruh dunia harus meninggal dunia lantaran terinfeksi virus corona.

Baca juga: Pencegahan Virus Corona, Deteksi Suhu dan Penggunaan Termometer Tembak...

Tindakan tanggap darurat China

Diberitakan Kompas.com (3/3/2020), 18 provinsi di seluruh China sejauh ini diketahui telah menurunkan tingkat tanggap darurat virus corona mereka dalam sepekan terakhir.

Terakhir adalah Provinsi Zhejiang yang memangkas langkah-langkah tanggap darurat ke tingkat II dari tingkat I, menurut akun resmi pemerintah Weibo pada hari Senin (2/3/2020).

China memiliki sistem respons empat tingkat untuk keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menentukan tindakan apa yang akan diterapkan, dengan tingkat I yang paling serius.

Namun Presiden Xi Jinping memperingatkan bahwa China perlu mengambil langkah jangka panjang dari wabah dalam mekanisme tanggap daruratnya, karena Beijing melaporkan dua kasus baru warga negara China yang baru kembali dari Iran, di mana kasus virus corona di sana bertambah banyak.

Baca juga: Berikut Mitos dan Fakta soal Virus Corona yang Perlu Diketahui

 

 

Penyebaran virus corona

Melansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), virus corona diperkirakan menyebar terutama dari orang ke orang.

Adapun proses penyebaran antara orang-orang yang berhubungan dekat satu sama lain yakni dalam jarak sekitar 2 meter.

Penyebarannya sendiri melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk maupun bersin.

Tetesan tersebut bisa mendarat di mulut maupun hidung orang yang berada di dekatnya atau mungkin terhirup ke dalam paru-paru.

Saat seseorang menyentuh permukaan suatu benda yang terpapar, penularan virus corona Covid-19 ini mungkin saja terjadi. 

Virus menyebar yakni ketika seseorang menyentuh permukaan, atau benda yang sudah terpapar virus kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata mereka sendiri.

Akan tetapi, cara ini tidak dianggap sebagai cara utama untuk virus menyebar.

Baca juga: Lebih dari 50 Persen Pasien Virus Corona di China Berhasil Sembuh

 

Orang-orang dianggap paling menular ketika mereka paling bergejala atau yang tengah sakit. Namun beberapa penyebaran mungkin terjadi sebelum seseorang menunjukkan gejala.

Akan tetapi seseorang tanpa gejala ini tidak dianggap sebagai cara utama penyebaran virus.

Seberapa mudah virus menyebar dari orang ke orang dapat bervariasi.

Beberapa mungkin sangat menular, sementara yang lain tidak begitu.

Beberapa virus sangat menular layaknya campak namun beberapa tidak begitu.

Di Provinsi Hubei dan bagian lain China, virus penyebab Covid-19 tampaknya menyebar dengan mudah dan berkelanjutan. Akan tetapi di Amerika Serikat dan beberapa tempat lain virus tampaknya hanya menyebar kepada mereka yang melakukan kontak dekat.

Terkait dengan virus corona ini masih banyak hal yang belum diketahui oleh para peneliti.

Baca juga: Indonesia Positif Corona, Efektifkah Penggunaan Suplemen untuk Pencegahan?

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X