"Saya Pikir Akan Dihukum Mati Jika Orang-orang Tahu Saya Anggota Shincheonji"

Kompas.com - 28/02/2020, 14:15 WIB
Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan, menyusul meluasnya wabah virus corona di negara itu, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUTPara petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan, menyusul meluasnya wabah virus corona di negara itu, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan.

KOMPAS.com - Anggota sekte Shincheonji Church of Jesus di Korea Selatan merasa takut dipersalahkan atas merebaknya wabah virus corona di negaranya.

Seperti diketahui, sebagian besar kasus infeksi Covid-19 di Korea Selatan berhubungan dengan jemaah gereja dengan total lebih dari 230.000 anggota di seluruh Korea Selatan itu.

Setidaknya, sekitar 80 persen dari 1.700-an kasus virus corona di Korea Selatan berhubungan dengan sekte ini.

Dampaknya, ketakutan dan kebencian terhadap gereja ini semakin meningkat. Para jemaah bahkan merasa diperlakukan seperti seorang kriminal.

Salah seorang jemaah bernama Ji-yeon Park (26) mengatakan hal itu. Ia bergabung dengan gereja dua tahun lalu, ketika dia pertama kali datang ke Seoul dari Geochang, provinsi Kyungsang Selatan, satu jam perjalanan dari Daegu, pusat penyebaran wabah Korea Selatan.

"Kami diperlakukan seperti kriminal. Kami memiliki citra yang buruk sebelum ini dan sekarang saya pikir sekarang saya akan dihukum mati jika orang-orang tahu saya anggota Shincheonji," ujarnya seperti dikutip dari South China Morning Post, Jumat (28/2/2020). 

Baca juga: 60 Kasus Baru, Berikut Perkembangan Terkini Virus Corona di Korea Selatan

Takut ke gereja

Akibat adanya virus ini, ia mengaku takut untuk mendatangi gereja, dan takut kalau saja ia juga terinfeksi virus yang sama.

Ia telah dihubungi oleh kantor kesehatan tempatnya tinggal dan diminta untuk tetap mengisolasi diri di dalam rumahnya meskipun tidak memiliki gejala sama sekali.

Padahal, ia mengaku tidak datang ke Daegu awal bulan ini yang disebut sebagai waktu terjadinya infeksi pada seorang anggota gereja berusia 61 tahun.

Menurut Ji-yeon, menyalahkan gereja dan anggotanya merupakan sesuatu yang tidak adil. Menurutnya gereja menciptakan virus.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X