Berikut Mitos dan Fakta soal Virus Corona yang Perlu Diketahui

Kompas.com - 04/03/2020, 06:30 WIB
Petugas apotek memasang tanda stok masker habis, di kawasan pusat penjualan obat-obatan dan alat kesehatan Tarandam, Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/3/2020). Petugas apotek mengaku stok masker dan Hand Sanitizer sudah habis sejak Senin (2/3/2020) menyusul wabah virus Corona 19 yang mulai masuk Indonesia. ANTARA FOTO/IGGOY EL FITRAPetugas apotek memasang tanda stok masker habis, di kawasan pusat penjualan obat-obatan dan alat kesehatan Tarandam, Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/3/2020). Petugas apotek mengaku stok masker dan Hand Sanitizer sudah habis sejak Senin (2/3/2020) menyusul wabah virus Corona 19 yang mulai masuk Indonesia.

Berikut rinciannya:

MITOS

  • Novel coronavirus dapat menular melalui buah impor.
  • Virus dapat menular melalui udara di ruang terbuka.
  • Virus tidak bisa menular di udara tropik.
  • Video korban-korban yang tiba-tiba jatuh pingsan di jalan karena tertular virus corona.
  • Virus bisa ditularkan melalui pandangan mata.
  • Virus bisa ditularkan melalui sinyal telepon.
  • Video yang menunjukkan orang tertular setelah minum sup kelelawar.
  • Minum alkohol bisa menyembuhkan infeksi virus corona.
  • Virus tersebar akibat kebocoran laboratorium di Wuhan.

Tak hanya itu, Ari juga menyampaikan beberapa informasi fakta terkait virus corona yang sempat beredar di media sosial.

FAKTA

  • Virus corona menular antar-manusia, tetapi penularan melalui kontak langsung (melalui droplet atau melalui batuk dan bersin).
  • Daya tahan tubuh yang baik bisa mencegah kita dari virus corona.
  • Dengan menggunakan alat pelindung diri yang baik, tim medis terhindar dari penularan infeksi.
  • Masa inkubasi 14 hari, jadi bisa saja gejala klinik virus muncul kemudian walau lolos thermal scanner.
  • Gejala awal tidak spesifik.
  • Pasien yang terinfeksi virus corona bisa sembuh.
  • Virus corona dapat menular antar-manusia.
  • Infeksi vius corona bisa mengenai semua umur.
  • Pada udara terbuka, virus dapat mati dengan alkohol.
  • Tidak semua pasien dengan infeksi ini mengalami gagal napas dan meninggal.

Baca juga: Indonesia Positif Corona, Efektifkah Penggunaan Suplemen untuk Pencegahan?

Pasien sembuh

Melansir dari peta persebaran COVID-19, Coronavirus COVID-19 Global Cases by John Hopkins CSSE (3/3/2020), dari total 80.151 kasus di China, 47.270 di antaranya sudah sembuh.

Adapun jumlah terbesar pasien yang berhasil sembuh terletak di Provinsi Hubei, yakni sebanyak 36.167 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, disusul provinsi Henan dan Guangdong dengan masing-masing pasien sembuh berjumlah 1.225 serta 1.084 pasien.

Diberitakan Associated Press (3/3/2020), jumlah kasus baru di China terus mengalami penurunan, yakni hanya sebanyak 202 orang.

Hal tersebut sekaligus menjadikan jumlah terendah sejak 21 Januari lalu.

Berbanding terbalik dengan China, di Iran justru para pakar Organisasi Kesehatan Dunia tiba untuk membantu petugas kesehatan setempat dan mengirimkan bantuan.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Dokter: Masker Dipakai Maksimal 4-8 Jam

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Nomor Kode Telepon Indonesia +62? Ini Sejarah dan Alasannya

Mengapa Nomor Kode Telepon Indonesia +62? Ini Sejarah dan Alasannya

Tren
Penjelasan BKN soal Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2021

Penjelasan BKN soal Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2021

Tren
Startup Tanijoy Diduga Gelapkan Dana Rp 4 Miliar, Ini Cerita Korbannya

Startup Tanijoy Diduga Gelapkan Dana Rp 4 Miliar, Ini Cerita Korbannya

Tren
Daftar Provinsi dengan Kasus Harian Covid-19 Tertinggi 28 Juli 2021

Daftar Provinsi dengan Kasus Harian Covid-19 Tertinggi 28 Juli 2021

Tren
INFOGRAFIK: 10 Instansi dengan Pendaftar Terbanyak dan Paling Sedikit CPNS 2021

INFOGRAFIK: 10 Instansi dengan Pendaftar Terbanyak dan Paling Sedikit CPNS 2021

Tren
Sepi Peminat, Pendaftaran PPPK Guru di Papua dan Papua Barat Diperpanjang hingga 31 Juli

Sepi Peminat, Pendaftaran PPPK Guru di Papua dan Papua Barat Diperpanjang hingga 31 Juli

Tren
Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia, Nekat Bakal Disanksi 3 Tahun

Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia, Nekat Bakal Disanksi 3 Tahun

Tren
Penjelasan Kemenkes soal Syarat Fotokopi KTP untuk Vaksinasi

Penjelasan Kemenkes soal Syarat Fotokopi KTP untuk Vaksinasi

Tren
Ada Varian Corona Delta Plus, Bagaimana Efektivitas Vaksin?

Ada Varian Corona Delta Plus, Bagaimana Efektivitas Vaksin?

Tren
Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli: Sejarah, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli: Sejarah, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Tren
Varian Corona Delta Plus Terdeteksi di Indonesia, Simak Gejalanya

Varian Corona Delta Plus Terdeteksi di Indonesia, Simak Gejalanya

Tren
Beredar, Daftar Palsu Peserta Lolos Wawancara Pertamina, Ini Kata Perusahaan

Beredar, Daftar Palsu Peserta Lolos Wawancara Pertamina, Ini Kata Perusahaan

Tren
Aturan dan Daftar Daerah yang Menerapkan PPKM Level 1 dan 2

Aturan dan Daftar Daerah yang Menerapkan PPKM Level 1 dan 2

Tren
[HOAKS] Pernyataan Hotman Paris soal Ancaman Presiden Jokowi ke Keluarga Cendana dan Cikeas

[HOAKS] Pernyataan Hotman Paris soal Ancaman Presiden Jokowi ke Keluarga Cendana dan Cikeas

Tren
Investigasi Kominfo, Penelusuran Jejak Digital, dan Dugaan Kebocoran Data Nasabah Asuransi BRI Life...

Investigasi Kominfo, Penelusuran Jejak Digital, dan Dugaan Kebocoran Data Nasabah Asuransi BRI Life...

Tren
komentar
Close Ads X