Mengenal Hubungan SARS-CoV-2 dan Covid-19 Kaitannya Virus Corona, Berikut Penjelasannya..

Kompas.com - 24/02/2020, 21:32 WIB
Polisi mengenakan masker pelindung menunggu di Bandara Sheikh Saad di Kota Kuwait, Sabtu (22/2/2020), menjelang warga Kuwait yang kembali dari Iran hendak dibawa ke rumah sakit untuk dites terkait virus corona. Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. AFP/YASSER AL-ZAYYATPolisi mengenakan masker pelindung menunggu di Bandara Sheikh Saad di Kota Kuwait, Sabtu (22/2/2020), menjelang warga Kuwait yang kembali dari Iran hendak dibawa ke rumah sakit untuk dites terkait virus corona. Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan.

 

KOMPAS.com -  Virus corona yang menyebar dari Wuhan, China di akhir 2019 masih belum mereda penyebarannya. Bahkan dalam beberapa hari terakhir mengganas di Korea Selatan, Italia dan negara Timur Tengah. 

Hingga Senin (24/2/2020), data seluruh dunia 79.524 orang telah terinfeksi, 2.626 meninggal dunia dan 25.160 dapat dipulihkan. Masyarakat pun terus mengikuti perkembangannya dari waktu ke waktu. 

Namun belakangan muncul pertanyaan mengenai penamaan virus dan penyakit tersebut. Terutama penjelasan antara SARS Coronavirus tipe 2, SARS-Cov-2 dan Covid-19 ?

Seperti yang ditanyakan akun Twitter @firmansyahrisky

" SARS Coronavirus tipe 2 sama atau berbeda bu dengan SARS-CoV-2 yang dimaksud disini?" ujarnya

 

Mengutip penjelasan dari laman World Health Organization, COVID-19 merupakan nama penyakit dari virus corona yang belakangan ini merebak dari Wuhan, China.

Adapun virus penyebab penyakit Covid-19 adalah severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau disebut pula SARS-CoV-2.

Meskipun sekilas nama virus SARS-CoV-2 identik dengan SARS-CoV akan tetapi keduanya berbeda.

WHO menjelaskan, SARS coronavirus (SARS-CoV) merupakan virus yang diidentifikasi pada 2003 yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Saat itu, epidemi SARS menyebar hingga 26 negara dan menginfeksi lebih dari 8.000 kasus pada tahun 2003.

Baca juga: Tak Ikuti WHO, Kemenkes Sebut SARS CoV-2 Beda dengan Covid-19

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Setujui DKI Jakarta PSBB: Berikut Pengertian, Syarat, dan Hal-hal yang Akan Dibatasi

Menkes Setujui DKI Jakarta PSBB: Berikut Pengertian, Syarat, dan Hal-hal yang Akan Dibatasi

Tren
Update Virus Corona di Dunia 7 April: 1,34 Juta Orang Terinfeksi, 276.515 Sembuh

Update Virus Corona di Dunia 7 April: 1,34 Juta Orang Terinfeksi, 276.515 Sembuh

Tren
Masuk ICU karena Terinfeksi Virus Corona, Bagaimana Kondisi PM Inggris Boris Johnson?

Masuk ICU karena Terinfeksi Virus Corona, Bagaimana Kondisi PM Inggris Boris Johnson?

Tren
Wabah Virus Corona, Ini Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri dari Kemenag

Wabah Virus Corona, Ini Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri dari Kemenag

Tren
Berapa Lama Pembawa Virus Corona Tanpa Gejala Bisa Menularkan kepada Orang Lain?

Berapa Lama Pembawa Virus Corona Tanpa Gejala Bisa Menularkan kepada Orang Lain?

Tren
Ini Daftar 47 KA dari Jakarta yang Dibatalkan karena Covid-19

Ini Daftar 47 KA dari Jakarta yang Dibatalkan karena Covid-19

Tren
[POPULER TREN] Internet Gratis Sejumlah Provider | Perkembangan Virus Corona di Dunia

[POPULER TREN] Internet Gratis Sejumlah Provider | Perkembangan Virus Corona di Dunia

Tren
Bikin Masker Sendiri di Rumah, Ini Bahan yang Paling Baik Menurut Penelitian

Bikin Masker Sendiri di Rumah, Ini Bahan yang Paling Baik Menurut Penelitian

Tren
 4 Kepala Negara yang Sumbangkan Gaji Perangi Covid-19, dari Donald Trump hingga Erdogan

4 Kepala Negara yang Sumbangkan Gaji Perangi Covid-19, dari Donald Trump hingga Erdogan

Tren
Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Tren
Ingin Membuat Masker Kain Rumahan? Coba Tutorial Ini!

Ingin Membuat Masker Kain Rumahan? Coba Tutorial Ini!

Tren
Angka Kematian Akibat Corona di Jerman Rendah, Ini Beberapa Alasannya

Angka Kematian Akibat Corona di Jerman Rendah, Ini Beberapa Alasannya

Tren
Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Pertamina Siapkan 52 Kamar Hotel untuk Tenaga Medis

Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Pertamina Siapkan 52 Kamar Hotel untuk Tenaga Medis

Tren
Amankah Donor Darah Saat Pandemi Virus Corona? Ini Penjelasan PMI

Amankah Donor Darah Saat Pandemi Virus Corona? Ini Penjelasan PMI

Tren
Dampak Virus Corona, Kasus KDRT di Dunia Meningkat akibat Covid-19

Dampak Virus Corona, Kasus KDRT di Dunia Meningkat akibat Covid-19

Tren
komentar
Close Ads X