Virus Corona, Pemberlakuan Karantina, dan Larangan Perjalanan ke Korea Selatan...

Kompas.com - 27/02/2020, 05:49 WIB
Pekerja menyemprotkan disinfektan di Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, 24 Februari 2020, setelah diketahui bahwa seseorang yang mengambil bagian dalam sesi diskusi pada 19 Februari di Majelis telah terbukti positif terkena virus coronavirus. Parlemen mengatakan bahwa desinfeksi akan dilakukan secara bertahap hingga 26 Februari. EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT YONHAPPekerja menyemprotkan disinfektan di Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, 24 Februari 2020, setelah diketahui bahwa seseorang yang mengambil bagian dalam sesi diskusi pada 19 Februari di Majelis telah terbukti positif terkena virus coronavirus. Parlemen mengatakan bahwa desinfeksi akan dilakukan secara bertahap hingga 26 Februari. EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT
  • Taiwan
  • Thailand
  • Inggris
  • Kazakhstan
  • Kyrgyzstan
  • Tajikistan
  • Turkmenistan
  • Oman
  • Qatar
  • Uganda.

Sejumlah negara menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Korea Selatan.

Travel Advisory

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel advisory tertinggi di Korea Selatan.

Rekomendasinya adalah bagi turis Amerika agar menghindari perjalanan yang tidak perlu ke negara itu.

Perancis juga meningkatkan travel advisory tingkat dua untuk Korea Selatan.

Warga negaranya disarankan untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke Korsel.

Baca juga: Berikut 11 Negara di Eropa yang Mengonfirmasi Positif Virus Corona

Karantina tanpa pemberitahuan

Bahkan ada yang memberlakukan tindakan karantina terhadap turis dari Korea Selatan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Hal yang dilakukan China itu memicu kemarahan.

Pada Selasa (25/2/2020), pihak berwenang Weihai, provinsi Shandong memberlakukan karantina wajib 14 hari.

Itu diberlakukan pada 167 penumpang yang tiba dalam penerbangan dari Korea Selatan.

Sebelumnya China sempat mengritik kebijakan negara-negara lain karena membatasi perjalanan.

Tapi pada akhirnya China melakukan hal yang sama dan di Weihai adalah pertama kalinya.

Weihai bukan satu-satunya kota China yang mengambil tindakan pencegahan seperti itu.

Pembatasan serupa juga dilakukan oleh pemerintah Qingdao di Shandong dan Shenyang di provinsi Liaoning.

Baca juga: Saat China Berencana Hentikan Perdagangan Satwa Liar akibat Virus Corona...

Baca juga: Melihat Cara Singapura Menangani Penyebaran Virus Corona...

Baca juga: Virus Corona Mulai Masuk Aljazair, Bagaimana Kesiapan Afrika?

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X