Masih Negatif Covid-19, Korea Utara Minta Bantuan Tes Virus Corona ke Rusia

Kompas.com - 04/03/2020, 07:00 WIB
Sebuah foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) resmi pada 03 Maret 2020 menunjukkan pemimpin Korea Utara dan ketua Partai Buruh Korea, Kim Jong Un (tengah), mengunjungi tempat latihan pemogokan senjata jarak jauh berbagai sub-unit artileri tentara Korea Utara, di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara, 02 March 2020.  EPA-EFE/KCNA   EDITORIAL USE ONLY KCNASebuah foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) resmi pada 03 Maret 2020 menunjukkan pemimpin Korea Utara dan ketua Partai Buruh Korea, Kim Jong Un (tengah), mengunjungi tempat latihan pemogokan senjata jarak jauh berbagai sub-unit artileri tentara Korea Utara, di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara, 02 March 2020. EPA-EFE/KCNA EDITORIAL USE ONLY

KOMPAS.com - Virus corona telah menginfeksi 92.223 orang di seluruh dunia dan menewaskan 3.128 orang hingga Selasa (3/3/2020). Dengan jumlah infeksi yang melonjak di seluruh dunia, Korea Utara mengklaim belum melaporkan adanya temuan positif virus corona.

Padahal tetanggnya Korea Selatan memiliki 5.186 kasus positif, China 80.151 kasus dan Jepang 284 kasus.

Namun negara yang berbatasan dengan Korea Selatan itu bukannya tidak waspada.

Terbukti, pada bulan Januari, Korea Utara memberi tahu agen perjalanan bahwa mereka menutup perbatasannya dengan warga negara asing.

Media pemerintah seperti dukutip Time, mengatakan pemerintah Korea Utara memantau 7.000 orang yang telah menunjukkan gejala virus yang berasal dari China.

Sementara Senior Fellow for Korea Studies dan Direktur Program tentang Kebijakan AS-Korea Scott Snyder menyebut Korea Utara secara diam-diam mengajukan permohonan bantuan, sambil secara terbuka masih menyatakan tidak ada kasus virus korona di negara itu.

Baca juga: Cara Mudah Bikin Masker Sendiri di Rumah Menurut Ilmuwan Hong Kong

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1.500 alat tes virus corona

Pada 26 Februari, kementerian luar negeri Rusia mengumumkan bahwa mereka, atas permintaan Pyongyang, memberi Korea Utara 1.500 alat uji virus corona.

"Karena risiko yang berkelanjutan dari infeksi Covid-19 yang baru, Rusia telah menyumbangkan 1.500 alat tes diagnostik coronavirus ke Pyongyang atas permintaan Republik Rakyat Demokratik Korea. Kami berharap langkah ini akan membantu Korea Utara mencegah penularan dari negara itu," kata rilis Kementerian Luar Negeri Rusia.

Sementara DW.com mengutip Daily NK mengatakan ada 20 orang yang meninggal diduga karena virus corona sejak Januari 2020.

Sedangkan Yonhap News Korea Selatan melaporkan sekitar 7.000 orang dimonitor untuk gejala-gejala virus corona, sementara pemerintah Korea Utara mendorong para diplomat asing yang ditempatkan di Pyongyang untuk meninggalkan negara itu dalam waktu dekat.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X