Abaikan Saran WHO, Italia Laporkan Belasan Kematian akibat Virus Corona

Kompas.com - 27/02/2020, 14:54 WIB
Turis yang memakai masker pelindung mengunjungi Roma, Italia, 26 Februari 2020. Menurut statistik resmi terbaru, lebih dari 370 orang telah terinfeksi oleh virus corona Wuhan, dan setidaknya 12 orang meninggal karena COVID-19 di negara Mediterania sejauh ini. EPA-EFE/ETTORE FERRARI ETTORE FERRARITuris yang memakai masker pelindung mengunjungi Roma, Italia, 26 Februari 2020. Menurut statistik resmi terbaru, lebih dari 370 orang telah terinfeksi oleh virus corona Wuhan, dan setidaknya 12 orang meninggal karena COVID-19 di negara Mediterania sejauh ini. EPA-EFE/ETTORE FERRARI

KOMPAS.com - Penyebaran virus corona jenis baru atau yang dikenal dengan Covid-19 terus meluas.

Per Kamis (27/2/2020) pukul 07.00 WIB, sebanyak 44 negara telah mengonfirmasi adanya virus yang penyebarannya bermula di Wuhan, China tersebut.

Sebelum Italia, Perancis diketahui merupakan negara Eropa pertama yang mengonfirmasi adanya kasus corona.

Diberitakan SCMP, Italia merupakan negara Uni Eropa pertama yang mengabaikan saran dari Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) terkait larangan penerbangan menuju dan/atau dari China saat mewabahnya virus corona di seluruh dunia.

Adapun saran dari WHO yakni negara yang ditunjuk dilarang melakukan penerbangan menuju atau dari China.

Tetapi larangan tersebut tidak diindahkan oleh Pemerintah Italia.

Akibatnya, dilaporkan ada 11 warga yang meninggal akibat terinfeksi virus corona.

Baca juga: Virus Corona, Pemberlakuan Karantina, dan Larangan Perjalanan ke Korea Selatan...

Masih dari sumber yang sama, Sekretaris Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengungkapkan, ia mendapat pertanyaan dari beberapa warga menyoal larangan melakukan penerbangan menuju/ke China.

"Orang Italia tetap menerapkan penerbangan menuju atau ke China, dan saat ini mereka terinfeksi wabah terbesar di Eropa," ujar Matt kepada SCMP, Selasa (25/2/2020).

Adapun pusat penyebaran virus corona berada pada pusat industri dan keuangan utara di Italia.

Tercatat ada lebih dari 325 kasus, termasuk 11 kematian. Namun, sumber penularan virus yang menyerang saluran pernapasan ini masih belum dikonfirmasi.

Dari ratusan kasus tersebut, sebagian besar orang yang terjangkit penyakit ini merupakan warga Italia.

Baca juga: Berikut 11 Negara di Eropa yang Mengonfirmasi Positif Virus Corona

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal 'Viagra Himalaya', Jamur yang Dipercaya untuk Obat Kuat hingga Antitumor

Mengenal "Viagra Himalaya", Jamur yang Dipercaya untuk Obat Kuat hingga Antitumor

Tren
[HOAKS] Penambahan Peserta SKB CPNS 2020 di Lingkungan Kemendes PDTT

[HOAKS] Penambahan Peserta SKB CPNS 2020 di Lingkungan Kemendes PDTT

Tren
PTPN Group Buka Lowongan Pekerjaan untuk Lulusan S1/D4, Simak Syarat dan Cara Daftarnya...

PTPN Group Buka Lowongan Pekerjaan untuk Lulusan S1/D4, Simak Syarat dan Cara Daftarnya...

Tren
Bali dan Lombok Masuk dalam 10 Pulau Terbaik Asia, Ini Daftarnya...

Bali dan Lombok Masuk dalam 10 Pulau Terbaik Asia, Ini Daftarnya...

Tren
Apa Pasal Karet UU ITE yang Menjerat Pengunggah Tagih Utang ke Istri Kombes?

Apa Pasal Karet UU ITE yang Menjerat Pengunggah Tagih Utang ke Istri Kombes?

Tren
Lion Air Group Tambah 14 Fasilitas Tes Covid-19, Berikut Lokasi dan Biayanya...

Lion Air Group Tambah 14 Fasilitas Tes Covid-19, Berikut Lokasi dan Biayanya...

Tren
Soal Dorongan Penggunaan Ekstrak Temulawak sebagai Suplemen Covid-19, Ini Penjelasan Farmakologi

Soal Dorongan Penggunaan Ekstrak Temulawak sebagai Suplemen Covid-19, Ini Penjelasan Farmakologi

Tren
Lakukan Perjalanan dalam Negeri Wajib Isi e-HAC, Apa Itu?

Lakukan Perjalanan dalam Negeri Wajib Isi e-HAC, Apa Itu?

Tren
Kabinet “Gerak Cepat” Idaman Presiden Jokowi

Kabinet “Gerak Cepat” Idaman Presiden Jokowi

Tren
Amnesty: 89 Tenaga Kesehatan di Indonesia Meninggal, 878 Terinfeksi

Amnesty: 89 Tenaga Kesehatan di Indonesia Meninggal, 878 Terinfeksi

Tren
Setelah Mongolia, Kini Penyakit Pes Ditemukan pada Seekor Tupai di AS

Setelah Mongolia, Kini Penyakit Pes Ditemukan pada Seekor Tupai di AS

Tren
Berikut Wilayah di Indonesia yang Berpotensi Alami Kekeringan Tingkat Waspada hingga Awas

Berikut Wilayah di Indonesia yang Berpotensi Alami Kekeringan Tingkat Waspada hingga Awas

Tren
Sejumlah Masalah Melilit Garuda, Utang Rp 31,9 Triliun dan 400 Karyawan Pensiun Dini

Sejumlah Masalah Melilit Garuda, Utang Rp 31,9 Triliun dan 400 Karyawan Pensiun Dini

Tren
Viral soal Kasus Bunuh Diri Mahasiswa karena Skripsinya Kerap Ditolak Dosen, Ini Analisis Pengamat Pendidikan

Viral soal Kasus Bunuh Diri Mahasiswa karena Skripsinya Kerap Ditolak Dosen, Ini Analisis Pengamat Pendidikan

Tren
Selain Singapura, Jepang dan Jerman Juga Alami Resesi akibat Corona

Selain Singapura, Jepang dan Jerman Juga Alami Resesi akibat Corona

Tren
komentar
Close Ads X