Tembus 55 Negara, WHO Naikkan Tingkat Ancaman Virus Corona ke Level Tertinggi

Kompas.com - 29/02/2020, 14:57 WIB
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus Pada rapat tahunan Munich Security Conference di Jerman 15 Februari 2020. REUTERS/Andreas Gebert ANDREAS GEBERTDirektur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus Pada rapat tahunan Munich Security Conference di Jerman 15 Februari 2020. REUTERS/Andreas Gebert

"Kasus baru ini menunjukkan bahwa ada bukti penularan di dalam kelompok masyarakat tetapi sejauh ini masih belum jelas," kata Sara Cody, Direktur Kesehatan Masyarakat untuk Santa Clara County di California, pusat Silicon Valley di mana raksasa teknologi seperti Apple dan Google berada.

"Apa yang kita ketahui sekarang adalah bahwa virus corona ada di sini, ada pada tingkat tertentu, tetapi kita masih belum tahu sampai sejauh mana," kata dia.

Baca juga: Kata WHO, Jangan Ada Negara yang Beranggapan Akan Terbebas dari Ancaman Virus Corona

Penyebaran virus corona

Virus ini telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia selama sepekan terakhir dan menyebabkan pasar saham merosot ke level terendah sejak krisis keuangan global 2008. 

Hal tersebut terjadi lantaran kekhawatiran akan penyakit itu dapat mendatangkan malapetaka pada ekonomi dunia.

Lebih dari 2.900 orang telah meninggal dan lebih dari 85.000 telah terinfeksi di seluruh dunia sejak virus tersebut muncul dari pasar hewan di pusat kota Wuhan di China pada bulan Desember 2019. 

Sebagian besar infeksi telah terjadi di China, tetapi lebih banyak kasus harian kini dicatat di luar negeri, dengan Korea Selatan, Italia, dan Iran muncul sebagai titik fokus utama.

Korea Selatan memiliki kasus terbanyak di luar China, dengan hampir 3.000 infeksi karena 594 lebih banyak pasien dilaporkan pada hari Sabtu (29/2/2020), peningkatan terbesar negara itu hingga saat ini.

Di negara tetangga Korea Utara, pemimpin Kim Jong Un memperingatkan para pejabat tinggi tentang "konsekuensi serius" dari kegagalan mencegah wabah virus corona baru di sisi perbatasan mereka.

Negara miskin, dengan sistem perawatan kesehatan yang lemah dan tidak lengkap, telah menutup perbatasannya untuk mencegah penyebaran penyakit ke wilayahnya.

Baca juga: Ketua WHO: Virus Corona Berpotensi Jadi Wabah

Dampak ke ekonomi global

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Informasi Daun Sungkai untuk Obati Covid-19, IDI Sebut Belum Ada Penelitian Medis

Viral Informasi Daun Sungkai untuk Obati Covid-19, IDI Sebut Belum Ada Penelitian Medis

Tren
Akankah Jumlah Kasus Covid-19 Bertambah bila New Normal Diterapkan?

Akankah Jumlah Kasus Covid-19 Bertambah bila New Normal Diterapkan?

Tren
Ini Cara Lapor Meter Air Mandiri PDAM Tirta Banteng Tangerang

Ini Cara Lapor Meter Air Mandiri PDAM Tirta Banteng Tangerang

Tren
Bagaimana Cara Mendapatkan Surat Keterangan Bebas Covid-19? Berikut Penjelasannya...

Bagaimana Cara Mendapatkan Surat Keterangan Bebas Covid-19? Berikut Penjelasannya...

Tren
Sukses Kendalikan Virus Corona, Thailand Mulai Kembali Buka Pariwisata

Sukses Kendalikan Virus Corona, Thailand Mulai Kembali Buka Pariwisata

Tren
Diminta Contoh Australia, seperti Apa Penerapan New Normal Pendidikan di Sana?

Diminta Contoh Australia, seperti Apa Penerapan New Normal Pendidikan di Sana?

Tren
Hari Ini Terakhir, Berikut Cara Klaim Token Subsidi Listrik PLN Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Hari Ini Terakhir, Berikut Cara Klaim Token Subsidi Listrik PLN Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Tren
Melihat Kasus Virus Corona di Indonesia dan Pentingnya Data Pasien Covid-19...

Melihat Kasus Virus Corona di Indonesia dan Pentingnya Data Pasien Covid-19...

Tren
Panduan New Normal Naik Kereta Api dari KAI, Wajib Pakai Masker dan Face Shield

Panduan New Normal Naik Kereta Api dari KAI, Wajib Pakai Masker dan Face Shield

Tren
Sempat Dibuka, Ratusan Sekolah di Korea Selatan Kembali Ditutup, Ini Penyebabnya...

Sempat Dibuka, Ratusan Sekolah di Korea Selatan Kembali Ditutup, Ini Penyebabnya...

Tren
3 Upaya Pengembangan Vaksin Virus Corona di Indonesia

3 Upaya Pengembangan Vaksin Virus Corona di Indonesia

Tren
Viral #Boikot TVRI, Twit Iman Brotoseno, dan Rekam Jejak Digital...

Viral #Boikot TVRI, Twit Iman Brotoseno, dan Rekam Jejak Digital...

Tren
Viral, Video Sapi Masuk ke Toko Handphone di Kudus, Pemiliknya Masih Tanda Tanya

Viral, Video Sapi Masuk ke Toko Handphone di Kudus, Pemiliknya Masih Tanda Tanya

Tren
Menilik Kecintaan Warga Indonesia terhadap Drama Korea...

Menilik Kecintaan Warga Indonesia terhadap Drama Korea...

Tren
[KLARIFIKASI] Penjelasan soal Penanganan Covid-19 di Indonesia, Bukan Herd Immunity

[KLARIFIKASI] Penjelasan soal Penanganan Covid-19 di Indonesia, Bukan Herd Immunity

Tren
komentar
Close Ads X